Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN USAHA SERVIS MOTOR BAGI PEMUDA KARANG TARUNA DESA SARIMULYA Kaliwanto, Budi; Herlambang, Bambang; Anam, Ahsonul; Waltam, Deden Rosid
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i1.17060

Abstract

Servis motor dapat menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan karena perolehan keuntungannya yang menjanjikan, terutama jika letak usaha berada di daerah yang padat penduduk dan di pinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor. Apalagi jika aktivitas warganya sangat tinggi sehingga tidak ada kesempatan pergi ke bengkel resmi yang jaraknya juga jauh. Maka bengkel servis tersebut menjadi satu-satunya pilihan. Diperlukan beberapa strategi untuk mendukung kelancaran usaha tersebut. Keberhasilan usaha servis motor tergantung pada aspek baik teknis maupun manajemen. Mitra kegiatan PKM ini adalah para pemuda yang tergabung dalam organisasi karang taruna. Usaha servis motor tersebut dilaksanakan berdasarkan pengalaman seadanya tanpa adanya pengetahuan dan perencanaan yang memadai. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan kedua mitra terdapat beberapa masalah yang dihadapi baik dalam proses pemilihan peralatan, desain usaha, proses eksekusi servis motor maupun pemasaran. Belum adanya pengetahuan manajemen yang memadai dan hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan. Masalah selanjutnya adalah manajemen keuangan yang belum rapi, dimana masih campuraduk antara uang hasil usaha dengan uang pribadi. Solusi yang diusulkan atau ditawarkan dalam kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut: 1. Aspek teknis: a. membuat panduan model mengenai manajemen mutu baik dalam proses pemilihan alat dan bahan serta proses servis motor; b. mengaplikasikan teknologi servis motor dengan peralatan yang lebih canggih dibandingkan dengan cara konvensional. 2. Aspek manajemen: memberikan pelatihan manajemen bisnis/usaha meliputi perencanaan sampai pengendalian baik dalam aspek teknis ataupun manajemen. 3. Aspek kenyamanan dan kepuasan pelanggan: memberikan strategi kenyamanan dan kepuasan kepada pelanggan ketika melakukan servis motor, sehingga pelanggan memutuskan tempat usaha tersebut menjadi satu-satunya pilihan, dan bahkan membantu menarik calon pelanggan lainnya.
Uji Mekanik Hasil Pengelasan SMAW dengan Variasi Arus pada Rangka Alat Praktikum Uji Rugi-Rugi Aliran Fluida Herlambang, Bambang
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengelasan merupakan teknik penyambungan logam yang esensial dalam pengembangan dan perbaikan berbagai struktur. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas dan kekuatan sambungan las adalah arus listrik yang digunakan selama proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan mekanik hasil pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dengan menggunakan variasi arus pada rangka alat praktikum uji kerugian aliran fluida. Dalam penelitian ini, pengelasan dilakukan pada rangka alat praktikum dengan tiga variasi arus, yaitu 70A, 80A, dan 90A. Spesimen yang dihasilkan kemudian diuji melalui uji tarik dan uji kekerasan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus terhadap kekuatan mekanik sambungan las. Data yang diperoleh dari hasil pengujian dianalisis secara statistik guna menentukan hubungan antara arus pengelasan dan kekuatan mekanik yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan memiliki dampak signifikan terhadap kekuatan mekanik sambungan las. Sambungan las yang dibuat dengan arus 70A memiliki kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan sambungan yang dihasilkan dengan arus 80A dan 90A. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pemilihan arus pengelasan yang tepat untuk mencapai hasil las dengan kekuatan mekanik terbaik.
Evaluation of Surface Roughness of ST-60 Steel Material After Turning Process With Variation of Rotation Herlambang, Bambang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v8i2.48933

Abstract

It is necessary to select the right material, set the right machine, and determine the optimal machining parameters to obtain the best quality product. In the lathe process, surface roughness is a very important factor and is the main indicator in assessing the quality of the workpiece. Surface roughness can be used to evaluate whether the workpiece meets quality standards or not. The lower the surface roughness value on the workpiece, the better the quality. Conversely, a high surface roughness value can have a negative impact on the performance of the workpiece mating components, because it increases friction on the machine elements that are in contact with each other. This study aims to determine the effect of variations in spindle rotation, feed speed, and feed depth on the level of surface roughness resulting from the lathe machining process. In addition, this study also aims to identify which factors contribute the most to achieving optimal surface roughness in the lathe machining process. The samples to be used is steel ST-60 with a diameter of 22 mm and a length of 120 mm in the form of a solid cylinder. The lathe machine to be used is Conventional Milling Machine equipped with Rotary Table, Dividing Head and Machine Clamp. The samples was turned at cutting depth 0,5 mm with rotation 140, 280, 560, 1.120 Rpm and feeding length 5 cm. The experiment was conducted with three repetitions on each combination of variables to ensure the accuracy of the data obtained. Surface roughness measurements were carried out horizontally on the surface of the workpiece by taking three times the data on each workpiece. The results show that the smoothest surface is achieved at low rotation speed 140 Rpm with Ra value 1.140 µm and the highest value of Ra is 2.690 µm at 560 Rpm. This is due to at low speeds in the turning process helps reduce excess cutting forces, heat, tool wear, and vibration, resulting in smoother surfaces.