This Author published in this journals
All Journal Jurnal Theologia
Anang Haderi
Forum Studi Islam dan Sosial (FoSIS) Alumni Universitas Antakusuma (UNTAMA) Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TAKDIR DAN KEBEBASAN MENURUT FETHULLAH GÜLEN Haderi, Anang
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Destiny and free will is one of issues in Islamic theology which is still discussed by Moslem theologian up to now. This discussion has yielded some streams with its argumentation respectively. Included who intense to discuss this issue is muḥammad Fethullah Gülen. At a glance, he offers to explain the issue in his own way without following one of the streams. He introduces some key terms, like Imām Mubīn, Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, Formal or Theoretical Destiny, actual destiny. Terms are Gülen’s exclusive. The article will elaborate the explaination of Gülen relating to the destiny and free will. The purpose is to map what is he follows the streams or he has interpretation in himself. For this reason, I will spread out briefly views of theologian before, i.e. these streams of Mu’tazili, al-Asy’arite, Matūridite Samarkand dan Matūridite Bukhārā. By this way it will be seen clearly where is the position of Gülen and what is contribution of his thinking.Abstrak: takdir dan kebebasan adalah isu teologi Islam yang masih diperbincangkan oleh para teolog hingga sekarang. Perdebatan ini telah melahirkan berbagai aliran dengan pen-dapatnya masing-masing.Termasuk yang juga intens mem-bahas isu ini adalah Muḥammad Fethullah Gülen. Sekilas, ia berusaha menjelaskan isu ini dengan caranya sendiri tanpa mengikuti salah satu aliran tersebut. Ia mengenalkan beberapa istilah kunci, seperti Imām Mubīn,Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, takdir formal, takdir teoritis, dan takdir aktual. Istilah-istilah ini merupakan khas Gülen. Tulisan ini akan mengelaborasi penjelasan Gülen mengenai takdir dan kebebasan tersebut. Tujuannya adalah memetakan apakah ia mengikuti aliran-aliran teologi yang sudah ada ataukah ia penulis akan memaparkan secara singkat pendapat para teolog sebelumnya, yakni aliran-aliran Mu’tazilah, al-Asy’ariyah, Mātūridiyah Samarkand dan Mātūridiyah Bukhārā. Dengan cara ini akan terlihat dengan jelas di manakah posisi Gülen dan apa kontribusi dari pemikirannya itu.Keywords:Imām Mubīn,Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, takdir formal, takdir aktual.mempunyai pemaknaan sendiri terhadap persoalan ini. Untuk alasan ini,
TAKDIR DAN KEBEBASAN MENURUT FETHULLAH GÜLEN Haderi, Anang
Jurnal THEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.381

Abstract

Abstract:Destiny and free will is one of issues in Islamic theology which is still discussed by Moslem theologian up to now. This discussion has yielded some streams with its argumentation respectively. Included who intense to discuss this issue is muḥammad Fethullah Gülen. At a glance, he offers to explain the issue in his own way without following one of the streams. He introduces some key terms, like Imām Mubīn, Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, Formal or Theoretical Destiny, actual destiny. Terms are Gülen’s exclusive. The article will elaborate the explaination of Gülen relating to the destiny and free will. The purpose is to map what is he follows the streams or he has interpretation in himself. For this reason, I will spread out briefly views of theologian before, i.e. these streams of Mu’tazili, al-Asy’arite, Matūridite Samarkand dan Matūridite Bukhārā. By this way it will be seen clearly where is the position of Gülen and what is contribution of his thinking. Abstrak: takdir dan kebebasan adalah isu teologi Islam yang masih diperbincangkan oleh para teolog hingga sekarang. Perdebatan ini telah melahirkan berbagai aliran dengan pen¬dapat¬nya masing-masing. Termasuk yang juga intens mem¬bahas isu ini adalah Muḥammad Fethullah Gülen. Sekilas, ia berusaha menjelaskan isu ini dengan caranya sendiri tanpa mengikuti salah satu aliran tersebut. Ia mengenalkan be¬berapa istilah kunci, seperti Imām Mubīn, Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, takdir formal, takdir teoritis, dan takdir aktual. Istilah-istilah ini merupakan khas Gülen. Tulisan ini akan mengelaborasi penjelasan Gülen mengenai takdir dan ke¬bebas¬an tersebut. Tujuannya adalah memetakan apakah ia mengikuti aliran-aliran teologi yang sudah ada ataukah ia mempunyai pemaknaan sendiri ter¬hadap persoalan ini. Untuk alasan ini, penulis akan me¬mapar¬kan secara singkat pendapat para teolog sebelumnya, yakni aliran-aliran Mu’tazi¬lah, al-Asy’ariyah, Mātūridiyah Samarkand dan Mātūridiyah Bukhārā. Dengan cara ini akan terlihat dengan jelas di mana¬kah posisi Gülen dan apa kontribusi dari pemikirannya itu. Keywords: Imām Mubīn, Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, takdir formal, takdir aktual.
AKTIVISME TASAWUF MENURUT FETHULLAH GÜLEN Haderi, Anang
Jurnal THEOLOGIA Vol 26, No 2 (2015): TASAWUF DAN KEARIFAN LOKAL
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2015.26.2.431

Abstract

Abstract: This article will elaborate the sufism thought of Fethullah Gulen. He has transformed Sufism from purely spiritual experience turned into an activity that is directly in contact with the issue of Muslims and human beings on this earth. Two of the most prominent organizer of the mystical transformation is education and the world peace movement. He tried to bring peace to the world across cultures, religions and ethnicities. The thought pattern of Gülen which is based on religious values and the universality has created a concept which is more popular in the community, but do not abandon spiritual values. The transformation of ideas and concepts of sufism who taught the importance of devotion to others, selflessness and love of neighbor. Abstrak: Artikel ini akan mengelaborasi pemikiran tasawuf Fethullah Gulen. Ia telah mentransformasikan tasawuf dari yang hanya bersifat pengalaman spiritual berubah menjadi sebuah aktivitas yang langsung bersentuhan dengan persoalan umat Islam dan manusia di bumi ini. Dua agenda yang paling menonjol dari transformasi sufistiknya itu adalah pendidikan dan gerakan perdamaian dunia. Ia berupaya mewujudkan perdamaian dunia lintas budaya, agama maupun etnis. Pola pemikiran Gülen yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan universalitas telah menciptakan konsep yang lebih memasyarakat namun tidak meninggalkan nilai-nilai spiritual. Transformasi dari pemikiran dan konsep tasawwuf yang mengajarkan pentingnya pengabdian kepada orang lain, tidak mementingkan diri sendiri dan cinta terhadap sesama. Keywords: transformasi, tasawuf, perdamaian, pendidikan, generasi emas.