This Author published in this journals
All Journal Cognicia
Martina Indra Yuniardita, Martina Indra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMATANGAN EMOSI DENGAN PEMAAFAN PADA REMAJA Yuniardita, Martina Indra
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2145

Abstract

Pada masa remaja, kesalahpahaman dan konflik seringkali terjadi di dalam interaksi mereka. Remaja dapat berbuat salah kepada sesamanya, dan ia tentu pernah mengalami hal yang sama, yaitu mendapatkan perlakuan dan situasi yang mengecewakan ataupun menyakitkan. Dalam proses perkembangan menuju kematangan emosi, diharapkan remaja nantinya dapat memberikan maaf kepada seseorang yang melakukan kesalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan pemaafan pada remaja awal dalam berhubungan dengan kawan sebaya. Metode pengumpulan data menggunakan skala pemaafan dan skala tingkat kematangan emosi dengan model skala likert. Jumlah subjek sebanyak 244 orang dengan rentang usia 13 tahun sampai 16 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kematangan emosi dengan pemaafan yang dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi kematangan emosi seorang remaja, maka semakin tinggi pula pemaafannya. Sebaliknya semakin rendah kematangan emosi seorang remaja, maka semakin rendah juga tingkat memaafkannya (r = 0,334; p = 0,000; p< 0,01). Kata kunci: Kematangan emosi, pemaafan During adolescence, misconception and conflict often happed as they interacted with one another. Teenagers might treat their peers badly, and they might experience the same things such as disappointing or even paintful treats and situations. While not all people could sincerely forgive other and forget their mistake, adolescents were required to be able to control their feelings in the process of developing emotional maturity in which they were expected to understand and control their emotions. This study aimed at investigating the correlation between emotional maturity and forgiveness on early adolescents in maintaining the relationship with their peers. This study employed non test method by using forgiveness scale and emotional maturity level of Likert. The subject were 244 people ranging from 13 to 16 years old. The finding showed that there was a positive correlation between emotional maturity and forgiveness, which was proved by the result of product moment correlation. The higher the adolecents’ emotional maturity was, the higher their forgiveness was. Accordingly, the lower their emotional maturitywas, the lower the forgivenees was (/r/ = 0,334; /ρ/ = 0,000; /ρ/ < 0,01). Keywords: Emotional maturity, forgiveness
KEMATANGAN EMOSI DENGAN PEMAAFAN PADA REMAJA Yuniardita, Martina Indra
Cognicia Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2145

Abstract

Pada masa remaja, kesalahpahaman dan konflik seringkali terjadi di dalam interaksi mereka. Remaja dapat berbuat salah kepada sesamanya, dan ia tentu pernah mengalami hal yang sama, yaitu mendapatkan perlakuan dan situasi yang mengecewakan ataupun menyakitkan. Dalam proses perkembangan menuju kematangan emosi, diharapkan remaja nantinya dapat memberikan maaf kepada seseorang yang melakukan kesalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan pemaafan pada remaja awal dalam berhubungan dengan kawan sebaya. Metode pengumpulan data menggunakan skala pemaafan dan skala tingkat kematangan emosi dengan model skala likert. Jumlah subjek sebanyak 244 orang dengan rentang usia 13 tahun sampai 16 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kematangan emosi dengan pemaafan yang dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi kematangan emosi seorang remaja, maka semakin tinggi pula pemaafannya. Sebaliknya semakin rendah kematangan emosi seorang remaja, maka semakin rendah juga tingkat memaafkannya (r = 0,334; p = 0,000; p< 0,01). Kata kunci: Kematangan emosi, pemaafan During adolescence, misconception and conflict often happed as they interacted with one another. Teenagers might treat their peers badly, and they might experience the same things such as disappointing or even paintful treats and situations. While not all people could sincerely forgive other and forget their mistake, adolescents were required to be able to control their feelings in the process of developing emotional maturity in which they were expected to understand and control their emotions. This study aimed at investigating the correlation between emotional maturity and forgiveness on early adolescents in maintaining the relationship with their peers. This study employed non test method by using forgiveness scale and emotional maturity level of Likert. The subject were 244 people ranging from 13 to 16 years old. The finding showed that there was a positive correlation between emotional maturity and forgiveness, which was proved by the result of product moment correlation. The higher the adolecents&rsquo; emotional maturity was, the higher their forgiveness was. Accordingly, the lower their emotional maturitywas, the lower the forgivenees was (/r/ = 0,334; /&rho;/ = 0,000; /&rho;/ < 0,01). Keywords: Emotional maturity, forgiveness