Pojoh B, Pojoh
Mahasiswa Program S3 Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN AGRO-ECO-INDUSTRIAL PARK DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA B, Pojoh; R, Syarief; K.B, Seminar; ., Sudarmasto
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1723.008 KB)

Abstract

Tentang industri abat ke-21 melahirkan konsep industri berkelanjutan yang selanjutnya diikuti oleh ekologi industri, suatu konsep yang mencoba mengaplikasikan sistem ekologi yang nir-limbah ke sistem prokduksi industri . peranan dari konsep ekologi industri melahirkan istilah sco-industri park (eip). Tujuan penelitian ini adalah membangun model dinamik pengembangan agro-eco-industrial park (argo-eip)  dengan studi kasus di kota Bitung. Provinsi Sulawesi Utara. Program Komputer “ powersim studio expert 2005 dengan gunakan itu membangun model. Ariabel-variabel dominan dari model dinamik yang digunakan adalah: sub-model industri berbasis perikanan laut, sub-model industri berbasis kelapa,sub-model industri berbasis agro-kompleks, sub-model pembangkit listrik energi terburakan, dan sub-model limbah dan bahan ikutan. Hasil simulasi terhadap model yang di bangun menunjukan bahwa pada tahun ke-15 argo-aip di kota bitung potensial menurunkan limbah ikutan. Potensi penuruna limbah cair adalah sebagai berikut:darah ikan sebesar 161.950 liter (24.96 %). Urine terna sapi 161.950 lite (6.25 %) dan feces dari ternak sapi dan ayam dam feces yang di produksi di RPH adalah 2.015.733 kg (94.40 %). Peningaktan pememfaatan bahan ikutan perikanan laut sebanyak 24.290.500 kg (93.59 %) dan bahan ikutan air kelapa sebanyak 11.803.600 liter (93.01 %), tempurung kelapa 2.160.000 kg (>100 %), dan paring kelapa 2.447.200 kg(90.64 %). Secara keseluruhan menurunkan limbah cair air kelapa , darah ikan dan urine ternak sapi senbanya 12.127.500 liter (1% dari total limbah cair total). Untuk merealisir pembanguna Argi-EIP bitung maka langkah-langkah yanga dapat mempermudah realisasinya adalah terujutnya pembangunan kawasan industridi kelurahan tanjung merah. Kota bitung sebagai kawasan ekonomi kusus (KEK). Dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku perikanan laut dan kelapa perlu upaya untuk melakukan beberapa hal seperti menekan atau menurunkan aktifitas perikanan IUU (ilegal,unreported,unregulated), dan membangun kebijakan produksi industri kelapa non-konfensional. Yakni produk-produk esensial turunan kelapa untuk pemeliharaan kesehatan dan perawatan tubuh.