This Author published in this journals
All Journal ADDIN QUALITY
Nur Said
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSITAS CULTURAL SPHERE DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Rekonstruksi Semangat Multikulturalisme Sunan Kudus bagi Pendidikan Multikultural di STAIN Kudus Nur Said
ADDIN Vol 7, No 1 (2013): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v7i1.568

Abstract

PENGARUSUTAMAAN SPIRITUAL DALAM PENDIDIKAN WAWASAN KEBANGSAAN (Studi Kasus GEMA NUSA di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung) Nur Said
QUALITY Vol 2, No 2 (2014): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v2i2.2103

Abstract

AbstractThe article’s main focus is on exploring the character educational model for nationalism in pesantren (Islamic boarding school)  Daarut Tauhid (DT) Bandung  through Gerakan Nurani Membangun Bangsa (GEMA NUSA).  The article based on qualitative research through case study and phenomenological method. The results are; (1) The presence of GEMA NUSA aims to build a moral nation towards "dignified Indonesia” by making the conscience as a foundation, a way of thinking and acting, (2) The concept of nationalism which was developed by GEMA NUSA tend to be oriented to three things: (a ) religious nationalism, (b) universal humanism, (c) synergistic multiculturalism;  (3) Character educational model of nationalism that was developed by GEMA NUSA are looking forward to the problems facing the informal education based on the real issues at that time.   AbstrakPaper ini menfokskan pada model pengarusutamaan spiritual sebagai strategi pendidikan wawasan kebangsaan dengan studi kasus di Gerakan Nurani Membangun Bangsa (GEMA NUSA) Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Paper ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan  metode studi kasus dan fenomenologis. Paper ini menyimpulkan; (1) kehadiran GEMA NUSA yang menjadikan kesadaran hati nurani (spiritualitas) sebagai landasan dalam pendidikan karakter telah melahirkan ratusan bahkan ribuan relawan untuk aksi solidaritas sosial; (2) Konsep kebangsaan yang dikembangkan GEMA NUSA memiliki karakter nasionalisme religius, humanisme universal dan multikulturalimse sinergis; (3) Model pengarusutaan spiritual dalam pendidikan wawasan kebangsaan yang dikembangkan oleh GEMA NUSA lebih mengedepankan model pendidikan hadap masalah (berbasis realitas) sehingga nilai-nilai moral yang diinternalisasikan melalui proses pengkaderan diintegrasikan juga dengan aksi nyata solidaritas sosial atas masalah yang dihadapi pada saat itu.