Permasalahan sampah di Indonesia tidak hanya berakibat buruk pada lingkungan tapi sudah merenggutkorban jiwa. Tahun 2006 di TPA Bantargebang tiga orang meninggal terkubur sampah. Pada tahun2003 masa pengoperasian TPA Bantar Gebang telah berakhir. Saat itu Pemprop DKI Jakarta melakukanpembuangan sampah ke TPA Cilincing, Jakarta Utara. Pembuangan sampah dilakukan dengan caraopen dumping sehingga menyebabkan petambak menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kabupaten Serang sebagai daerah penyangga Ibukota Jakartamempunyai masalah yang sama dalam pengelolaan sampah. Penelitian dilakukan untuk menentukanteknologi pengolahan sampah di TPA regional, mengidentifikasi potensi pembiayaan pengolahansampah, dan mengidentifikasi bentuk kelembagaan pengolahan sampah untuk Kota Jakarta Barat,Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kabupaten Serang dengan konsep TPA regional. Metode untukmenjawab tujuan penelitian menggunakan analisis SWOT, metode analisis manfaat biaya dan analisisdeskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa teknologi pengolahan sampah dengan analisis SWOTuntuk TPA regional daerah Kota Jakarta Barat, Kabupaten dan Kota Tangerang, serta KabupatenSerang adalah pengkomposan dan sanitary landfill. Pembiayaan TPA regional membutuhkan danasekitar Rp 207 milyar. Lembaga pengelola TPA regional berbentuk Badan Layanan Umum (BLU). Untukmendukung terlaksananya TPA regional daerah Kota Jakarta Barat, Kabupaten dan Kota Tangerang,serta Kabupaten Serang perlu diambil langkah melakukan studi daya dukung sosial pada bakal calonlokasi TPA regional untuk mengetahui potensi penerimaan masyarakat terhadap rencana TPA regionaldan memulai proses kerjasama antar daerah di bidang persampahan.Kata kunci: TPA regional, pengolahan sampah, pembiayaan, dan kelembagaan