Budiati ., Budiati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERILAKU MENYIMPANG 3 REMAJA PUTUS SEKOLAH (STUDI KASUS DI KELURAHAN BONTOLEBANG KECAMATAN GALESONGUTARA KABUPATEN TAKALAR) ., Budiati
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.864 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i1.2313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku menyimpang remaja putus sekolah di Kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja putus sekolah usia 15-19 tahun yang berperilaku menyimpang sebanyak 3 orang serta warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja putus sekolah tersebut.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan remaja putus sekolah di Kelurahan Bontolebang menimbulkan suatu permasalahan sosial seperti adanya perilaku menyimpang. Dari hasil penelitian di Kelurahan Bontolebang menunjukkan bahwa bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan seperti: mengkomsumsi minuman keras (ballo); berkelahi; penyalahgunaan obat-obatan; dan mencuri.Penyebab perilaku menyimpang remaja putus sekolah adalah cara berfikir mereka yang sulit membedakan perilaku yang baik dan buruk, mereka lebih cenderung mencari kesenangan sesaat, sulit mengendalikan diri serta masih dangkalnya pemahaman terhadap agama yang mereka anut; pengaruh pola asuh orangtua yang kurang tepat dan tidak memberikan teladan yang baik dalam mendidik. Dampak perilaku menyimpang remaja putus sekolah yaitu terganggunya kesehatan yang ditandai dengan berkurangnya berat badan serta sering mengalami sakit kepala; dan remaja putus sekolah juga dapat berurusan dengan pihak kepolisian karena perilaku yang dilakukan sangat meresahkan masyarakat.Upaya yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dalam menanggulangi perilaku menyimpang remaja putus sekolah di Kelurahan Bontolebang yaitu dengan Preventif (mencegah), Represif (menghambat) serta Kuratif dan Rehabilitasi.Kata kunci: Remaja Putus Sekolah dan Perilaku Menyimpang