Ni Nyoman Tanjung Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Bébasan

ASPEK MORAL DALAM CERITA RAKYAT BALI I TUUNG KUNING SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN BUDI PEKERTI Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 2 (2016): BÉBASAN Edisi Desember 2016
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.445 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v3i2.52

Abstract

Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas dan kompleks yang dapat diinterpretasikan secara beragam. Selain kebudayaan universal dikenal pula kebuayaan lokal yangmenyimpan kearifan lokal. Sementara kearifan lokal yang kesemuanya merupakan sebuah kompleksitas kebudayaan. Salah satu budaya tradisi lisan seperti cerita rakyat juga mengandung kearifan lokal dalam isi ceritanya. Cerita rakyat sebagai bagian dari foklore dapat dikatakan menyimpan sejumlah informasi sistem budaya seperti filosofi, nilai, norma, perilaku masyarakat. Demikian pula halnya denan cerita rakyat yang berkembang di Bali. Apabila digali lebih jauh, ceritarakyat mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat penting dalam masyarakat pendukungnya. Dalam cerita rakyat mengandung nilai luhur bangsa terutama nilai-nilai budi pekerti maupun ajaran moral, seperti nilai moral individual, nilai moral sosial, dan nilai moral religi. Berdasarkan hal tersebut, Makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan niai-nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat Bali, dan akan didiskripsikan melalui proses kajian hermeneutik Ricoeur. Proses itu dapatmengupas secara saksama perihal nilai moral individu, nilai moral sosial dan nilai moral ketuhanan melalui tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, khususnya cerita rakyat Bali.
FUNGSI DAN MAKNA TRADISI LISAN CECANGKRIMAN BAGI MASYARAKAT BALI Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 1 (2020): BÉBASAN EDISI JUNI 2020
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v7i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna tardisi lisan cecangkriman bagi masyarakat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan teknik catat. Dalam pengolahan data dilakukan dengan tahapan klasifikasi data, penerjemahan data dan menganalisis data. Sumber data dalam kajian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari informan lapangan yang dikatagorikan sebagai penutur sekaligus sebagai penulis dan data sekunder yaitu data pelengkap yang diperoleh dari kumpulan paribahasa Bali yang memuat tentang cecangkriman. Untuk memahami fungsi dan makna nganalisis fungsi dan makna dari cecangkriman tersebut penulis menggunakan pendekatan teori fungsi folklore yang diungkapkan oleh Bascom dan dibantu dengan teori semiotik sosial untuk mengungkapkan sebuah teks yang menggunakan bahasa sebagai tanda. Hasil yang diperoleh dalam kajian tersebut adalah bahwa cecangkriman dapat berfungsi sebagai (1) sarana pendidikan; (2) sebagai nilai kearifan lokal; dan (3) sebagai alat pengawasan agar norma-norma masyarakat dipatuhi oleh anggota masyarakatnya.