Peningkatan aktivitas industri, pelayanan kesehatan, serta pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu jenis limbah yang memiliki potensi bahaya tinggi adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah B3 dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan manusia apabila tidak dikelola sesuai dengan standar yang berlaku. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen limbah B3 menjadi sangat penting dalam upaya meminimalkan dampak pencemaran lingkungan dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen limbah B3 pada sektor industri berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 15 artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pengelolaan limbah industri, limbah medis, serta limbah B3. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan bahwa pengelolaan limbah B3 telah dilakukan melalui beberapa tahapan seperti pemilahan, penyimpanan sementara, pengangkutan, hingga proses pengolahan limbah. Namun demikian, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas pengolahan limbah, kurangnya pengawasan, serta rendahnya kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur pengelolaan limbah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan fasilitas pengelolaan limbah yang memadai, serta peningkatan pengetahuan pekerja agar sistem manajemen limbah B3 dapat berjalan lebih efektif.