Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENATALAKSANAAN ISPA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU MERAWAT BALITA ISPA DI RUMAH Mardi Asih, Sri Hartini; Dewi Sunarno, Rita; Marettina, Nita
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA merupakan masalah kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Batang ditemukan sebanyak 2.594 kasus pada tahun 2010. Ibu menganggap ISPA pada balita merupakan penyakit biasa yang sering timbul dan tidak berbahaya serta bisa menghilang dengan sendirinya, apabila ISPA tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Untuk mengetahui kejadian ISPA pada balita maka perlu diidentifikasi faktor penyebabnya seperti tingkat pengetahuan orang tua, umur, status gizi, imunisasi, lingkungan, ASI dan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan ISPA dengan pengetahuan dan keterampilan ibu merawat balita ISPA di rumah Desa Sawahjoho Warungasem Batang. Menggunakan Eksperimental Design dengan jumlah sampel 32 ibu terdiri kelompok kontrol dan perlakuan. Sampel dipilih dengan teknik Systematic Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan keterampilan dengan nilai p = 0,000. Rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan ibu-ibu lebih memperhatikan kesehatan balitanya dan mengetahui tanda-tanda awal dari penyakit yang sering menyerang balita. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Keterampilan
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN LAMA PERSALINAN KALA I-KALA II PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN MARDI RAHAYU SEMARANG Sunarno, Rita Dewi; Putu Ariastuti, Ni Luh; Marettina, Nita
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya ibu dalam menjalani proses persalinan mengalami kecemasan akibat dari berbagai stressor yang timbul selama proses persalinan berlangsung. Di Indonesia pada tahun 2008 terdapat ibu yang mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan sebanyak 107.000.000 (28,7%) orang dari 373.000.000 orang ibu yang melahirkan. Kecemasan selama proses persalinan relatif lebih tinggi terjadi pada ibu primigravida dibandingkan ibu multigravida, karena ibu primigravida baru pertama kali melahirkan dan belum pernah merasakan hamil dengan segala kesulitannya. Keadaan psikis (cemas) pada ibu melahirkan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi lama persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala I – kala II pada ibu primigravida. Jenis penelitian ini adalah Analitik (Observasional) dengan pendekatan Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan yaitu total sampling, dengan jumlah sampel 32 responden dari jumlah populasi sebayak 55. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan, sebanyak 59.4 % responden mengalami kecemasan dan 56.2 % responden mengalami persalinan lama pada kala I-kala II. Pada analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala I – kala II pada ibu primigravida dengan (p-value 0.006). Dilihat dari nilai OR (Odd Ratio) = 12.500 sehingga dapat disimpulkan hahwa ibu dalam menjalani proses persalinan yang mengalami kecemasan mempunyai peluang 12.5 kali untuk terjadi persalinan lama dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami kecemasan. Kata Kunci : Ibu primigravida, Lama Persalinan Kala I - Kala II, Tingkat kecemasan
PENERAPAN TEORI KEPERAWATAN NEED FOR HELP WIEDENBACH DAN CONSERVATION LEVINE PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU PERDARAHAN POSTPARTUM Dewi Sunarno, Rita; ., Setyowat; ., Budiati
Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.946 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2348

Abstract

PENERAPAN TEORI KEPERAWATAN NEED FOR HELP WIEDENBACH DAN CONSERVATION LEVINE PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU PERDARAHAN POSTPARTUMApplication Of Nursing Theories Of “Need For Help Wiedenbach” And “Conservation Levine” In Nursing Care Of Women With Postpartum HemorrhageRita Dewi Sunarno(1), Setyowati(2), Budiati(3)(1)Stikes Telogorejo Semarang(2,3) Departemen Keperawatan Maternitas, FIK, Universitas IndonesiaJl. Prof. Dr. Bahder Djohan, Depok, Jawa Barat 16424E-mail : 1)sunarno_rita@yahoo.co.idABSTRAKAngka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan ibu. AKI secara nasional masih relatif tinggi. Penyebab AKI antara lain perdarahan setelah persalinan, eklamsia, dan infeksi. Selain itu, AKI juga disebabkan oleh faktor tiga terlambat dan empat terlalu. Perdarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu. Study kasus dengan penerapan kedua teori yaitu “Need for Help Wiedenbach” pada keadaan emergensi dan teori “Conservation Levine” untuk pemulihan ibu postpartum dengan perdarahan. Fokus teori keperawatan “Need for Help Wiedenbach” adalah memberikan pertolongan sesuai dengan kebutuhan pasien saat ini yaitu pada kasus ini saat terjadi perdarahan. Kemudian setelah fase akut teratasi, asuhan keperawatan diberikan untuk mempertahankan keseimbangan energi ibu postpartum setelah mengalami perdarahan.  Perawat perlu memahami dan melaksanakan perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan, pendidik, konselor, advokat, koordinator, kolaborator, peneliti, dan agen pembaharu dalam pelayanan praktik keperawatan.Kata kunci: Conservation Levine, Need for Help Wiedenbach, Perdarahan postpartumABSTRACT The maternal mortality rate (MMR) is one of the indicators to determine the maternal health. MMR is still relatively high nationally. The causes of MMR may include postpartum hemorrhage, eclampsia, and infection. In addition, MMR is also caused by the “three delays” and “four frequently occurring factors” among women. Bleeding is the highest percentage of the causes of maternal death. Case study with  application theories of Need for Help from Wiedenbach during acute stage and Conservation from Levine during recovery stage with postpartum hemorrhage.The nursing theory of “Need for Help Wiedenbach” is intended to provide help in accordance with the needs of patients here and now in case of postpartum hemorrhage. Then after the acute phase is managed, the nursing care is given to maintain energy balance of postpartum women after bleeding. The nurses need to understand and carry out their roles as providers of nursing cares, educator, counselor, advocate, coordinator, collaborator, researcher, and innovator in the nursing maternity practices.Key words: Conservation Levine, Need for Help Wiedenbach, postpartum hemorrhage
PENERAPAN TEORI KEPERAWATAN NEED FOR HELP WIEDENBACH DAN CONSERVATION LEVINE PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU PERDARAHAN POSTPARTUM Rita Dewi Sunarno; Setyowat .; Budiati .
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.946 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2348

Abstract

PENERAPAN TEORI KEPERAWATAN NEED FOR HELP WIEDENBACH DAN CONSERVATION LEVINE PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU PERDARAHAN POSTPARTUMApplication Of Nursing Theories Of “Need For Help Wiedenbach” And “Conservation Levine” In Nursing Care Of Women With Postpartum HemorrhageRita Dewi Sunarno(1), Setyowati(2), Budiati(3)(1)Stikes Telogorejo Semarang(2,3) Departemen Keperawatan Maternitas, FIK, Universitas IndonesiaJl. Prof. Dr. Bahder Djohan, Depok, Jawa Barat 16424E-mail : 1)sunarno_rita@yahoo.co.idABSTRAKAngka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan ibu. AKI secara nasional masih relatif tinggi. Penyebab AKI antara lain perdarahan setelah persalinan, eklamsia, dan infeksi. Selain itu, AKI juga disebabkan oleh faktor tiga terlambat dan empat terlalu. Perdarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu. Study kasus dengan penerapan kedua teori yaitu “Need for Help Wiedenbach” pada keadaan emergensi dan teori “Conservation Levine” untuk pemulihan ibu postpartum dengan perdarahan. Fokus teori keperawatan “Need for Help Wiedenbach” adalah memberikan pertolongan sesuai dengan kebutuhan pasien saat ini yaitu pada kasus ini saat terjadi perdarahan. Kemudian setelah fase akut teratasi, asuhan keperawatan diberikan untuk mempertahankan keseimbangan energi ibu postpartum setelah mengalami perdarahan. Perawat perlu memahami dan melaksanakan perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan, pendidik, konselor, advokat, koordinator, kolaborator, peneliti, dan agen pembaharu dalam pelayanan praktik keperawatan.Kata kunci: Conservation Levine, Need for Help Wiedenbach, Perdarahan postpartumABSTRACT The maternal mortality rate (MMR) is one of the indicators to determine the maternal health. MMR is still relatively high nationally. The causes of MMR may include postpartum hemorrhage, eclampsia, and infection. In addition, MMR is also caused by the “three delays” and “four frequently occurring factors” among women. Bleeding is the highest percentage of the causes of maternal death. Case study with application theories of Need for Help from Wiedenbach during acute stage and Conservation from Levine during recovery stage with postpartum hemorrhage.The nursing theory of “Need for Help Wiedenbach” is intended to provide help in accordance with the needs of patients here and now in case of postpartum hemorrhage. Then after the acute phase is managed, the nursing care is given to maintain energy balance of postpartum women after bleeding. The nurses need to understand and carry out their roles as providers of nursing cares, educator, counselor, advocate, coordinator, collaborator, researcher, and innovator in the nursing maternity practices.Key words: Conservation Levine, Need for Help Wiedenbach, postpartum hemorrhage
ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE UNTUK MENGONTROL TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Mursudarinah; Gita Sandy Patonengan; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 1 No. 2 (2021): JKDM - Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.039 KB) | DOI: 10.47701/dutamedika.v1i2.1591

Abstract

Introduction: The elderly are one of the vulnerable populations so they are easy to experience various risks of cardiovascular disorders such as hypertension. Hypertension is a non-communicable disease that mostly affects the elderly in various countries. Hypertension is known as a silent killer because this disease can cause death without causing any symptoms. Objectives: To make an overview of isometric handgrip exercise which is one of the nursing interventions to control blood pressure in the elderly with hypertension. Methods: This report is a literature review, in which there are 10 articles taken from a computer database through ResearchGate, PubMed, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar. Result: isometric handgrip exercise has an effect in lowering blood pressure in the elderly with hypertension. Conclusion: isometric handgrip exercise has an effect in lowering blood pressure in the elderly with hypertension
The correlation between job satisfaction, compensation, and work environment on nurse's turnover intention in Kotamobagu Regional General Hospital using Structural Equation Modeling path analysis Echa Effendy Siswanto Amir; Eko Winarto; Rita Dewi Sunarno; Shindi Hapsari
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35898/ghmj-61925

Abstract

Background: Turnover intention is the tendency of employees to leave the organization or resign voluntarily from their job. Several factors that might influence turnover intention are included job satisfaction, work environment, and compensation. Aims: This study aimed to determine the Path Analysis of the effect of job satisfaction, compensation, and work environment on the turnover intention of nurses at Kotamobagu Regional General Hospitals. Methods: A total of 34 nurses (total sampling method) contributed in this cross-sectional study. The model is presented with a single-directed arrow indicating cause and effect. The regression weights predicted by the model are compared with the correlation matrix from the observed data and then the goodness of fit is calculated. This study uses data analysis that is adapted to the research pattern and the variables studied. A causal model was employed, and to test the proposed hypothesis the SEM analytical technique (Structural Equation Modeling) was operated through the AMOS program. Results: From the statistical analysis, the study shows a significant relationship between job satisfaction and turnover intention (p-value = 0.011), and between the compensation and the turnover intention (p-value = 0.026). However, we found that there was no relationship between work environment and turnover intention among the nurses at Kotamobagu Regional General Hospitals (p-value = 0.935).   Conclusion: This study concluded that there is a correlation between work satisfaction and compensation on turnover intention (direct factor), but there was no correlation between work environment on turnover intention (mediator). It is suggested a need to arrange regular evaluation in terms of job satisfaction and compensation to prevent turnover among the nurses.
Studi Pemberian Terapi Range Of Motion (ROM) terhadap Lansia pada Pasien dengan Gangguan Mobilitas Fisik “Stroke” di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Awangpone Megawati Megawati; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.169 KB)

Abstract

Stroke adalah disfungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba akibat sirkulasi darah otak yang tidak normal, disertai gejala dan tanda klinis fokal dan sistematik, berlangsung selama 24 jam atau dapat mengakibatkan kematian. Salah satu masalah keperawatan utama pada lansia adalah gangguan mobilitas fisik pada saat mengalami kesulitan pergerakan. Tujuan penulis yaitu untuk menggabarkan penerapan Studi Pemberian Terapi Range Of Motion (ROM) Terhadap Lansia Dengan Gangguan Mobilitas Fisik “Stroke” Di Wilayah Kerjs UPT Puskesmas Awangpone Kabupaten Bone Tahun 2022. Metode penelitian yaitu studi kasus dalam bentuk deskriftip. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16-19 juli 2022. Berdasarkan hasil pengkajian Ny. “A” di temukan keluhan sulit menggerakkan tangan dan kaki sebelah kanan, terasa kaku dan nyeri saat digerakkan. Kekuatan otot pada ekstermitas atas, bawah kanan klien skala 1 (10%). Sedangkan eksterimitas atas, bawah kiri klien skala 4 (75%). Intervensi yang di gunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemberian terapi Range Of Motion (ROM) yang diberika 1 kali sehari dengandurasi 15-30 menit yang dilakukan selama 4 hari. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi Range Of Motion (ROM) dapat meningkatkan kekuatan otot dari skala 1 (10%) meningkat ke skala 2 (25%) pada ekstermitas atas, bawah sebelah kanan klien, sedangkan ekstemitas atas, bawah sebelah kiri klien dari skala 4 (75%) meningkat ke skala 5 (100%) pada pasien stroke.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SELOGIRI Anung Susilo; Habid Al Hasbi; Sri Sayekti Heni Sunaryanti; Rita Dewi Sunarno; Titik Anggraeni
Avicenna : Journal of Health Research Vol 6, No 1 (2023): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v6i1.830

Abstract

IMPROVING PATIENT CENTERED CARE THROUGH IMPLEMENTATION EVIDENCE BASED NURSING: A SYSTEMATIC REVIEW Salni Saharman; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.1756

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Evidence- Based Practice digunakan oleh perawat sebagai pemberi pelayanan asuhan keperawatan yang baik karena pengambilan keputusan klinis berdasarkan pembuktian. Patient centered care merupakan suatu pendekatan inovatif terhadap perencanaan, pemberian, dan evaluasi atas pelayanan kesehatan yang didasarkan pada kemitraan yang saling menguntungkan antara pemberi layanan kesehatan, pasien dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan pelayanan patient centered care melalui penerapan Evidence Based Practice. Metode penelitian ini menggunakan sistematika review yaitu penelitian kepustakaan yang mengkaji jurnal kesehatan yang berkualitas secara kritis, yang telah disaring dengan kriteria inklusi dan menggunakan beberapa database Google Scholar,Pubmed, Science Direct dan Research Gate sebagai literasi dalam penelitian ini. Ada 250 jurnal sesuai kata kunci yang disaring menjadi 7 jurnal sesuai tema dan dianalisis yang mengkaji tentang peningkatan pelayanan patient centerd care dengan penerapan Evidence Based Practice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Evidence Bases Practice berpotensi meningkatkan pelayanan patient centered care. Kesimpulan: Evidence Based Practice dapat diterapkan dengan baik sehingga berpotensi meningkatkan pelayanan keperawatan patient centered care, dan dapat memberikan dukungan pada kelembagaan formal dan informal terkait dengan PCC dan EBP; serta memupuk pendekatan multidisiplin dan multiarah untuk perawatan dan komunikasi yang memfasilitasi penerapan EBP dan PCC. Kata kunci: Patient Centered Care; Evidence Based Practice;, Keperawatan, IMPROVING PATIENT CENTERED CARE SERVICES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF EVIDENCE BASED NURSING: SYSTEMATIC REVIEW ABSTRACT Background: Evidence-Based Practice is used by nurses as providers of good nursing care because clinical decision making is based on evidence. Patient centered care is an innovative approach to the planning, delivery, and evaluation of health services based on mutually beneficial partnerships between health care providers, patients and families. The purpose of this study was to find out how to improve patient centered care services through the application of Evidence Based Practice. This research method uses a systematic review, namely literature research that examines quality health journals critically, which has been filtered with inclusion criteria and uses several databases of Google Scholar, Pubmed, Science Direct and Research Gate as literacy in this study. There are 250 journals according to keywords which are filtered into 7 journals according to themes and analyzed which examine the improvement of patient-centered care services with the application of Evidence Based Practice. The results of the study indicate that the application of Evidence Bases Practice has the potential to improve patient centered care services. Conclusion: Evidence Based Practice can be implemented properly so that it has the potential to improve patient centered care nursing services, and can provide support to formal and informal institutions related to PCC and EBP; and fostering a multidisciplinary and multidirectional approach to care and communication that facilitates the implementation of EBP and PCC. Keywords: Patient Centered Care; Evidence Based Practice; Nursing
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG TANGGAP DARURAT DENGAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI MERAPI DI DESA WONODOYO: KNOWLEDGE RELATIONSHIP ON EMERGENCY RESPONSE WITH ERUPTION PREPAREDNESS OF MERAPI IN WONODOYO VILLAGE Lestari, Eni; Anggraeni, Titik; Sunarno, Rita Dewi; Saputro, Bambang Sudono Dwi; Herbasuki, Herbasuki
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 12 No. 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v12i1.82

Abstract

Latar Belakang : Secara geologis, Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng litosfer dunia yaitu lempeng Euresia atau Asia tenggara, pasifik dan Indonesia-Australia.Indonesia memiliki catatan kejadian bencana yang cukup tinggi. Kejadian bencana di Indonesia disebabkan oleh letak geografis Indonesia terletak diantara  lempeng aktif samudera yang menyebabkan berbagai wilayah Indonesia rawan bencana letusan gunung api, gempa dan tsunami. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan tentang tanggap darurat dengan tingkat kesiapsiagaan mengahadapi bencana erupsi merapi pada masyarakat Wonodoyo. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode survei analitik melalui pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 88 orang dengan menggunakan teknik purposiv sampling. Pengukuran pengetahuan tanggap darurat dan kesiapsiaggan bencana menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis menggunakan uji Kendall Tau. Analisis data menggunakan program Statistic Package for the Social Science (SPSS). Hasil : Nilai koefisensi korelasi sebesar 0,224 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,009. Simpulan ada hubungan yang signifikansi antara pengetahuan tanggap darurat dengan tingkat kesiapsiagaan bencana erupsi merapi di desa Wonodoyo. Background: Geologically, Indonesia is located at the junction of the world’s three lithosphere plates, namely the Euresia plate or sountheast Asia, the Pacific and Indonesia-Australia. Indonesia has a record of high disaster incidence. Disaster events in Indonesia are caused by the geographic location of Indonesia which lies between the active plates of the ocean which make various parts of Indonesia prone to volcanic eruptions, earthquakes and tsunamis. Purpose: knowing the relationship between knowledge about emergency response and the level of preparedness to face the eruption disaster of Merapi in Wonodoyo people. Methods : this study used quantitative non-experimental research with analytical survey method through cross sectional approach with a sample size of 88 people using purposive sampling technique. Measurement of knowledge of emergency response and disaster preparedness using a questionnaire. Hypothesis testing usus the Kendall Tau test. Data analysis used the Statistical Package for the Social Science (SPSS) program. Result :  The correlation coefficient value is 0.224 and the significance value (p-value) is 0.009. in conclusion, there is a significant relationship between the knowledge of emergency response and the level of disaster preparedness for the eruption of Merapi in Wonodoyo village.