Agus Supriatmaja, Agus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETEBALAN SELAPUT KETUBAN DAN PERSALINAN PRETERM Supriatmaja, Agus
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat mengatasi masalah persalinan preterm yang merupakan masalah terbesar dalam bidang  obstetrik sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak, memerlukan  penelitian-penelitian dalam upaya menegakkan diagnosis, terapi, promotif maupun preventif. Salah satu  penelitian prospektif masa depan  yang sangat penting adalah penelitian dalam mencari penanda prediktif persalinan preterm.   Persalinan  preterm  merupakan  masalah  utama  obstetrik  yang  berhubungan  dengan morbiditas perinatal yang tinggi dan mortalitas. Sebagian besar persalinan preterm tidak dapat dijelaskan dan dianggap berasal dari persalinan preterm idiophatik atau ketuban pecah dini. Para ahli percaya bahwa hal ini berhubungan dengan respon inflamasi subklinis pada jaringan ibu dan atau  jaringan  fetus.  Penelitian  dan  studi  terbaru  menemukan  suatu  paradigma  baru  dimana ternyata persalinan preterm dan aterm mempunyai proses yang sama, kecuali usia kehamilannya. Proses tersebut melibatkan jalur umum yang terdiri dari kontraksi uterus, dilatasi  serviks dan aktivasi selaput ketuban. Persalinan aterm melewati aktivasi fisiologi dari jalur umum persalinan, sedangkan persalinan preterm timbul dari satu atau lebih komponen patologis jalur persalinan.   Aktivasi  selaput  ketuban  berhubungan  erat  dengan  persalinan  preterm.  Beberapa penelitian  menemukan  aktivasi  daripada  persalinan  preterm  berhubungan  dengan  ketebalan selaput ketuban. Faktanya  secara penelitian biokimiawi dan biomolekuler mendukung bahwa persalinan merupakan suatu kondisi seperti  inflamasi (inflammation-like condition). Ditambah dengan angka kejadian yang tinggi pada persalinan preterm  yang diakibatkan infeksi terutama chorioamnionitis, yang sebagian besar merupakan chorioamnionitis histology yang berpengaruh pada ketebalan selaput ketuban.   Fakta  tersebut  membuktikan  akan  pentingnya  pengetahuan  tentang  selaput  ketuban. Dicatat  bahwa  penebalan  selaput  ketuban  sebagai  penanda  inflamasi  berhubungan  dengan kejadian persalinan secara biokimiawi dan biomolekuler. Penelitian tentang selaput ketuban akan sangat berguna secara sendiri atau bersama-sama (kombinasi) dengan penanda prediktif lain   (biokimiawi dan atau biofisik) untuk memprediksi persalinan preterm.     Dengan  menggunakan  ultrasonography  untuk  mengukur  ketebalan  selaput  ketuban berguna untuk memprediksi persalinan preterm. Keuntungannya ultrasound merupakan alat yang tidak invasive, selektif, efisien, akurat dan pemeriksaannya pada saat ini dapat terjangkau oleh masyarakat luas di pelayanan-pelayanan kesehatan.   Selain itu pemeriksaan ini mudah, murah, dapat  diulang dan  tidak  menyakitkan.  Dapat  dilakukan  pada  saat  kunjungan  antenatal  care (ANC) di pelayanan kesehatan yang memiliki ultrasound. Kerugiannya pemeriksaan ultrasound untuk mengukur ketebalan selaput ketuban untuk memprediksi persalinan preterm adalah adanya kesalahan yang dapat terjadi karena defek daripada instrumennya (ultrasound) dan pemeriksa (teknik, keahlian, kompetensi). Serta biaya yang kadangkala tidak dapat terjangkau pada daerah tertentu karena tidak ada subsidi untuk kepemilikan ultrasound.