Penelitian ini hendak mengungkap priyayi dan kawula dalam Pasar, sebuah novel karya Kuntowijoyo. Konsep bibit (keturunan), bebet (kekayaan), dan bobot (pengetahuan) yang digunakan sebagai kriteria untuk menjadi priyayi, di zaman modern ini harus kembali ditinjau. Selain priyayi terpelajar, ada dua jenis priyayi lain menurut Kuntowijoyo, yaitu priyayi yang bekerja pada raja dan priyayi yang bekerja untuk kerajaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dalam membedah novel Pasar dengan tujuan untuk mencari kriteria dan jenis gelar priyayi yang bisa diraih seseorang meski ia tidak mempunyai bibit dan bebet priyayi. Hasil penelitian pada novel ini menegaskan bahwa pendidikan dapat meningkatkan kelas sosial seseorang sebagaimana yang telah Kuntowijoyo definisikan sebagai priyayi terpelajar.Abstract:The research is intended to reveal the priyayi and kawula concept in the novel of Pasar, by Kuntowijoyo. Three modalities of bibit (descendant), bebet (wealth), and bobot (knowledge) used as a criterion to become priyayi, in this modern epoch have tobe evaluated. Besides educated priyayi, Kuncoro also divides two other kinds of priyayi ,namely, priyayi who works for the king and the other who works for the kingdom (government). This research applies the content analysis method in order to find the criteria and type priyayi title which can be reached by someone who does not have the priyayi’s bibit and bebet. The result of the research on this novel asserts that education can improve someone’s standard as Kuntowijoyo defined as educated priyayi.