Made Widiadnyana Wardiha, Made Widiadnyana
Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF PERAN ADAT DAN KEPERCAYAAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERKACA PADA ADAT YANG ADA DI PERMUKIMAN TRADISIONAL Wardiha, Made Widiadnyana
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.848 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.114-121

Abstract

Pembangunan fasilitas air minum dan sanitasi secara swadaya merupakan salah satu cara untuk melibatkan masyarakat dalam program pembangunan. Walaupun masyarakat sudah dilibatkan, namun pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat seringkali belum maksimal. Kurangnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor. Faktor lainnya yang kemungkinan berperan adalah karena kurang diperhatikannya aspek adat dan kepercayaan dalam proses pembangunan. Makalah ini mencoba mengkaji mengenai peran adat dan kepercayaan masyarakat dalam pembangunan fasilitas untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Tujuannya adalah untuk memberikan salah satu aspek yang dapat diperhatikan apabila akan memberikan sosialisasi atau membangun infrastruktur sanitasi bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu pengumpulan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dari tahun 2010 sampai tahun 2016 mengenai adat dan kepercayaan di permukiman tradisional yang berpengaruh terhadap perilaku sanitasi masyarakat, yang kemudian dikomparasi dengan hasil penelitian ilmiah lain mengenai peran adat dan kepercayaan dalam peningkatan kualitas lingkungan di masyarakat secara umum. Hasil penarikan kesimpulan pada kajian ini adalah bahwa adat dan kepercayaan merupakan aspek yang cukup kental terkait dengan kehidupan masyarakat Indonesia, dimana hal ini perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai sanitasi dan program-program pembangunan bidang air minum dan sanitasi. Pelibatan para pemimpin adat di masyarakat serta penggunaan slogan atau motto yang bernuansa adat setempat juga dapat dilakukan dalam program seperti sosialisasi kepada masyarakat.
Inovasi dalam Percepatan Serah Terima Aset untuk Memaksimalkan Manfaat Pembangunan Rumah Susun kepada Penerima Bantuan Wardiha, Made Widiadnyana
Jurnal ABDILAWE Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v3i1.1483

Abstract

Pemindahtanganan atau serah terima aset rumah susun merupakan salah satu cara agar mengoptimalkan manfaat rumah susun tersebut kepada penerima bantuan. Namun dalam proses serah terima aset, masih banyak permasalahan yang terjadi seperti ketidaksinkronan data, dokumen yang belum lengkap, kesulitan penerbitan persetujuan bangunan Gedung (PBG), dan sebagainya. Di Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV (BP2P Jawa IV) masih ada 52 tower rumah susun yang belum diserahkan dan dalam tahap pengumpulan dokumen. Untuk mempercepat pengajuan dokumen, telah dilakukan beberapa inovasi yaitu 1) inovasi satu data menggunakan aplikasi drive yang telah difasilitasi oleh Kementerian PUPR; 2) perapihan pengiriman dokumen dengan cara melakukan pengiriman langsung, menggunakan surat pengantar dan terkirim melalui aplikasi Tata Naskah Dinas Elektronik, serta pendokumentasian saat penyerahan melalui tanda terima dan foto; 3) pendampingan pengurusan PBG serta sertipikat dari BP2P Jawa IV kepada penerima bantuan. Ketiga inovasi tersebut sudah memberikan hasil yang cukup baik yang terlihat dari penilaian responden bahwa satu data aset dapat memudahkan dalam pengelolaan dan pembacaan data aset, serta terlihat dari tren peningkatan jumlah dokumen aset rumah susun yang diajukan untuk diproses sejak inovasi tersebut diterapkan. Diharapkan dengan inovasi tersebut, serah terima aset rumah susun kepada penerima bantuan dapat dipercepat sehingga dapat memaksimalkan manfaat yang diterima dari bantuan tersebut.
Karakteristik Limbah Pengawet Boron dan CCB Dalam Proses Pengawetan Bambu Petung dan Gewang Serta Alternatif Pengelolaannya Wardiha, Made Widiadnyana; Pradnyana Dibya, I Ketut Yogi
Jurnal Permukiman Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.64-69

Abstract

Bambu laminasi dan gewang laminasi merupakan salah satu produk bahan bangunan pengganti kayu. Dalam pemanfaatannya sebagai pengganti kayu, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah ketahanan terhadap faktor luar. Upaya untuk meningkatkan ketahanan terhadap faktor luar adalah pengawetan. Bahan pengawet yang sering digunakan adalah boron dan CCB (copper, chrome, boron) dan diawetkan dengan metode perendaman dingin. Kendala yang dihadapi dalam proses pengawetan ini adalah adanya limbah bahan pengawet yang tersisa yang perlu dikelola. Namun, agar bisa diketahui alternatif pengelolaannya, perlu diketahui karakteristik limbahnya terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik limbah pengawet boron dan CCB dan menganalisa alternatif pengelolaannya. Pengumpulan data karakteristik limbah dilakukan dengan pengujian laboratorium. Data karakteristik direkapitulasi dan dibandingkan dengan baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010. Analisis alternatif pengelolaannya dilakukan dengan kajian referensi hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil yang diperoleh yaitu: 1) limbah pengawet boron dan CCB tidak memenuhi baku mutu air limbah, dan kandungan pencemar pada limbah CCB lebih tinggi daripada boron; 2) Pengolahan limbah pengawet boron dapat dilakukan dengan pengolahan alami. Sedangkan limbah pengawet CCB perlu dilakukan pengolahan secara fisika dan kimia. Kata Kunci: limbah pengawet, boron, CCB, baku mutu, pengelolaan
Feasibility Study on the Value of Self-Help Housing Stimulus Assistance to Achieve Liveable Houses for Communities in East Java Province Wardiha, Made Widiadnyana
RUAS Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2025.023.02.5

Abstract

Self-Help Housing Stimulus Assistance (BSPS) is a program that renovates unlivable houses with government funds of IDR20,000,000, with the remaining funds provided by the program recipient’s self-help funds. The assistance value has been set since 2020, but, aside from inflation, the community also stated that it was insufficient. Therefore, a study was conducted to assess the adequacy of assistance value by sampling 195 BSPS recipients across nine regencies/cities in East Java Province. The results showed that the BSPS house renovation costs were influenced by the recipient's self-help value, averaging IDR11,583,677. Although the average self-help value is quite large, the BSPS assistance of IDR 20,000,000 still needs to be increased to between IDR 21,000,000 and IDR 26,000,000. An increase in assistance value from IDR1,000,000 to IDR6,000,000 will provide relief for the community through self-help and optimize the amount of assistance and community self-help to meet the needs for livable housing specifications. The results of this study can also inform a re-examination of the design and budget plan for simple houses for the community, especially those with low incomes, to ensure they remain liveable and affordable.