Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR RAMAH LINGKUNGAN DI CIBIRU WETAN Sofyan, Emma Trinurani; Machfud, Yuliati; Mulyani, Oviyanti
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.088 KB)

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pada Kelompok Wanita Tani dalam Pembuatan dan Pegelolaan Pupuk Organik Berbasis Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Lokal di desa Cibiru Wetan dilaksanakan dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ada di Desa tersebut; 1) agar mengerti dan memahami serta menerapkan beberapa metode pembuatan pupuk organik. 2) Selain itu diharapkan Kelompok Wanita Tani mampu menerapkan hasil pupuk organik yang telah dibuat pada tanaman konsumsi dan tanaman yang diusahakan pada daerah tersebut dengan harapan menambah peningkatan produktifitas baik secara agronomi maupun ekonomi.Metode yang dilakukan adalah mengenai proses pembuatan kompos, pupuk cair organik dari urine ternak dan Mikoorganimse Lokal (MOL). Untuk mewujudkan tujuan tersebut beberapa langkah yang dilakukan adalah; 1) memberikan pelatihan pada Kegiatan Penyuluhan, tanya jawab dan diskusi dan bimbingan tentang cara pembuatan pupuk kompos, pupuk organik cair dari fermentasi urine (sapi, kerbau dan kambing) dan MOL meliputi pengertian tentang pupuk organik, manfaatnya bagi tanah dan tanaman, bahan-bahan yang bisa digunakan serta pemanfaatannya bagi beberapa komoditas tanaman pangan dan hortikultura (sayuran). 2) memberikan pelatihan dengan praktek langsung pembuatan kompos padat dan pupuk cair/MOL Kelompok Wanita Tani.Target Luaran Pemberdayaan Masyarakat pada kelompok wanita tani  di Desa Cibiru Wetan  adalah ; Terciptanya  metode pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi dan dari bahan setempat. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini juga diharapkan dapat memberikan sarana promosi Mitra yang nantinya diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat dalam meningkatkan produktifitas tanamannya melaluhi penerapan pupuk organik.Hasil yang dicapai dari kegiatan ; 1). Meningkatnya partisipasi anggota kelompok wanita tani “Kudangdaunan” mencapai 75%  dalam kegiatan ini. 2) anggota kelompok wanita tani “Kudangdaunan” menerapkan POC pada tanaman konsumsi dan tanaman rimpang seperti jahe 3). Anggota kelompok tani (mencapai 70 %) juga Trampil dalam pembuatan Pupuk cair berbasis Urine dan  Mikroorganisme lokal (MOL).   
Fungsi Hubungan Sifat Kimia Tanah dan Penggunaan Pestisida dengan Kandungan Kadmium Pada Lahan Sawah Mulyani, Oviyanti; Machfud, Yuliati; solihin, Muhammad Amir
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.46370

Abstract

Polusi logam berat pada tanah pertanian merupakan salah satu tantangan berat dalam budi daya pertanian berkelanjutan. Akan tetapi, seringkali penggunaannya tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) fungsi hubungan yang memberikan pendekatan terbaik terhadap sifat kimia tanah dan pemberian pestisida terhadap kandungan Cd di tanah; dan (2) mekanisme hubungan seperti apakah yang terjadi antara sifat kimia tanah dan penggunaan pestisida terhadap kandungan logam berat Cd di tanah.  Metode penelitian mengacu kepada metode kualitatif dan kuantitatif seperti C organik, pH, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan kandungan Cd di tanah sawah Desa Batu Karut Ciparay yang diujikan pada 6 model yang berbeda baik linier maupun non linier. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji T dan uji F untuk melihat pengaruh penggunaan pestisida dan sifat kimia tanah terhadap Cd di tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model campuran adalah yang paling baik untuk menggambarkan hubungan antara penggunaan pestisida dan beberapa sifat tanahnya, dilihat dari faktor signifikansinya terhadap semua faktor dibandingkan model yang lainnya, Berdasarkan model campuran tersebut, seluruh variabel pestisida dan variabel pH, KTK dan Cd tanah memiliki hubungan positif dengan signifikansi yang tinggi dari setiap variabel peubah bebasnya terhadap kandungan Cd di dalam tanah. Pada kajian ini juga memperlihatkan kandungan Cd dipengaruhi oleh variasi penggunaan pestisida pada sistem budi daya dan variabel  pH dan KTK di dalam  tanah.
RESPONS KETERSEDIAAN KALIUM, SERAPAN K DAN HASIL JAGUNG MANIS TERHADAP APLIKASI DOSIS PUPUK NK MAJEMUK PADA INCEPTISOLS Nurlaela, Endah; Devnita, Rina; Machfud, Yuliati
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i1.37

Abstract

Fertilization is an agrotechnical method to improve soil fertility, which is crucial in increasing sweet corn production in Indonesia. Nutrient limitations in the soil often contribute to low corn yields. Inorganic fertilizers, such as compound NK fertilizers can provide essential nutrients for sweet corn. This study aims to identify the effects of different doses of compound NK fertilizers on available potassium (K), potassium uptake, and sweet corn yield. The research was conducted from October 2019 to January 2020 at the Experimental Farm and Soil Chemistry and Plant Nutrition Laboratory, Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor. The experimental method used was a Randomized Block Design (RBD) with 10 treatments and 3 replications. The treatments included 1 control (no fertilizer), 1 treatment with single N, P, K fertilizers, 5 treatments with various combinations of compound NK fertilizers (14.25:19.25) and single P fertilizer, 1 treatment with a single dose of compound NK fertilizer (14.25:19.25), and 2 treatments with various combinations of compound NK fertilizers (14.25:19.25) and single N, P, K fertilizers. The results showed that the combination of compound NK fertilizer (14.25:19.25) at 350 kg ha-1 with single P fertilizer at 50 kg ha-1 produced the best results, with available potassium at 2.13 cmol kg-1, potassium uptake at 42.37 mg plant-1, and cob weight with husk at 0.33 kg plant-1 on inceptisols in Jatinangor.