Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER BAGI BANGSA INDONESIA ., Muhdi
INTEKNA Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter kini menjadi isu utama pendidikan. Selain menjadi bagian dari pro-ses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Pendidikan karak-ter bangsa ini haruslah bermuara pada dasar falsafah sendiri, yakni Pancasila baik pada tataran konsep maupun aplikasinya. Sesuai dengan tata urutan Pancasila, sila pertama Ketuhanan yang maha Esa menjadi titik awal pendidikan karakter. Dengan ini diharapkan karakter yang muncul benar-benar bersifat laten, kuat, dan fungsional dalam kehidupan nyata sebab merupakan ekspresi dari kesadaran teologis yang telah ada pada hati sanu-bari manusia yang terdalam. Kesuksesan internalisasi pendidikan karakter untuk anak bangsa ini sangat ditentukan oleh integritas tiga kutub l,yakni kutub pendidikan formal (sekolah/kampus), kutub keluarga, dan kutub masyarakat.
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI BANGSA INDONESIA ., Muhdi
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter kini menjadi isu utama pendidikan. Selain menjadi bagian dari pro-ses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Pendidikan karak-ter bangsa ini haruslah bermuara pada dasar falsafah sendiri, yakni Pancasila baik pada tataran konsep maupun aplikasinya. Sesuai dengan tata urutan Pancasila, sila pertama Ketuhanan yang maha Esa menjadi titik awal pendidikan karakter. Dengan ini diharapkan karakter yang muncul benar-benar bersifat laten, kuat, dan fungsional dalam kehidupan nyata sebab merupakan ekspresi dari kesadaran teologis yang telah ada pada hati sanu-bari manusia yang terdalam. Kesuksesan internalisasi pendidikan karakter untuk anak bangsa ini sangat ditentukan oleh integritas tiga kutub l,yakni kutub pendidikan formal (sekolah/kampus), kutub keluarga, dan kutub masyarakat.
Islam Wasathiyah dalam Bingkai Digital Guna Membangun Narasi Moderasi Beragama Rizki, Putri Zakiyah Ar; ., Muhdi
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i4.4001

Abstract

This study examines the role and implementation strategies of Wasathiyah Islam within a digital framework to build a narrative of religious moderation in Indonesia. The development of digital media has transformed patterns of da'wah and religious authority, while simultaneously giving rise to challenges in the form of polarization, hoaxes, hate speech, and immoderate religious content. In this context, Wasathiyah Islam has become an important paradigm emphasizing the values ​​of moderation, balance, tolerance, and justice in religious life. This study uses a descriptive qualitative approach with content analysis techniques on digital da'wah content produced by mainstream Islamic organizations, such as the Indonesian Ulema Council (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), and Muhammadiyah, through Instagram, Facebook, TikTok, and YouTube. The results show that digital media plays a strategic role in disseminating the values ​​of Wasathiyah Islam through multi-platform da'wah, digital religious literacy, and the production of counter-narratives against extremist ideologies. The implementation of digital Wasathiyah Islam is carried out through strengthening the role of Muslim preachers and influencers, the formation of a cyber da'wah team, and collaboration between religious and state institutions, particularly the Ministry of Religious Affairs and the Ministry of Communication and Information Technology. This study concludes that strengthening Wasathiyah Islam in the digital space is a strategic step in building inclusive and sustainable religious moderation in Indonesia.