ROSIHAN SETYAHUDDIN B2051131004, ROSIHAN SETYAHUDDIN
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENYALURAN KREDIT DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP TINGKAT INFLASI PROVINSI KALIMANTAN BARAT B2051131004, ROSIHAN SETYAHUDDIN
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 3, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Penyaluran Kredit dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Tingkat Inflasi Provinsi Kalimantan Barat” bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh penyaluran kredit  dan nilai tukar Rupiah secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Barat. Adalah jenis penelitian deskriptif, dengan metode analisis regresi berganda dan pengujian asumsi klasik. Data diambil dari Laporan bank Indonesia, Statistik Keuangan Daerah (SEKDA), Kajian Ekonomi Regional (KER) Provinsi Kalimantan Barat berbagai tahun dan data BPS, selama 10 tahun dari 2005 sampai dengan 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penyaluran kredit terhadap tingkat inflasi di Provinsi  Kalimantan Barat secara parsial adalah negatif              (-0,208). Artinya jika jumlah kredit meningkat, tingkat inflasi justru berkurang. Hal ini karena penyaluran kredit yang terjadi di Kalimantan Barat sebagian besar disalurkan pada sektor produktif untuk investasi dan modal kerja, sehinga dapat mengimbangi produktifitas di sektor riil, disamping itu inflasi adalah kondisi yang dapat dikendalikan oleh kebijakan moneter pusat. Pengaruh nilai tukar Rupiah terhadap tingkat inflasi secara parsial adalah positif (1,273), artinya semakin tinggi nilai tukar (kurs) akan meningkatkan inflasi di Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini karena meningkatnya kurs berarti nilai mata uang di dalam negeri menjadi rendah. Secara bersama-sama penyaluran kredit dan nilai tukar Rupiah  berpengaruh dan signifikan terhadap inflasi Provinsi Kalimantan Barat. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) hanya 18,20% dipengaruhi oleh variabel kredit dan nilai tukar Rupiah (kurs Dollar), artinya faktor lain lebih dominan (81,80%)  . Kata Kunci : Kredit, Nilai Tukar, Inflasi