Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan parameter proses yang optimum sehingga dapat digunakan dilapangan. Parameter proses pengelasan sangat menentukan kualitas dari hasil pengelasan karena akan mempengaruhi kekuatan dan ketangguhan dari hasil lasan. Parameter pengelasan tersebut akan menghasilkan masukan panas yang akan berdampak pada logam las, daerah pengaruh panas dan logam induk. Dengan variasi masukan panas yang rendah dan yang tinggi diharapkan kekuatan dan ketangguhan hasil lasan masih memenuhi standar sehingga proses produksi dilapangan dapat dijamin kualitasnya. Proses pengelasan yang digunakan SMAW dengan material pipa API 5L X60 diameter 620 mm tebal 12,7 mm. Hasil pengelasan dilakukan pengujian tidak merusak (uji visual, uji maknetik partikel, uji ultrasonik dan uji radiografi) dan pengujian merusak (uji tarik, uji makro, uji kekerasan, uji tekuk dan nick break serta uji impak charpy). Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa masukan panas tinggi menghasilkan dilusi yang lebih besar yang menghasilkan daerah logam lasnya lebih lebar dibandingkan dengan yang masukan panas rendah. Hasil uji impak pada temperatur -10 oC masih memenuhi syarat yaitu di atas 35 Joule, hasil uji kekerasan masih memenuhi syarat yaitu masih di bawah 250 HV untuk daerah akar las dan di bawah 275 HV dipermukaan las, demikian juga untuk hasil uji tekuk dan nick break masih memenuhi syarat uji. Hasil uji tarik logam las dan sambungan las masih memenuhi syarat di atas kekuatan tarik minimum sehingga material API 5L X60 ini memiliki ketangguhan dan mampu las yang baik pada kondisi masukan panas rendah maupun tinggi. Kata kunci: Ketangguhan API 5L X60, masukan panas, mampu lasl> menjadi dua lapis; dengan lapisan pertama berupa lumpur primer dan lapisan kedua berupa lumpur primer yang ditaburi pasir zirkon, terbukti dapat menghilangkan cacat penetrasi logam. Penggunaan tepung zirkon tipe 2 dan pasir zirkon tipe c dengan distribusi ukuran partikel yang lebih merata dapat menghasilkan produk cor yang bebas cacat penetrasi logam serta memiliki permukaan produk cor yang halus, dengan nilai kekasaran 4,9 µm. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan densitas lapisan primer yang akan meningkatkan ketahanan panas cetakan keramik serta terisinya rongga-rongga butiran pasir pada permukaan lapisan primer oleh tepung zirkon yang halus sehingga menjaga kehalusan permukaan cetakan keramik.  Kata kunci: pasir zirkon, tepung zircon, pengecoran presisi, lapisan primer, cacat penetrasi logam