Articles
THE INFLUENCE OF INDEPENDENCE, COMPETENCE, BEHAVIORAL ETHICS AND EXPERIENCES OF AUDITOR FOR AUDIT QUALITY
Lina Trianita Darmastuti;
Sigit Handoyo
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.994 KB)
|
DOI: 10.12928/optimum.v4i1.7806
Penelitian ini berjudul “The Infl uence of Independence, Competence, Behavioral Ethics and Experiences of Auditor for Audit Qualityâ€. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yaitu independensi, kompetensi, etika perilaku dan pengalaman auditor terhadap kualitas audit. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Kemudian, analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis adalah untuk menentukan apakah ada hubungan positif dan signifi kan antara variabel dependen dan independen. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa keempat variabel bebas memiliki pengaruh positif dan signifi kan terhadap kualitas suatu hasil audit.
“REK-BER†AND MONEY LAUNDERING
Sigit Handoyo
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.808 KB)
|
DOI: 10.12928/optimum.v3i1.7820
Kemajuan di bidang teknologi membawa orang dapat melakukan apapun dengan sangat mudah dan cepat termasuk dalam hal penyediaan fasilitas untuk melakukan transaksi secara online Dewasa ini banyak sekali transaksi bisnis yang dilakukan secara online sehingga antara pembeli dan penjual tidak perlu bertatap muka secara langsung.Namun ketika timbul masalah kepercayaan, maka dibutuhkan pihak ketiga untuk menjembatani sebagai suatu media untuk memudahkan bertransaksi. Rekening Bersama atau lebih dikenal dengan istilah Rek-Ber adalah media untuk membantu mempertemukan kebutuhan antara pembeli dan penjual yang dalam hal ini digunakan untuk memastikan keamanan dalam melakukan transaksi. Rek-Ber dapat menggunakan satu atau lebih bank sebagai partner untuk membantu bertransaksi antara pembeli dan penjual dengan cara mentransfer uang. Kemudahan Rek-Ber ini selain memberikan fasilitas yang memudahkan antara pembeli dan penjual, juga mempunyai dampak negatif yang potensial yang akan timbul yaitu pemanfaatan Rek-Ber untuk melakukan pencucian uang (money laundering) hasil dari tindak kejahatan. Potensi dan kerentanan Rek-Ber ini semakin besar tatkala Rek-Ber memilih lembaga keuangan yang tidak mempunyai dan tidak menjalankan program anti-money laundering sebagai partner. Untuk mendeteksi pola terjadinya pencucian uang, bank-bank sebagai partner Rek-Ber dapat menggunakan Data Mining Technology untuk mengungkap aktivitas tindak pidana pencucian uang tersebut.
AUDITOR DAN TINGKAT MATERIALITAS
Hilda Rizki Aulia;
Sigit Handoyo
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.245 KB)
|
DOI: 10.12928/optimum.v5i2.7882
One of the phases of audit to auditor is determining the level of materiality.It is very important and must be done by auditors since the level of materiality hastight relationship both the level of risk and the obtaining of evidence. There are somefactors may infl uence in determining of the materiality level. This research will test theinfl uence of professionalism, experiences and the knowledge of auditor to detech fraudin determining of materiality level. Auditors work at accounting fi rm in Yogyakartaand Solo are the subjects and respondents of this research. Hypothesis testing is usingmultiple regression with SPSS for windows version 16.0 as a tool. The result provesthat the determining of materiality level by auditor is signifi cantly infl uenced byprofessionalism, experiences and the knowledge of auditor to detect fraud
BALANCED SCORECARD IN MANUFACTURING COMPANY
Meutia Rahma;
Sigit Handoyo
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.889 KB)
|
DOI: 10.12928/optimum.v7i1.7892
Due to the competitiveness in business world has been rising rapidly; the company must be able to enhance its performance in order to compete with other competitors. In measuring the performance, company should have a good performance measurement system that can assess the company’s performance comprehensively and appropriately. Balanced scorecard assessed to become a comprehensive and appropriate performance measurement systems that help the organization not only measure the performance but also manage the strategies. In this research, the researchers aim to analyze the current performance measurement systems applied in PT. Yokatta Indonesia as a sample. The type of research method is qualitative research and uses descriptive qualitative. Questionnaire has been tested for validity and reliability by using SPSS for Windows Release 19.0. Data analysis is used triangulation in combining several qualitative and quantitative data. From the results, performance measurement system balanced scorecard is being implemented in PT. Yokatta Indonesia not appropriately with considering some factors related with management style, additional costs, and also company infrastructures.
The Vulnerability of Correspondent Banking on Money Laundering
Sigit Handoyo
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 7 Nomor 8, Juni 2008
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jabis.vol7.iss8.art6
Bank has important role in process of converting illicit money to be legal proceeds. Once opportunity appears, money launderer will take advantage of that situation. Generally, banks which have poor anti-money laundering control become the main priority for offenders to process laundering their illicit money. These typical banks are usually high risk engaged in criminal behaviour, because they do not know whether or not their clients are engaged in money laundering activities. Offenders in other countries also use those banks as correspondent banks where they may use in transferring money. Some preventive actions have been conducted by some banks of some countries to detect the patterns of money laundering to have good anti-money laundering control, such as the US and Australia by applying advances technologies, such as data mining technologies in identifying the patterns. However, applying those technologies is not enough for preventing money laundering activities due to the inherent weaknesses on it. Thus by having good anti-money laundering control is a compulsory for banking.
Sinergi Akuntansi Investigasi dan GCG sebagai Upaya dalam Minimalisasi Kebocoran Pajak
Sigit Handoyo
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 7 Nomor 10, Januari 2007
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jabis.vol7.iss10.art6
Salah satu pendapatan Negara Indonesia terbesar adalah dari sektor pajak. Dari sektor inilah pembiayaan rumah tangga Negara dapat tercukupi. Oleh karena asset ini yang sangatlah potensial, maka dibutuhkan perhatian yang ekstra ketat dalam pelaksanaan pungutannya. Salah satu cara untuk membantu terciptanya pungutan pajak secara tertib dan bersih adalah dengan menerapkan sinergi antara penegakan Good Corporate Governance (GCG) dan menerapkan akuntansi investigasi. Pelaksanaan ini dapat dilakukan secara bertahap yang dimulai dari internal organisdsipengelola pajak kemudian dilakukan pemeriksaan terhadappara WPyang melakukan tindak kecurangan di bidang pajak. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi tigkat kebocoran pajak di Indonesia.
The Second Generation Data Mining Technology as an Audit Tool: A Challenge in Combating Money Laundering
Sigit Handoyo
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 7 Nomor 12, Januari 2009
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jabis.vol7.iss12.art5
Bank merupakan salah satu kunci elemen darl pencucian uang ilegal menjadi dana yang legal. Sekali kesempatan muncul, pihak yang melakukan pencucian uang haram akan memanfaatkan kondisi yang menguntungkan tersebut. Pada umumnya bank yang mempunyai pengendalian anti-pencucian uang yang lemah dan mempunyai kekurangan dalam penerapan teknologi pencegahan pencucian uang, menjadi sarana prioritas utama bagi para pelaku pencucian uang ilegal. Tipe bank-bank tersebut biasanya mempunyai resiko yang sangat tinggi sebab bank-bank tersebut sadar atau tidak sadar sudah menjadi bagian dari proses pencucian uang. Hingga saat ini berbagai tindakan pencegahan telah dilaksanakan oleh berbagai negara untuk melakukan audit terhadap pola-pola pencucian uang dengan menerapkan berbagai kemajuan teknologi, seperti generasi kedua data mining technology. Namun demikian aplikasi data mining technology ini tidak dapat menjamin sepenuhnya bahwa setiap pola-pola pencucian uanga tersebut dapat teridentifikasi karena masih mempunyai beberapa kelemahan, ditambah lagi dengan realita bahwa pelaku pencucian uang merupakan sebuah sindikasi akan terus berusaha mencari jalan keluar untuk mengantisipasinya.
Sinergi antara Good Corporate Governance dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dalam Meminimalisir dan Pencegahan Fraud dalam Suatu Organisasi
Sigit Handoyo
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 10 Nomor 9, Maret 2011
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jabis.vol10.iss9.art4
Fraud merupakan tindakan kriminal yang relative sangat sulit dilacak yang dapat dilakukan oleh siapapun, di manapun dan kapanpun. Dalam suatu organisasi, fraud biasa dilakukan oleh orang yang berpengalaman, pintar dan mempunyai kesabaran. Dalam hubungannya dengan organisasi, fraud dapat dibedakan menjadi fraud melawan organisasi dan fraud atas nama organisasi. Pencegahan Fraud tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi manajemen, tetapi lebih merupakan tanggungjawab bersama setiap anggota organisasi sehingga melibatkan baik sumber daya manusia yang terlibat dalam organisasi tersebut dan kumpulan hukum, peraturan, dan kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi yang dapat mendorong kinerja sumber-sumber perusahaan bekerja secara efisien, menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pihak yang berkepentingan atau Good Corporate Govemace (GCG). Dalam artikel ini diulas mengenai apa Itu fraud siapa pelaku fraud, bagalmana fraud dapat terjadi dalam asi dan bagaimana integrasi antara GCG dan sumber daya manusia yang beukualltas dapat mencegah terjadinya fraud.
Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan Terhadap Audit Report Lag (Arl) pada Perusahaan BUMN yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia
Sigit Handoyo;
Dwiayu Fatmasari
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 14 Nomor 9, September 2013
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jabis.vol14.iss9.art7
This research aims to test the influence of internal and external factors of the company towards audit report lag (ARL). Variables measured in this study are the net profits, solvency, size of the company, the reputation, the auditor's opinion, and the audit fee. The study was done by using a purposive sampling method by taking the company's annual report on STATE-OWNED ENTERPRISES (BUMN) listed on the Indonesia Stock Exchange. Total company met the criteria as samples were 14 companies during the years 2009 to 2011. In this research, hypothesis testing was using multiple regression analysis. The results of this research show that the variable net profits, solvency, the size of the company and the auditor's reputation do not have a significant influence toward the audit report lag, where as the variable auditor's opinions and audit fee have a significant influence toward the audit report lag.
Fraud dan Mahasiswa
Sigit Handoyo;
Ridho Dwitama
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 13 Nomor 9, September 2012
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jabis.vol13.iss9.art5
Fraud commited by fraudster is aimed to take another one's or organization's assets illegally intended to take some benefit of them. This research aims to test the level of fraud commited by University student. Samples of this research are the accounting department students studying at Universitas Islam Indonesia experienced or involved or being involved in an organization both/either in internally at Universitas islam Indonesia and/or externally. Samples were takenby spreading of questionaires filled up by .214 students using purpossive, sampling method. Analysis applied of this reseacrh is descriptive qualitative with fraud triagle as a basic tool to analyse which are comprised 3 push or pull factors which are perceive, pressures, perceive opportunities, andperceived rasionalisation. The fundings of this research reveal that most of them experienced to commitfraud. They admit that the biggest pressure to commit fraud is the need of additional money for living costs. From perceivedopportunities factor, most of them said that the weakness of internal control is the prime pullfactor to commit fraud. Whitest the reality that most of their friends commit fraud is main reason or rasionalisation for them