Catur Setyo Wibowo, Catur Setyo
Kodam II/Sriwijaya Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK PENGALIHAN FUNGSI LAHAN SAWAH PADA PRODUKSI PADI SAMPAI TAHUN 2018 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN WILAYAH (Studi Di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah) Wibowo, Catur Setyo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.784 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tesis ini adalah untuk memperkirakan luasan l ahan sawah yang telah dialih fungsikan ke non-sawah di Kecamatan Jaten sampai dengan tahun 2018, mengetahui faktor penyebab  pengalihan fungsi  lahan sawah di Kecamatan Jaten, mengetahui dampak  pengalihan fungsi  lahan sawah terhadap  produksi padi dalam rangka  ketahanan pangan di Kecamatan Jaten sampai tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif yang didiskripsikan dalam bentuk tabel dan grafi k untuk menggambarkan dampak  pengalihan fungsi  lahan sawah terhadap  produksi padi dalam rangka  ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Adapun jenis data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder baik yang bersifat kualilalif maupun kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa,  pengalihan fungsi  lahan sawah di Kecamatan Jaten semakin meningkat, hal ini dipengaruhi oleh letak geografi s yang strategis,  Pertumbuhan Penduduk dan  Kebutuhan Perumahan,  perkembangan industri, dan faktor individu   Petani. Penyusutan  lahan sawah secara nyata berpengaruh terhadap berkurangnya  produksi padi secara total. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yang menunjukkan penurunan p roduksi padi sampai dengan tahun 2018 sebesar 6.309,8 ton atau sekitar -2,9 persen/tahun. Berdasarkan tingkat  konsumsi  beras penduduk sesuai dengan  Susenas tahun 2013, maka diperkirakan pada tahun 2020 Kecamatan Jaten  akan mengalami kekurangan  produksi  beras