Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rotasi

Perbaikan Kekerasan dan Struktur Mikro Besi Cor Nodular 700 Fasa Ledeburitik dengan Pengaturan Media Pendingin dan Tempering Siswanto, Ari
ROTASI Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.483 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.4.224-230

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada material besi cor nodular 700 yang memiliki fasa ledeburitik. Besi cor nodular 700 fasa ledeburitik memiliki kekerasan dan struktur mikro yang tidak sesuai ISO 1083. Untuk memperbaiki nilai kekerasan dan struktur mikro dilakukan proses perlakuan panas. Perlakuan panas yang dilakukan menghilangkan fasa ledeburuit pada temperatur austenisasi, kemudian didinginkan menggunakan media pendinginan yang bervariasi. Hasil variasi media pendingian dilanjutkan dengan proses tempering. Hasil perlakuan panas tersebut dilakukan pengujian kekerasan dan struktur mikro. Hasil pengujian menunjukan proses pendinginan media udara bebas dan dilanjutkan temper 550 0C menghasilkan nilai kekerasan dan struktur mikro sesuai ISO 1083.
Pengaruh Interlamellar Spacing Terhadap Nilai Kekerasan Besi Cor Kelabu Dengan Variasi Tembaga Siswanto, Ari
ROTASI Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.22.1.14-21

Abstract

Besi cor kelabu merupakan jenis besi cor yang mempunyai bentuk grafit serpih dan patahan kelabu. Besi cor kelabu banyak dipergunakan karena sifatnya seperti peredam getaran yang baik, mampu cor yang sangat baik, machinability yang sangat baik, murah dan sifat unik lainnya. Pemberian unsur paduan adalah salah satu cara untuk meningkatkan sifat mekanik besi cor kelabu. Pemberian unsur Tembaga mampu meningkatkan pembentukan grafit pada transformasi eutektik akan tetapi menurunkan pembentukan grafit pada transformasi eutectoid, sehingga meningkatkan jumlah pearlit. Peningkatan jumlah pearlit dapat teramati oleh pengujian SEM (Scaning Electron Microscope) yang ditujukan dengan jarak interlamellar spacing pearlit yang semakin rapat. Hasil pengujian kekerasan yang dilakukan dalam penelitian ini juga menunjukan peningkatan persentase jumlah Tembaga mampu menaikan nilai kekerasan. Sehingga dapat disimpulkan peningkatan persentase jumlah unsur Tembaga di besi cor kelabu membuat semakin rapat jarak interlamellar spacing serta terjadi peningkatan nilai kekerasan.