Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PT. Panca Manpowerindo Business Strategy To Overcome Future Challenges In Mining Industry Ihsan, Aulia
The Indonesian Journal of Business Administration Vol 3, No 7 (2014)
Publisher : The Indonesian Journal of Business Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In the era of globalization, and from the business standpoint capitalism already gripping throughout the life , and the nature of capitalism are expansive and exploitative, they also sounded “business efficiency” so business every year can grow but it has a domino effect. PT Panca Manpowerindo established since 2009 and first began working with PT Newmont Nusa Tenggara. As manpower providers, PT PMP got their first job called “Relining project” where the task had routine maintenance on Concentrator - SAG Mill and Ball Mill area, in recent years the business has grown as a manpower provider and a provider of haul truck operator for some heavy vehicles that are supported by Trakindo.This final project is discussing about PT Panca Manpowerindo business strategy facing the uncertain conditions in the mining industry, PT Panca Manpowerindo needs to make quick decisions in the near future so the company can still operate and still make profit. Currently, the company running an outsourcing business that supply manpower to several mining company but along with internal and external conditions in the business environment, PT PMP thinking to diversify their business by applying market development strategies and product development strategies, so PT Panca Manpowerindo not only can survive and has business continuity, but also can remain competitive in the mining industry that is currently in a period of downturn due to the enactment of UU No. 4 of 2009 on Mineral and Coal, which prohibits the export of raw minerals for some types of commodities.. Keywords : Business strategy,Diversification / Product - Market matrix strategy, Generic Competitive strategy
Studi Penyisipan Pesan Teks Terenkripsi Dalam Citra Digital Dengan Menggunakan Algoritma Vigenere Cipher dan Steganografi Least Significant Bit Ihsan, Aulia
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 7, No 2 (2023): Infotekjar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v7i2.9527

Abstract

Pesan merupakan salah satu media komunikasi antar satu individu ke individu lain. Pesan memiliki keragaman, mulai dari pesan yang bersifat umum dan pesan yang bersifat rahasia. Kerahasiaan yang terdapat dalam suatu pesan merupakan salah satu hal yang harus dijaga keamanannya sehingga pihak lain yang tidak memiliki otoritas untuk mengetahui kerahasiaan tersebut tidak dapat membukanya. Maka dari itu, muncul suatu teknik untuk mengenkripsi suatu pesan dengan algoritma kriptografi vigenere cipher. Suatu algoritma yang sulit untuk ditebak plaintextnya bahkan dikriptanalisis ciphertextnya. Tak hanya itu, pesan (plaintext) yang telah dienkripsi dengan vigenere cipher, ciphertextnya akan disisip ke dalam citra digital dengan metode steganografi LSB sehingga pesan rahasia (plaintext) akan tetap secure.
Fenomena Oversharing di Media Sosial: Studi pada Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syahada Padangsidimpuan Ihsan, Aulia; Fadhilah, Wahyuni; Sagala, Gita Roma Ito; Hasibuan, Fadhil Saputra Utama; Ritonga, Mayani
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the influence of social media usage on the tendency of oversharing among students majoring in Communication and Islamic Broadcasting (KPI). In the current digital era, social media has become an inseparable part of the daily lives of university students, yet its intensive use raises concerns regarding privacy boundaries and self-disclosure behaviours. This research employs a quantitative approach using a survey method to gather data from KPI students. The variables measured include the intensity, duration, and platforms of social media usage (as the independent variable) and the level of oversharing tendency, defined as the inappropriate or excessive revelation of personal information (as the dependent variable). The results revealed that the majority of students (70-80% on average) demonstrate low to moderate self-disclosure levels on social media. Specific findings show that 92.9% of respondents do not share sensitive experiences, 78.6% do not post emotional conditions, and 78.6% are not motivated by the need for attention or social recognition. Interestingly, 85.7% of respondents have experienced regret after posting personal information, indicating learning from negative experiences. This research contributes to understanding the dynamics of self-disclosure in the digital space and serves as a critical reflection for students regarding responsible and ethical social media utilization. Penelitian ini meneliti pengaruh penggunaan media sosial terhadap kecenderungan oversharing di kalangan mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, namun penggunaannya yang intensif menimbulkan kekhawatiran mengenai batasan privasi dan perilaku pengungkapan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data dari mahasiswa KPI. Variabel yang diukur meliputi intensitas, durasi, dan platform penggunaan media sosial (sebagai variabel independen) dan tingkat kecenderungan berbagi berlebihan, yang didefinisikan sebagai pengungkapan informasi pribadi yang tidak pantas atau berlebihan (sebagai variabel dependen). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas siswa (rata-rata 70-80%) menunjukkan tingkat pengungkapan diri yang rendah hingga sedang di media sosial. Temuan spesifik menunjukkan bahwa 92,9% responden tidak berbagi pengalaman sensitif, 78,6% tidak memposting kondisi emosional, dan 78,6% tidak termotivasi oleh kebutuhan akan perhatian atau pengakuan sosial. Menariknya, 85,7% responden mengalami penyesalan setelah memposting informasi pribadi, yang menunjukkan belajar dari pengalaman negatif. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika pengungkapan diri di ruang digital dan berfungsi sebagai refleksi kritis bagi mahasiswa mengenai pemanfaatan media sosial yang bertanggung jawab dan etis.