Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam Pelayanan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tutuyan Manoppo, Minarni
JIKMU Vol 4, No 4 (2014): Volume 4, Nomor 4 Oktober 2014
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagai bagian dari SJSN dan untuk mempercepat pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) tahun 2015, khususnya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Kementerian Kesehatan meluncurkan program Jaminan Persalinan (Jampersal) sebagai bagian terintegrasi dengan program Jamkesmas. Sesuai Pedoman Pelaksanaan Program Jamkesmas 2011, program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan masa nifas dan pelayanan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan, meningkatkan cakupan pelayanan KB pasca persalinan, serta terselenggaranya pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif, transparan dan akuntabel. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan informasi bagaimana implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam pelayanan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Tutuyan. Hasil penelitian menunjukan untuk dokumen persyaratan administrasi dan persyaratan teknis menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang dapat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Puskesmas Tutuyan secara administrasi sampai saat ini belum memenuhi syarat dan persyaratan teknis yang meliputi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, peralatan medis dan obat-obatan serta lingkup pelayanan sudah cukup baik dengan nilai 63,5% dari 100% yang ditetapkan BPJS Kesehatan Kata kunci: Persyaratan Administrasi, Persyaratan Teknis, Pelayanan Persalinan.   Abstract As part of Social Security and to accelerate the achievement of the Millennium Development Goals (MDGs) by 2015, particularly in reducing maternal mortality and infant, the Ministry of Health launched a Delivery Guarantee (Jampersal) as part of the program is integrated with medical treatment. In accordance JAMKESNAS Program Guidelines 2011, the program aims to improve the coverage of antenatal care, deliveries, postnatal care and newborn care by health personnel, increasing the scope of postpartum family planning services, as well as the implementation of the financial management of an efficient and effective, transparent and accountable . The aim of the study was to obtain information on how the implementation of National Health Insurance in service delivery in Puskesmas Tutuyan. The results show for the administrative requirements documents and technical requirements into the First Level Health Facilities which can cooperate with BPJS Health, PHC Tutuyan the administration has yet to qualify and technical requirements that include human resources, infrastructure, medical equipment and medicines, pharmaceuticals as well as the scope of services is quite good with 63.5% of the value of 100% set BPJS Health Keywords : Administrative Requirements, Technical Requirements, Service Delivery
Pembinaan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Kelompok Risiko Tinggi (Anak Tidak Sekolah) Tahun 2024 di Kabupaten Bolmong Timur Manoppo, Minarni
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/wkv1zj33

Abstract

Salah satu bagian terpenting dari kesehatan adalah kesehatan reproduksi dan berbicara kesehatan reproduksi ini erat kaitannya dengan remaja. Remaja sebagai individu yang memiliki persoalan yang sangat kompleks baik karena perubahan fisik maupun karena lingkungan sekitar. Persoalan remaja ini menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama baik Pemerintah Pusat, Daerah, keluarga dari remaja yang bersangkutan bahkan masyarakat disekelilingnya. Mempersiapkan remaja sesuai yang diamanatkan Undang-undang membutuhkan komitmen dan tanggung jawab bersama semua pihak. Kegiatan pembinaan kesehatan reproduksi remaja risiko tinggi (remaja tidak sekolah) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini sebagai salah satu upaya pelayanan kesehatan kepada remaja terutama untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi.