Arief Sabaruddin, Arief
Pusat Litbang Permukiman, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jalan. Panyaungan Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RUMAH PRODUKTIF (SEJAHTERA) BAGI MASYARAKAT TANPA PEKERJAAN (The Productive House for Jobless People) Sabaruddin, Arief; Meilani, Lya; Utami E.R, Titi
Tesa Arsitektur Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The basic function of house has as place for growth and development of family. The terminology of the decent house is not only limited to the physical aspect but also to be proper on the social, cultural and economic (non-physical aspects). The definition of house as a place that support a welfare of the occupant is not reached yet. The high rates of the unemployment in Indonesia, from the standpoint of housing shows that the function of house is not optimized yet. It have not been find a concept of productive house base on the culture “gotong-royong” is the the main problem in this research.This study aims to explore the concept of home and housing provision that can improve the welfare of its inhabitants. The research method is to conduct exploration analysis approach concepts and values of the family home as development human aspect of environmental, social, and economic. The results of the study is the concept of a productive house model.
Kajian Efektivitas Kebijakan Fiskal pada Rumah Susun Sederhana Milik Sabaruddin, Arief
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.58 KB)

Abstract

The background of this study is about the increasing of investment finance of flat supply, but in the other hand people can't reach it anymore because of the sustaining of economical crisis. The number of unemployment is still high, and it makes some people hard to get a good neighborhood. The high number of new houses and backlog's need can't be facilitated completely yet by government. The effectively of subsidy is not seen yet, this study done to identify more the effective forms of fiscal subsidy which is done continually until now : which is most effective of tax and acceptance subsidy in the own flat supply. From the result of the study seen that an acceptance subsidy is more effective on increasing people's affordability than a tax subsidy one.
Metode Kovariansi dalam Penilaian Kinerja Kemampuan Adaptasi Bangunan terhadap Lingkungan Sabaruddin, Arief; Karyono, Tri Harso; Tobing, Rumiati R.
Jurnal Permukiman Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.30-38

Abstract

Penelitian arsitektur terkait dengan pengukuran kinerja bangunan terhadap kemampuan adaptasi pada lingkungan (iklim mikro), sering sekali terkendala oleh kondisi tempat dan cuaca, yang tidak memiliki kesamaan ketika kegiatan pengukuran dilakukan pada beberapa sampel. Beberapa variabel data yang diukur sulit untuk dikontrol, seperti dalam pengukuran udara (iklim mikro). Pada kasus penelitian pengaruh desain terhadap kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, diperlukan beberapa sampel yang diambil dari desain yang berbeda. Kegiatan membandingkan kinerja dua objek bangunan pada lokasi yang berbeda, seperti perbedaan lokasi antara kawasan pantai dataran rendah dengan lokasi pada dataran tinggi. Kinerja bangunan dalam hal ini dinyatakan sebagai kemampuan desain bangunan untuk beradaptasi terhadap lingkungan outdoor terhadap lingkungan indoor. Bangunan berfungsi melindungi penghuninya dari gangguan di luar bangunan. Dalam penelitian arsitektur demikian terdapat tiga variabel utama, yakni, sebagai variabel dependen adalah lingkungan indoor, variabel independen adalah lingkungan outdoor dan variabel faktor adalah aspek-aspek desain. Metode Analisa Kovariansi sudah umum digunakan pada penelitian pada disiplin ilmu di luar disiplin arsitektur. Tulisan ini menjelaskan penerapan metode dengan Analisa Kovariansi dalam mengukur kinerja desain bangunan secara murni tanp a pengaruh perbedaan tempat dan iklim mikro.
Faktor-Faktor Disain Rumah Susun yang Berpengaruh Terhadap Kenyamanan Termal Sabaruddin, Arief; Tobing, Rumiati R.; Karyono, Tri Harso
Jurnal Permukiman Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2012.7.76-87

Abstract

Isu kenaikkan muka air laut akibat pemanasan global, telah menjadi topik yang menarik pada abad ini, namun belum banyak yang dapat digali antara keterkaitan disain bangunan yang menjadi faktor pemicu terbentuknya emisi CO2, tersebut. Penelitian ini merupakan kajian terhadap faktor-faktor disain bangunan yang berpengaruh terhadap kenyamanan visual yang berpengaruh pada besarnya penambahan emisi CO2, , pada studi kasus rumah susun di Kota Bandung. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metoda statistik faktorial disain. Faktor-faktor yang digali merupakan bentuk pola perlakuan disain, yang meliputi; orientasi bangunan, tipe bangunan serta posisi unit hunian. Dari hasil analisis terbukti bahwa faktor-faktor disain yang mempengaruhi kenyamanan termal dan berpeluang menghasilkan emisi CO2, adalah orientasi bangunan dan tipe bangunan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan kriteria disain bangunan rendah emisi CO2, pada tahap operasional.
Model Perhitungan Kandungan Emisi Co2 pada Bangunan Gedung Co2 Sabaruddin, Arief; Karyono, Tri Harso; Tobing, Rumiati R.
Jurnal Permukiman Vol 6 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.154-163

Abstract

Meningkatnya kandungan CO2 di atmospher telah menyebabkan efek gas rumah kaca, yang mengakibatkan naiknya temperatur bumi, sehingga terjadi pencairan cadangan es di kutub utara dan selatan serta cadangan es di dataran tinggi. Peningkatan gas CO2 disebabkan oleh proses pembakaran yang dibutuhkan dalam menjalankan sarana dan prasarana penunjang kehidupan kehidupan dan penghidupan manusia. Bangunan gedung berpeluang mengeluarkan 30% dari total emisi CO2 yang dihasilkan oleh kehidupan manusia. Terdapat 2 cara emisi CO2 yang berasal dari bangunan, yaitu emisi CO2 yang dihasilkan ketika proses pembangunan (embodied CO2 emission) serta emisi CO2 yang dihasilkan pada pemanfaatan bangunan. Konsep green building adalah salah satu pendekatan untuk menjamin terjaganya kualitas lingkungan agar tetap langgeng. Salah satu indikatornya adalah bangunan tersebut harus mengkonsumsi energi secara efisien sampai dengan zero energy. Namun nyatanya pemanasan global belum dapat diukur oleh besar konsumsi energi, akan tetapi dari besarnya emisi CO2 yang dihasilkan oleh bangunan. Hal tersebut disebabkan, besarnya emisi CO2 yang dihasilkan oleh setiap pembangkit listrik memiliki nilai yang berbeda-beda. Pembangkit listrik tenaga uap dengan batu bara menghasilkan emisi CO2 940 gr CO2 setiap 1 kWh, sedangkan energi listrik tenaga diesel menghasilkan 581 gr CO2 untuk 1 kWh. Sebagai upaya mitigasi terhadap pemanasan global, sudah saat-nya, besarnya emisi CO2 yang dihasilkan oleh bangunan tersebut dikendalikan. Proses pengendalian dapat dilakukan pada tahap perencana an maupun tahap pelaksanaan, sebagai upaya untuk menurunkan emisi CO2 yang dikandung oleh bangunan. Untuk menunjang proses perencanaan bangunan gedung rendah emisi CO2 tersebut diperlukan tools, yang berfungsi untuk mengukur/menghitung besarnya emisi CO2 pada bangunan. Tools tersebut akan memberi informasi besarnya harga satuan emisi CO2 pada bangunan gedung per meter persegi (HSEBG).