Bambang Moelyanto S, Bambang Moelyanto
Pusat Teknologi Material

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMAKAIAN SCATTER FACTOR UNTUK MENETUKAN UMUR OPERASIONAL KOMPONEN PESAWAT TERBANG S, Bambang Moelyanto
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.308 KB)

Abstract

Umur komponen pesawat terbang dapat diperiksakan melalui analisa dari hasil uji  dinamis atau uji kelelahan pada komponennya. Hipotesa yang diperkenalkan oleh palmgren dan miner  dapat digunakan dalam menentukan rasio pembebanan dinamis untuk uji kesalahan hingga mencapai batas kerusakan komponen yang di uji.    Pada dasarnya , setiap desain komponen pesawat terbang telah diatur dalam peraturan penerbangan sipil sebagaimana tercantum didalam federal aviation regulation (far) maupun  join airworthiness requirements (jar) atau peraturan penerbangan negaran lain. Batas oprasional yang aman suatu komponen pesawat terbang di sebut sebagai safe life  sedangkan untuk komponen pesawat terbang yang masih dapat dipertahankan untuk dioperasikan dengan kondisi aman meskipun terdapat kerusakan pada komponen tersebut sering di sebut sebagai fail safe.    Metode untuk menentukan umur lelah komponen selama oprasionalnya adlah merupakan perbandingsn antara jumlah pembebanan yang di berikan dibagi dengan jumlah pembebanan kegagalan pada tingkat yang sama. Jika terjadi pembenaran berulang sampai batas terjadinya kerusakan, maka jumlah kerusakan yang terjadi merupakan jumlah dari perbandingan cycle-nys terhadap kekuatan lelah yang ada. Hal ini merupakan umur oprasional komponen pesawat terbang yang terkait dengan indeks kelelahan bahannya atau faktor sculter-nya.