Ni Nyoman Tanjung Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGALIHWAHANAAN PARIBASA BALI LISAN KE DALAM LAGU BALI POPULER Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.677 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.124.211-224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal Bali melalui ungkapan-ungkapan lisan dalam lirik lagu Bali populer. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan lisan yang terdapat dalam lirik lagu Bali populer. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian adalah bagaimana bentuk ungkapan-ungkapan lisan ditransformasikan melalui lirik lagu Bali populer dan bagaimana fungsi dan makna ungkapan lisan yang dimanfaatkan dalam lirik lagu tersebut. Berdasarkan tujuan penelitian ini, pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan teknik baca catat. Metode analisis penelitian ini menerapkan metode deskriptif analitik dengan teknik hermeneutik. Teori yang digunakan penelitian ini menggunakan transformasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan lisan yang tertuang dalam lirik lagu Bali populer sarat dengan kearifan lokal Bali, terutama tentang sistem kehidupan masyarakat dalam berperilaku terhadap lingkungan. Selain itu, melalui lirik lagu Bali populer yang mengandung unsur ungkapan lisan diharapkan dapat membangun pembentukan karakter generasi muda sekaligus melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan lagu-lagu Bali populer dalam masyarakat secara umum.  
“NYENTANA” SISTEM PERKAWINAN DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.385 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v1i2.2619

Abstract

Abstrak: Novel Tarian Bumi sebagai karya sastra dengan warna lokal, karya Oka Rusmini banyak mengungkap identitas atau ciri khas daerah Bali, dengan kata lain dalam karya-karyanya banyak tercermin nilai-nilai budayatradisional masyarakat Bali. Salah satu nilai budaya yang tercermin dalam novel tersebut adalah sistem perkawinan nyentana. Nilai tersebutlah sedikit banyak telah memberikan sumbangan untuk keanekaragaman budaya di Indonesia. Melalui bahasa, Oka Rusmini mencoba untuk mengungkapkan budaya Bali karena bahasa mudah dipahami oleh pembaca. Oka Rusmini tetap mempertahankan penggunaan bahasa dan istilah-istilah dalam bahasa Bali agar tema cerita sesuai dengan kehidupan psikologis masyarakat Bali. Hal inilah yang menjadikan karya Oka Rusmini menonjol karena mencerminkan nilai-nilai budaya Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan latar belakang budaya Bali yang tercermin dalam novel Tarian Bumi, dan untuk mengetahui sistem perkawinan “Nyentana” melalui proses identifikasi unsur-unsur lokalitas melalui tokoh lakilaki dalam novel tersebut.Kata kunci: novel, sistem perkawinan, dan laki-laki.Abstract: Tarian Bumi novel by Oka Rusmini is one of literary work with local color. Most of Oka Rusmini’s works reveal with the local identity or characteristic of Bali, in other words, many of her works reflected thevalues of traditional Balinese culture. One of the cultural values that are reflected in the novel is the mating system nyentana. That value, in a certain degree, has contributed to the cultural diversity in Indonesia. Through the language, Oka Rusmini tried to reveal Balinese culture because language is easily understood by the reader. She still considers using Balinese language and terminology in order to the theme of the story is in accordance with the psychological life of the Balinese people. So, it makes Oka Rusmini’s works become a prominent works that reflect the values of the Balinese culture. The reaserch this paper aims to reveal the Balinese culture background that reflected in Tarian Bumi novel. This paper also tried to know the marriage system of nyentana through the identification process of locality unsure through the male characters in that novel.Keywords: novel, mating system, and male.
RESISTENSI PEREMPUAN MULTIKULTURAL DALAM NOVEL SEROJA KARYA SUNARYONO BASUKI: KAJIAN FEMINIS Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
ATAVISME Vol 13, No 2 (2010): ATAVISME, Edisi Desember 2010
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v13i2.136.257-264

Abstract

Resistensi perempuan multikultural di Indonesia mengarah kepada bentuk eksistensi perempuan dalam mempertahankan jati diri yang dimiliki meskipun terkekang oleh budaya dan tradisi. Berbagai macam cara dilakukan oleh mereka bertujuan hanya ingin mencapai titik ke- sempurnaan sebagai seorang perempuan yang dihargai kedudukan dan peranannya. Dengan kajian feminis dan metode hermeneutika terungkap bahwa Seroja karya Sunaryono Basuki adalah salah satu dari sekian banyak contoh novel yang menggambarkan perempuan multikultural yang terikat oleh budaya dan tradisi akibat kepercayaan sisa-sisa peradaban leluhur. Hal itu memperlihatkan secara jelas bahwa perempuan tetap menjadi makhluk yang diatur, warga kelas dua/the other (terpinggirkan), dan korban tradisi. Abstract: The resistence of multicultural woman in Indonesia leads to the form of women existence in defending their identity from the culture and tradition restraint. They have taken many ways in order to just reach a perfection point as a woman whose position and role are respected. By using feminist study and hermeneutics method, the resistence realization in Indonesia literature shows that Sunaryono Basuki?s Seroja is one of the so many instances of multicultural women bound to culture and tradition resulted from a strong faith to ancestor civilization leftover. Thus, it can be seen that woman are still being controlled creatures, second class citizens/the other (marginalized), and tradition victim. Key Words: feminism, multicultural, tradition