MUZAMMIL,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN BIOETANOL UMBI SUWEG SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR HONDA VARIO CBS TAHUN 2010 MUZAMMIL,
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTingkat polusi udara khususnya di Kota Surabaya sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Penyebab utama polusi yang tinggi, 96% berasal dari kendaraan bermotor. Sumber emisi terbesar CO sebanyak 5.500.000 ton/tahun sumber Transportasi (96 persen), dan HC yang bersumber dari transportasi memberikan kontribusinya 310.000 ton/tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang kendaraan dengan menggunakan campuran premium dengan bioetanol berbahan baku umbi suweg (Amorphophallus campanulatus). Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif. Variabel bebas yang digunakan adalah pertamax, premium, dan biopremium mulai dari E5, E10, E15, dan E20. Sedangkan variabel kontrol meliputi putaran mesin yaitu stasioner (1.500 rpm), start mulai 2000 rpm sampai 8500 rpm dengan range putaran 500 rpm pada mesin 4 langkah. Pengujian dilakukan dengan rpm beban penuh (Full Open Throttle Valve), transmisi pada posisi top gear. Temperatur mesin pada temperatur kerja (60-70°C), Mesin Honda Vario CBS tahun 2010. Pengujiannya sesuai dengan standart pengujian emisi gas buang menurut SNI 09- 7118.3-2005. Untuk variabel terikat yaitu melihat tingkat polutan dari kadar emisi gas buang yang ditimbulkan yaitu CO, CO2, HC, dan O2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kandungan bioetanol pada premium dapat meningkatkan konsentrasi CO2 dan menurunkan konsentrasi CO, HC dan O2 dibandingkan dengan bahan bakar pertamax dan premium pada putaran idle. CO dan HC terhadap putaran mesin maupun Lambda, Biopremium E10 yang terendah dibandingkan dengan biopremium lainnya. Biopremium E10 dibandingkan dengan pertamax dan premium pada putaran (3000-8500rpm) jauh lebih rendah dengan CO putaran 8500 rpm sebesar 0.29%vol sedangkan untuk pertamax (kelompok standar1) sebesar 2.76%vol, dan bahan bakar premium (kelompok standar 2) sebesar 3.75%vol, kemudian konsentrasi HC pada biopremium E10 sebesar 160 ppm dan pertamax (kelompok standar1) sebesar 390 ppm serta pada bahan bakar premium (kelompok standar 2) sebesar 217 ppm. Untuk perbandingan biopremium yang optimal berada pada biopremium E5 dengan melihat parameter CO2 dan O2. Perbandingan biopremium E5 dengan pertamax (kelompok standar 1) serta bahan bakar premium (kelompok standar 2) yang optimal pada putaran (3000-8500rpm) dengan sebesar 13.98%vol dan untuk konsentrasi O2 lebih rendah sebesar 17.85%vol.Kata kunci: Bioetanol, pertamax, premium, umbi suweg, dan pengujian E0 E5 E10 E15 E20.