Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROSES PENGOLAHAN MINUMAN NIRA AREN DENGAN TEKNIK ULTRAFILTRASI DAN DEODORISASI Gafar, Patoni A; Heryani, Susi
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 1 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan proses pengolahan minuman nira aren denganteknik ultrafiltrasi dan deodorisasi telah dilaksanakan. Tujuan penelitian adalah untukmemperoleh data dan informasi tentang teknik terbaik dalam memroses nira yangmemenuhi syarat untuk menjadi produk minuman nira dalam kemasan. Perlakuan padapenelitian ini meliputi proses pembuatan minuman nira dengan teknik ultrafiltrasi(membran 0,01mm), teknik deodorisasi menggunakan steam, dan teknik kombinasiultrafiltrasi dan deodorisasi. Analisis contoh produk dilakukan terhadap kadar gula,keasaman (pH), logam berat dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproses pembuatan minuman nira yang terbaik adalah pada perlakuan dengan teknikkombinasi, dimana produk yang diperoleh mempunyai kadar gula 10,4 - 16,3%, pH 4,0 -4,3, logam berat Pb < 0,048 mg/kg dan Hg < 0,005 mg/kg, serta keadaan (bau dan rasa)normal atau rata-rata disukai sampai sangat disukai. Hasil pengujian parameter tersebutmemenuhi syarat standar nasional produk minuman isotonik.
KARAKTERISASI KOPI BUBUK DARI BERBAGAI KATEGORI MUTU BAHAN BAKU KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) (The Characterization of Coffee Powder from Various Quality of Robusta Coffee Bean (Coffea robusta)) Gafar, Patoni A
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 27, No 1 (2014)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

The study of the characterization of robusta coffee powder (Coffea robusta)from various quality of green bean coffee had been carried out. The study aimed to getdata and information of charracteristics of robusta coffee powder from various quality ofraw material. The study applied completely randomized design with quality category ofgreen bean as treatment (T1, T2 and T3). Parameters observed were moisture, ash content,ash alkalinity and coffee extract. The result showed that the water contents were 3.4-4.3%(w/w), ash content of 2.9-7.7% (w/w), ash alkalinity of 40-64 mlNaOH/100 g and coffeeextract of 24-54% (w/w). Compare with quality requirements of SNI 01-3542-2004, thecoffee powder from green bean category of T1 and T2 fulfill the quality standard for allparameters tested. Whereas the coffee powder of T3 green bean quality category had toohigh ash content, those were 5.9-7.7% (b/b), at SNI standard requires the maximum ashcontent of 5%.
PERFORMA TEKNOLOGI DAN MUTU JERNANG PRODUKSI INDONESIA Gafar, Patoni A
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.681 KB)

Abstract

Di Indonesia jernang diproduksi diberbagai daerah, diantaranya Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu dan Kalimantan Tengah; bahkan jernang juga tersebar sampai ke Semenanjung Malaya dam Thailand Selatan. Kandungan senyawa kimia jernang diantaranya adalah 5,7-Dihydroxy-6-methylflavan, 7-hydroxy-5-methoxyflavan dan Dracoflavan A 9Purwanto dkk, 2005). Umumnya jernang diperjual-belikan sebagai komoditi ekspor. Permintaan jernang China yang mencapai 400 ton per tahun sampai kini baru dapat dipenuhi 27 ton. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi jernang di Indonesia adalah teknologi yang digunakan sangat bervariasi dan daerah penghasil yang tersebar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari performa teknologi dan mutu jernang di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis teknologi ekstraksi (ekstraksi basah dan ekstraksi kering) dan asal daerah pengahsil (Kalimantan Tengah, Jambi dan Aceh). Jernang mengandung resin merah 70-95 persen, tergantung asal daerah dan teknik pengolahannya, sampai saat ini telah teridentifikasi 12 jenis tanaman rotan penghasil jernang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar mesin 77,03-95,61%, air 1,73-8,20%, abu 0,32-40,27%, kotoran 4,39-22,97%, titik leleh 81 - >180  dan warna merah pudar sampai merah tua. Sebagian besar jernang yang diteliti memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 1671:2010 dengan kelas mutu yaitu Mutu Super, Mutu A dan Mutu B.Kata kunci: Jernang, asal daerah, ekstraksi basah, ekstraksi kering, mutu.
The Technology of Robusta Coffee Decaffeination for Small and Medium Scale of Industries Suharman, Suharman; Gafar, Patoni A
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 28, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.454 KB) | DOI: 10.28959/jdpi.v28i2.2953

Abstract

The research on the Technology of Robusta Coffee (Coffea canephora L.) Decafeinationfor Small and Medium Scale of Industries had been carried out. The purpose of the research was to get the technology of decaffeination on robusta coffee. The research was conducted by using Completely Randomized Design (RAL) with raw material samples taken from specified area (purposive sampling), there wereMuara Enim, Pagar Alam and Lubuk Linggau Districts and then combined by composites. The main apparatus were 10 liter silindric container and 10 liter steamer with simple condenser. The treatments include boiling and steaming coffee beans at 100°C for 30, 60 and 90 minutes. The results show that the process of decreasing caffeine (decaffeination) by boiling 30, 60 and 90 minutes resulted caffeine content of 0.66%, 0.45% and 0,40% each; whereas by steaming resulted 1.65%, 0.42% dan 0.45% each. The results of this research can be applied by small and medium industres (SMIs) because simple and low cost.
PERFORMA TEKNOLOGI DAN MUTU JERNANG PRODUKSI INDONESIA Gafar, Patoni A
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.681 KB)

Abstract

Di Indonesia jernang diproduksi diberbagai daerah, diantaranya Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu dan Kalimantan Tengah; bahkan jernang juga tersebar sampai ke Semenanjung Malaya dam Thailand Selatan. Kandungan senyawa kimia jernang diantaranya adalah 5,7-Dihydroxy-6-methylflavan, 7-hydroxy-5-methoxyflavan dan Dracoflavan A 9Purwanto dkk, 2005). Umumnya jernang diperjual-belikan sebagai komoditi ekspor. Permintaan jernang China yang mencapai 400 ton per tahun sampai kini baru dapat dipenuhi 27 ton. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi jernang di Indonesia adalah teknologi yang digunakan sangat bervariasi dan daerah penghasil yang tersebar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari performa teknologi dan mutu jernang di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis teknologi ekstraksi (ekstraksi basah dan ekstraksi kering) dan asal daerah pengahsil (Kalimantan Tengah, Jambi dan Aceh). Jernang mengandung resin merah 70-95 persen, tergantung asal daerah dan teknik pengolahannya, sampai saat ini telah teridentifikasi 12 jenis tanaman rotan penghasil jernang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar mesin 77,03-95,61%, air 1,73-8,20%, abu 0,32-40,27%, kotoran 4,39-22,97%, titik leleh 81 - >180  dan warna merah pudar sampai merah tua. Sebagian besar jernang yang diteliti memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 1671:2010 dengan kelas mutu yaitu Mutu Super, Mutu A dan Mutu B.Kata kunci: Jernang, asal daerah, ekstraksi basah, ekstraksi kering, mutu.