Olnike Haluang, Olnike
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENDERITA DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2013 - JUNI 2014 Haluang, Olnike
PHARMACON Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.4.2015.8849

Abstract

ANALISIS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENDERITA DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2013 - JUNI 2014 Olnike Haluang1), Heedy Tjitrosantoso1), Novel S. Kojong1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115   ABSTRACT Drug costs in health care last few decades have increased sharply. Antibiotics are a group of drugs used to treat infectious diseases one of which is typhoid fever. The use of antibiotics by relatively high costs can not necessarily guarantee the effectiveness of patient care. This study aims to determine the characteristics of patients typhoid fever in children who are treated in inpatient installation of  RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado and determine the cost effectiveness of antibiotic drugs used patient.This study is a descriptive and retrospective during the period January 2013 - June 2014 in the Section of Medical Record and Medical Warehouse RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The study was conducted on 45 patients with a medical record of typhoid fever in children who are hospitalized. The results showed, that majority of patients with typhoid fever in children is aged 6 - 11 years ( 35,6 % ), the male sex (58%), of the JKN patient status (71%), with oral antibiotics (66,7%) and the type of generic antibiotic drugs (84%). Antibiotics that have the lowest cost-effectiveness on the JKN patient status is amoxycilin Rp. 762 / day and the general patient status is chloramfenicol Rp. 360 / day.   Keywords : Antibiotic, Typhoid Fever Children, Cost Effectiveness. ABSTRAK Biaya obat dalam pelayanan kesehatan beberapa dekade terakhir telah meningkat tajam. Antibiotik merupakan kelompok obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit infeksi salah satunya adalah penyakit demam tifoid. Penggunaan antibiotik dengan biaya yang relatif tinggi belum tentu bisa menjamin efektivitas perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita demam tifoid anak yang dirawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan mengetahui efektivitas biaya obat antibiotik yang digunakan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan dilakukan secara retrospektif selama   periode Januari 2013 – Juni 2014 di Bagian Rekam Medik dan Gudang Medis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian dilakukan terhadap 45 catatan  rekam  medik penderita demam  tifoid pada anak yang dirawat inap. Hasil penelitian menunjukkan penderita demam tifoid anak yang terbanyak ialah umur 6 - 11 tahun (35,6%), berjenis kelamin laki-laki (58 %),  status pasien JKN (71%), dengan pemberian antibiotik secara oral (66,7 %) dan jenis obat antibiotik generik (84 %). Antibiotik yang memiliki efektifitas biaya terendah pada status pasien JKN ialah Amoxycilin sebesar Rp. 762/hari dan pada status pasien Umum ialah Chloramfenicol sebesar Rp. 360/hari.   Kata Kunci : Antibiotik, Demam Tifoid Anak, Efektifitas Biaya.  
PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI RUANG RAWAT INAP MELATI DI RUMAH SAKIT X Haluang, Olnike
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v6i1.2201

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) ialah infeksi yang terjadi di sepanjang saluran kemih, termasuk ginjal akibat poliferasi mikroorganisme.Infeksi saluran kemih dapat dibagai menjadi cystitis dan pielonefritis. Cystitis adalah infeksi kandung kemih sedangkan pielonefritis adalah infeksi pada ginjal yang dapat bersifat akut atau kronik (Corwin,2000). Sekitar 150 juta penduduk di seluruh dunia tiap tahunnya terdiagnosis menderita infeksi saluran kemih. Pravalensinya sangat bervariasi berdasar pada umur dan jenis kelamin, dimana infeksi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria yang oleh karena perbedaan anatomis antara keduanya (Rajabnia,2012). Metode yang dilakukan terhadap pasien DM tipe 2 di ruang rawat inap Melati Rumah Sakit Umum X  diantaranya : gejala penyakit, diagnose, tanda-tanda vital pasien, penanganan terhadap pasien, pemberian obat-obatan terhadap pasien, perkembangan penyakit pasien, assessment dan plan (identifikasi, manajemen dan plan DRP), semua data dikumpulkan selama pemantauan di rumah sakit umum X  mulai tanggal 21 april sampai 29 Mei 2019.