Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TEKNIK

ROLE OF COLOR TO SUPPORT THE ACHIEVEMENT OF RELAXATION IN BUSSINES HOTEL (CASE STUDIES OF BUSINESS HOTEL IN SEMARANG) Elsosan, Adel Issa; Pandelaki, Edward E.; Murtini, Titin Woro
TEKNIK Vol 36, No 2 (2015): (December 2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.052 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v36i2.8715

Abstract

Semarang sebagai pusat bisnis dan pariwisata di Jawa Tengah memberikan kesempatan bagi investor untuk berinvestasi di Semarang. Akhir-akhir ini bisnis perhotelan di Kota Semarang menunjukkan prospek cerah. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di hotel. Salah satu alasannya adalah banyak kegiatan seperti pertemuan yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, baik lokal maupun nasional, yang diselenggarakan di kota Semarang. Berdasarkan hasil survei awal, sebagian besar hotel di Semarang masih minim fasilitas dan tidak berlaku pentingnya pelaksanaan warna bagi pengunjung. Studi tentang peran warna untuk mencapai relaksasi ini penting karena jika relaksasi mencapai sehingga manusia dapat membuat lebih konsentrasi dan merasa menyegarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah: Studi tentang bagaimana warna mempengaruhi dalam penciptaan relaksasi di hotel bisnis di Semarang. Sampel penelitian diarahkan ke hotel menggunakan warna dingin dan hotel warna hangat di Semarang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dan analisis, kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Warna dalam menciptakan relaksasi sangat penting bagi responden dan kedua warna dingin dan warna hangat dapat membuat dan menciptakan relaksasi. (2) Hal-hal yang mempengaruhi pemilihan warna untuk meningkatkan bisnis hotel adalah tujuan untuk tinggal di hotel, pertimbangan ini untuk bekerja dan nilai pribadi seperti liburan, juga relaksasi. [Title: Role of Color to Support The Achievement of Relaxation in Bussines Hotel (Case Studies of Business Hotel in Semarang)] Semarang as a business and tourism hub in Central Java provides an opportunity for investors to invest in Semarang. Lately the hospitality business in the city of Semarang show bright prospects. It can be seen from the increasing number of tourists who stay at the hotel. One reason is that many activities such as meetings held by government agencies, both local and national, held in the city of Semarang.Based on the results of the initial survey, most hotels in Semarang still minimal facilities and do not apply the importance of the implementation of color for visitors. Study about role of color to achieve relaxation is important because if the relaxation achieve so human can make more concentration and feel refresh. The aim of this study is: Study about how colors influence in creation of relaxation in business hotel in Semarang. The research sample is directed to the hotel using a cool color and a warm color hotel in Semarang. The method analysis used is descriptive analysis. Based on the result and analysis, the conclusion in this research are: (1) Thecolor in creating relaxation is very important for the respondent and both cool color and warm color can make and creating relaxation. (2)The things that affect the selection of colors to enhance the hotel business is for the purpose to stay in hotel, the consideration is for work and personal value such as holiday, also the relaxation. 
KONSEP WATERFRONT PADA PERMUKIMAN ETNIS KALI SEMARANG Sarinastiti, Ajeng; Rukayah, R. Siti; Murtini, Titin Woro
TEKNIK Vol 36, No 2 (2015): (December 2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2568.36 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v36i2.7023

Abstract

Kali Semarang sebagai sungai bersejarah di Semarang, dahulu memiliki fungsi transportasi yang membelah perekonomian dan pertahanan kota. Bermacam etnis pedagang tinggal di sekitarnya hingga daerah tersebut menjadi permukiman etnis. Contohnya Kampung Melayu, etnis Tionghoa pada Kampung Pecinan, etnis Arab pada Kampung Kauman, serta Kampung Sekayu. Dan juga Kawasan Kota Lama sebagai daerah bersejarah dalam masa pemerintahan Kota Semarang. Kali Semarang memberi pengaruh fungsi waterfront pada permukiman tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep waterfront pada permukiman etnis Kali Semarang, yaitu Kampung Melayu, Kawasan Kota Lama, Kampung Pecinan, Kampung Kauman, dan Kampung Melayu. Diperlukan eksplorasi dan deskripsi keadaan yang mendalam untuk mengidentifikasikan informasi baru pada lokasi penelitian dengan konsep atau teori yang menjelaskan fenomena yang akan terjadi. Metode kualitatif rasionalistik digunakan dengan landasan teori mengenai waterfront dan permukiman etnis disertai dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari berbagai sumber, observasi lapangan langsung, dan pertanyaan mendalam kepada key person. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya Kampung Melayu dan Kawasan Kota Lama yang pada awal mulanya menggunakan konsep waterfront karena lokasinya merupakan kawasan pelabuhan, pergudangan, dan perdagangan. Kampung Pecinan sebagai kawasan perdagangan, serta Kampung Kauman dan Kampung Sekayu sebagai permukiman tidak menggunakan konsep waterfront.[Title: Waterfront Concept on Ethnic Settlement in Kali Semarang] Kali Semarang, as a historical river in Semarang, has function as transportation to support the economy and city. Many ethnic traders settled around, so that area becomes ethnic settlement, such as Kampung Melayu, Chinese ethnic in Kampung Pecinan, Arabian ethnic in Kampung Kauman, and Kampung Sekayu, and Kota Lama areas as historical area in Semarang’s government era. The Kali Semarang giving influence of the waterfront function of those area. This paper purposes to understand waterfront concept of ethnicity settlement around Kali Semarang, such as: Kampung Melayu, Kawasan Kota Lama, Kampung Pecinan, Kampung Kauman, and Kampung Melayu. Exploration and deeper situations description are needed to identify new informations in respected location completed with concept or theories that explain the phenomenon. The qualitative rationalistic method is used for explaining theoritical basis regarding waterfront and ethnical settelement by data collecting through literature study, field observation, and key person question. The result of this research shows that Kampung Melayu and Kota Lama are pioneer to use the waterfront concept because of it location constitute as sea port area, warehouse, and commerce. Kampung Pecinan as a commerce area, Kampung Kauman and Kampung Sekayu, as settlement, did not use the waterfront concept.