Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kuat Medan Pemancar Radio FM Pada Frekuensi 98,5-103,6 MHz di Kota Banda Aceh Rizal Munadi; Ernita Dewi Meutia; Sylvia Fitriani
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3059.906 KB) | DOI: 10.17529/jre.v11i2.2311

Abstract

Radio Siaran FM merupakan salah satu teknologi telekomunikasi yang digunakan untuk memberikan layanan informasi dan hiburan bagi masyarakat. Untuk menjangkau masyarakat pendengar sebagai konsumen yang ditargetkan, kualitas penerimaan siaran menjadi hal yang sangat krusial. Daya pancar dan propagasi dari pemancar dapat mempengaruhi teknis kualitas layanan pada penerima. Masalah kualitas ini menjadi obyek yang dikaji dan pendekatan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil, dilakukan pengukuran lapangan dengan menggunakan instrumen spectrum analyzer dan ditambah GPS sebagai penentu keakuratan lokasi pengukuran. Lima radio pemcancar swasta di kota Banda Aceh yang beroperasi pada frekuensi kerja 98,5 MHz hingga 103,6 MHz menjadi obyek penelitian dan akan dievaluasi. Hasil pengukuran lapangan didapati bahwa semua stasiun radio FM yang dievaluasi memenuhi standar kuat medan minimum yang diperbolehkan (Eμ) sesuai standar untuk kategori daerah rural, 54 dBμV/m  dan daerah urban, 66 dBμV/m. Hasil lain juga tidak ditemukan interferensi frekuensi dan semua stasiun masih dalam batas toleransi deviasi frekuensi kerja yang diizinkan. Dengan demikian, lima pemcancar radio FM yang dievaluasi mempunyai kualitas yang baik dan layanan yang diberikan dapat dinikmati dengan baik oleh pendengar.
Evaluasi Kuat Medan Pemancar Radio FM Pada Frekuensi 98,5-103,6 MHz di Kota Banda Aceh Rizal Munadi; Ernita Dewi Meutia; Sylvia Fitriani
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v11i2.2311

Abstract

Radio Siaran FM merupakan salah satu teknologi telekomunikasi yang digunakan untuk memberikan layanan informasi dan hiburan bagi masyarakat. Untuk menjangkau masyarakat pendengar sebagai konsumen yang ditargetkan, kualitas penerimaan siaran menjadi hal yang sangat krusial. Daya pancar dan propagasi dari pemancar dapat mempengaruhi teknis kualitas layanan pada penerima. Masalah kualitas ini menjadi obyek yang dikaji dan pendekatan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil, dilakukan pengukuran lapangan dengan menggunakan instrumen spectrum analyzer dan ditambah GPS sebagai penentu keakuratan lokasi pengukuran. Lima radio pemcancar swasta di kota Banda Aceh yang beroperasi pada frekuensi kerja 98,5 MHz hingga 103,6 MHz menjadi obyek penelitian dan akan dievaluasi. Hasil pengukuran lapangan didapati bahwa semua stasiun radio FM yang dievaluasi memenuhi standar kuat medan minimum yang diperbolehkan (Eμ) sesuai standar untuk kategori daerah rural, 54 dBμV/m  dan daerah urban, 66 dBμV/m. Hasil lain juga tidak ditemukan interferensi frekuensi dan semua stasiun masih dalam batas toleransi deviasi frekuensi kerja yang diizinkan. Dengan demikian, lima pemcancar radio FM yang dievaluasi mempunyai kualitas yang baik dan layanan yang diberikan dapat dinikmati dengan baik oleh pendengar.
Determinants of Forensic Accounting Usage Intention Among Internal Auditors in Indonesian Mining Firms Fitriani, Sylvia; Soepriyanto, Gatot
Ilomata International Journal of Tax and Accounting Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijtc.v7i2.2195

Abstract

Financial fraud and structural corruption in the Indonesian coal mining sector remain pervasive issues that necessitate the implementation of advanced investigative techniques such as forensic accounting. Drawing on the Theory of Planned Behavior (TPB) and Stakeholder Theory, this study examines how four constructs, forensic accounting perception (as a proxy for attitude), stakeholder pressure (representing subjective norms), internal control effectiveness (reflecting perceived behavioral control), and fraud risk awareness (as a cognitive stimulus), shape internal auditors’ intention to adopt forensic accounting practices within this high-risk extractive context. A quantitative explanatory research design was implemented by surveying 41 internal auditors from companies holding Izin Usaha Pertambangan (IUP) with a minimum of three years of professional experience, and data analysis was executed through Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 4 software. Empirical results demonstrate that forensic perception (β = 0.205, p < 0.05), internal control effectiveness (β = 0.300, p < 0.05), and fraud risk awareness (β = 0.340, p < 0.05) significantly and positively influence adoption intention, with the model explaining 86.1% of the variance (R² = 0.861). Stakeholder pressure yields a significant negative effect (β = −0.618, p < 0.05), which may suggest that auditors perceive coercive external demands as a threat to professional autonomy rather than a value-adding requirement, consistent with institutional reactance mechanisms. These findings indicate that internal drivers such as robust governance structures and proactive risk awareness may serve as the primary catalysts for fostering forensic accounting adoption intention. Regulators may consider complementing mandates with supportive capacity-building frameworks to reduce potential resistance, noting that this study examines intention rather than observed adoption behavior. However, this study is subject to cross-sectional, self-reported, and intention-based limitations that warrant cautious interpretation and further longitudinal investigation.