Kurniastuti Lestari, Sudaryanto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PAGELARAN WAYANG KAGOK SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DI YOGYAKARTA : STUDI KASUS TERHADAP SISWA KELAS III-VI SD NEGERI PAKEL, YOGYAKARTA Kurniastuti Lestari, Sudaryanto
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 2, Mei 2006
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.107 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh wayang kagok terhadappemahaman anak tentang seks, dan menguraikan manfaat pendidikan seks yang diperolehanak dari pagelaran wayang kagok.Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif-analitis. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar (SD) NegeriPAKEL Yogyakarta yang berusia 9 – 12 tahun. Data diperoleh dari pengamatan berperanserta (participant observation), wawancara, dan pengamatan dokumen. Untuk menganalisadata dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua pendekatan, yaitu kualitatif dankuantitatif yang digunakan secara bersamaanPementasan wayang kagok sebagai media pendidikan seks untuk anak di Yogyakartayang berjudul “Jangan Ganggu Aku” telah sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Juni2005 di SD Negeri Pakel Yogyakarta. Sebelum pagelaran, telah diberikan pre-test secaralisan kepada anak-anak tentang pengetahuan mereka mengenai organ reproduksi (penisdan vagina). Sebagian besar responden belum paham mengenai organ reproduksi mereka,sejumlah 90,9 persen responden putri dan 95,5 persen responden putra tidak mengertiapakah penis dan vagina itu. Setelah pagelaran wayang kagok diselenggarakan, penelitimemberikan post-test dalam bentuk kuesioner. Dari hasil kuesioner tersebut dapat dilihatbahwa sejumlah 90,9 persen responden putri dan 57,9 responden putra sudah dapat mengertimengenai organ reproduksi mereka. Dari hasil penelitian ini, siswa SD Negeri PakelYogyakarta sebagai responden penelitian telah memahami bahwa secara fisik, laki-lakidan perempuan berbeda dan mereka juga mengerti bagaimana bersikap defensif danmenjaga organ reproduksi mereka jika ada orang lain yang bermaksud jahat terhadapmereka.Kata Kunci: wayang kagok, pendidikan seks, anak