This Author published in this journals
All Journal Biomedika
Isti’anah S, Isti’anah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEK LARVISIDAL EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimumsanctum Linn) TERHADAP LARVA INSTAR III Culexquinquefasciatus LA, Wijayani; S, Isti’anah
Biomedika Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis carried by mosquito Culex quinquefasciatus. Filariasis cause elephantiasis sequelae that often lower the sufferers productivity . Eradication of the disease is difficult, then , an attempt to do is to control the vector. The other way is to use insecticide vector control plant. Basil (Ocimum sanctum Linn) which contain fiavonoids, saponins, and eugenol has been shown in the laboratory have larvicidal effect. This study aimed to determine the larvicidal effects from Ethanol extract 96% of basilleaf (Ocimum sanctum Linn) against third instar larvae of Culex quinquefasciatus. This is an laboratory experimental methods with Post test only control group design. The Ethanol extract of basil leaf (Ocimum sanctum Linn) diluted to a concentration of 5000 ppm, 4500 ppm, 4000 ppm, 3500 ppm, 3000 ppm, 2000 ppm, 1500 ppm, 1000 ppm. The experiments were repeated three times. Each experiment included a control ie Tween 20 of 0.25% in distilled water. Statistical analysis was performed with Kruskal-Walls test and probit analysis to determine LC50 and LC90. In the analysis result of Kruskal Walls (CI: 95%) it obtained the results that each test group had a significant difference (p=0,005) in mortality of third instar larvae of Culex quinquefasciatus.The results of probit analysis showed that the ethanol extract of basil leaf give the concentration LC50 and LC90 2281.931 ppm and 5016.314 ppm. Ethanol extract 96% of basilleaf (Ocimum sanctum Linn) has an larvicidal effect on third instar larvae of Culex quinquefasciatus.Keywords: Culex quinquefasciatus - larvicidal - ethanol extract - Basilleaf (Ocimum sanctum Linn).
UJI DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK ETANOL 70 % BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP CACING Ascaridia galli In vitro G, Yusmira; S, Isti’anah
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit Askariasisdi Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak.Penyakit ini juga memiliki dampak merugikan, sehingga diperlukan usaha untuk mengatasi infeksi Ascaris lumbricoides. Penggunaan obat cacing di masyarakat masih belum optimal, sehingga perlu adanya alternatif pengobatan lain untuk penyakit ini. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung saponin dan flavonoid yang diduga memiliki efek antihelmintik. Mengetahui daya antihelmintik ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing Ascaridia galli In vitro.Penelitian merupakan eksperimental laboratoris.Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terdiri atas 4 konsentrasi 100%, 50%, 25% dan 12,5% dengan empat kali replikasi. Padasetiap kelompok perlakuan dimasukkan 10 ekor cacing yang diamati kematiannya setiap 1 jam sampai batas maksimal. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, dan dilanjutkan dengan analisis probit dilakukan untuk mengetahui LC50, LC90, LT50 dan LT90. Rerata waktu kematian cacing pada konsentrasi 100%, 50%, 25% dan12,5% serta kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna p=0,000 (p<0,05) dengan LC50 sebesar 26,852% dan LC90 sebesar 65,85%. Pada konsentrasi 100% ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum) nilai LT50 adalah 3,207 jam dan nilai LT90 adalah 5,481 jam. Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) memiliki efek antihelmintik terhadap cacing Ascaridia galli in vitro.Kata Kunci : Antihelmintik, Bawang putih (Allium sativum), Ascaridia galli, in vitro
UJI DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK ETANOL 70 % BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP CACING Ascaridia galli In vitro G, Yusmira; S, Isti’anah
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1586

Abstract

Prevalensi penyakit Askariasisdi Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak.Penyakit ini juga memiliki dampak merugikan, sehingga diperlukan usaha untuk mengatasi infeksi Ascaris lumbricoides. Penggunaan obat cacing di masyarakat masih belum optimal, sehingga perlu adanya alternatif pengobatan lain untuk penyakit ini. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung saponin dan flavonoid yang diduga memiliki efek antihelmintik. Mengetahui daya antihelmintik ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing Ascaridia galli In vitro.Penelitian merupakan eksperimental laboratoris.Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terdiri atas 4 konsentrasi 100%, 50%, 25% dan 12,5% dengan empat kali replikasi. Padasetiap kelompok perlakuan dimasukkan 10 ekor cacing yang diamati kematiannya setiap 1 jam sampai batas maksimal. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, dan dilanjutkan dengan analisis probit dilakukan untuk mengetahui LC50, LC90, LT50 dan LT90. Rerata waktu kematian cacing pada konsentrasi 100%, 50%, 25% dan12,5% serta kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna p=0,000 (p<0,05) dengan LC50 sebesar 26,852% dan LC90 sebesar 65,85%. Pada konsentrasi 100% ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum) nilai LT50 adalah 3,207 jam dan nilai LT90 adalah 5,481 jam. Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) memiliki efek antihelmintik terhadap cacing Ascaridia galli in vitro.Kata Kunci : Antihelmintik, Bawang putih (Allium sativum), Ascaridia galli, in vitro