Persalinan preterm yang menjadi kelahiran preterm merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal baik di dunia maupun di Indonesia. Komplikasi persalinan preterm terhadap janin dapat melibatkan berbagai sistem organ tubuh, hematologi, endokrin, dan sistem saraf pusat. Dimana komplikasi yang ditimbulkan tentunya akan mengakibatkan dampak merugikan dari segi ekonomi, sosial, dan dan terutama kualitas hidup janin yang dapat bertahan hidup.  Komponen penting dari persalinan adalah terjadinya proses pematangan servik. Perubahan yang terjadi selama proses pematangan servik pada fase kedua persalinan ini disertai pula dengan invasi stroma oleh sel inflamasi. Hal ini mencetuskan hipotesa bahwa proses pematangan servik ini merupakan suatu proses inflamasi dimana terdapat kemoatatraktan yang memasukkan sel inflamasi ke dalam servik.  Proses perlunakan servik merupakan akibat dari proses pencernaan kolagen dalam servik serta peningkatan kandungan air. Dengan adanya pematangan servik maka bagian atas dari servik yaitu ostium uteri internum bergerak ke lateral sehingga menjadi sulit dibedakan dengan segmen bawah rahim. Hal ini menandakan bahwa ostium uteri internum merupakan tempat dimana proses pematangan servik menjadi maksimal.59   PGE2 bersama-sama dengan mCSF mempengaruhi sel darah putih dan fibroblas di servik menyebabkan terjadinya sintesis dan pelepasan kolagenase.  48  Kolagenase ini akan memecah jaringan kolagen servik sehingga jumlah kolagen menurun, maka terjadilah proses pelunakan atau pematangan servik. Servik yang  melunak ini akan menyebabkan mudahnya terjadi penipisan dan pembukaan.60   Agen yang dapat digunakan untuk proses pematangan servik adalah kemokin yaitu interleukin-8. Interleukin-8 mempunyai efek yang selektif dalam menstimulasi pelepasan kolagenase dari granula spesifik tanpa pelepasan protease desktruktif yang lainnya.59  Neutrofil merupakan sumber dari enzim kolagenase yang terdapat dalam granula spesifik yang dapat diproduksi melalui proses degranulasi yang diperantarai oleh sitokin yaitu interleukin-8. Dua fungsi utama dari interleukin-8 inilah yaitu proses masuknya neutrofil (recruitment) dan menstimulasi neutrofil untuk memproduksi kolagenase menjadikan interleukin-8 ini merupakan agen yang kuat untuk proses inisiasi pengaturan matriks ekstraseluler pada proses pematangan servik. Kadar neutrofil dalam darah cukup tinggi yaitu 6x106 mL  dengan produksi harian rata-rata 1011 perhari, sehingga neutrofil merupakan  sumber yang tak terbatas dari kolagenase.59  Penelitian sebelumnya menggambarkan adanya hubungan antara penanda infeksi dan atau inflamasi pada saluran genitalia atas dan saluran genitalia bawah  dengan kejadian persalinan preterm.13  Pada kehamilan, ditemukan diantara wanita dengan persalinan preterm spontan dengan membran intak, lebih dari 5 netrofil perlapang pandang (pembesaran x 400 ) sangat sensitif menunjukkan infeksi atau inflamasi dari cairan amnion. 14   49    Tidak semua pasien yang datang dengan tanda persalinan preterm akan menjadi kelahiran preterm. Tes diagnostik yang baik tidak hanya menghindari pasien dari terapi tokolitik dan efek sampingnya, tetapi juga dapat menurunkan angka perawatan rumah sakit dan juga menurunkan angka rujukan ke fasilitas perawatan perinatologi. Telah banyak tes diagnostik untuk memprediksi kelahiran preterm digunakan sebelumnya, namun belum ada yang memiliki sensitivitas dan spesifitas yang baik untuk digunakan klinisi dalam praktek sehari â hari.  Pemeriksaan neutrofil vagina telah hadir sebagai prediksi diagnostik yang tidak invasif dalam mendiagnosis persalinan preterm dan memprediksi terjadinya kelahiran preterm. Dengan tingginya nilai sensitivitas dan spesifisitas serta nilai prediksi negatif hampir mencapai 100%, pemeriksaan neutrofil vagina dapat membantu klinisi mendiagnosis persalinan preterm lebih baik lagi, dan menurunkan angka perawatan rumah sakit yang tidak diperlukan