Sungadi Sungadi, Sungadi
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Pengembangan Profesi Pustakawan UII Sungadi, Sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 8 No. 1 2017
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol8.iss1.art1

Abstract

Riset ini menganalisis tentang kepercayaan diri pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dalam menjalani profesinya. Subjek penelitian ini adalah pustakawan UII sebanyak 27 orang yang berada di berbagai unit kerja antara lain: di Direktorat Perpustakaan UII, Fakultas Ekonomi UII dan Fakultas Hukum UII. Selama ini profesi pustakawan masih dianggap sebagai profesi kelas dua oleh sebagian masyarakat, sementara itu bagi pustakawan sendiri masih ada sebagian kecil pustakawan yang belum “bangga” dengan profesinya. Dengan penelitian ini, akan diketahui seberapa besar/tinggi kepercayaan diri pustakawan UII dalam statusnya sebagai pustakawan. Hasil riset memberikan gambaran bahwa tingkat kepercayaan diri pustakawan UII dalam menjalani profesi pustakawan berada pada posisi tinggi sebesar 68%. Tingkat pengembangan karir pustakawan UII berada pada posisi tingkat sedang sebesar 50%. Berdasarkan hasil uji korelasi, dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam riset ini menolak hiphotesis yang menyebutkan bahwa terdapat pengaruh antara kepercayaan diri dengan pengembangan profesi pustakawan UII dalam menjalani profesinya. Tingkat korelasi antara kepercayaan diri dengan pengembangan profesi pustakawan UII adalah sebesar 30% (0,300). Artinya pengaruh pengembangan karir pustakawan dari kepercayaan diri hanya sebesar 30% saja, sementara masih ada faktor di luar kepercayaan diri sebesar 70% yang mempengaruhi pengembangan karir pustakawan. Faktor lain di luar kepercayaan diri tersebut antara lain: (1) adanya tugas ganda bagi pustakawan sehingga pekerjaan kepustakawanan hampir tidak tersentuh; (2) adanya program pelatihan dan peningkatan pendidikan yang lebih tinggi bagi pustakawan di bidang kepustakawanan; (3) adanya motivasi yang tinggi bagi pustakawan juga dapat mempengaruhi peningkatan profesi pustakawan; (4) lingkungan kerja yang kondusif; dan (5) adanya kepemimpinan profetik yang diberlakukan di lembaga dimana pustakawan mengembangkan profesinya.
Kepuasan Pemustaka Bersumber pada Nilai Perpustakaan: Studi Empiris pada Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia sungadi, sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 9 No. 1 2018
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol9.iss1.art6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepuasan pemustaka yang bersumber dari nilai perpustakaan. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Indonesia (UII) dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa yang kebetulan berkunjung ke perpustakaan sebanyak 135 responden sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan cara analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian membuktikan, bahwa persepsi mahasiswa terhadap variabel nilai perpustakaan dalam kualifikasi tinggi dengan nilai persepsi sebesar 60,07 dan variabel kepuasan mahasiswa tergolong dalam kualifikasi tinggi pada angka persepsi sebesar 73,30. Sementara indikator nilai akademik dari variabel nilai perpustakaan dalam kualifikasi tinggi dengan angka persepsi sebesar 73,70 menduduki nilai tertinggi dan terendah terdapat pada nilai ekonomi dengan skor72,28. Selanjutnya indikator kecepatan layanan dari variabel kepuasan mahasiswa menempati persepsi tertinggi 77,59 dalam kualifikasi sangat tinggi dan terendah pada indikator empati pada kualifikasi tinggi dengan angka persepsi sebesar 70,19. Pada hasil pengujian korelasi, terdapat pengaruh antara nilai perpustakaan terhadap kepuasan mahasiswa UII dengan angka pengaruh sebesar 72,40% (0,724) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 (0,000) lebih kecil dari 0,05). Artinya hipotesis penelitian diterima dan besaran pengaruh kepuasan mahasiswa UII dari nilai perpustakaan sebesar 72,40%, sementara masih ada faktor diluar nilai perpustakaan sebesar 27,60% yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa
Jabatan Pustakawan: Profesionalisme, Peran, Dan Tantangannya Sebagai Makhluk Sosial Di Perpustakaan sungadi, sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 3 No. 1 2012
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ditulis bertujuan untuk mengetahui profesionalisme pustakawan, peran pustakawan sebagai makhluk sosial dan tantangannya dalam mengemban tugasnya sebagai penyaji informasi. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa Pustakawan Indonesia belum sepenuhnya dapat disebut sebagai pustakawan yang professional, karena pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan bagi para Pustakawan Indonesia, terutama pustakawan yang bekerja pada Perpustakaan Daerah tingkat II (Kabupaten). Pada perpustakaan tersebut belum tersedia adanya tim penilai pustakawan, adanya di tingkat propinsi. Pustakawan Indonesia sebagai anggota profesi telah berperan besar dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia, sejak jaman penjajah Belanda – hingga sekarang kepustakawan di Indonesia dapat berkembang secara signifi kan berkat peran dari para pustakawan kita. Adanya Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Nasional/Daerah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus ini adalah hasil perjuangan dari para Pustakawan Indonesia. Pustakawan sebagai makhluk sosial di perpustakaan memiliki peran yang sangat penting terhadap pengembangan perpustakaan. Pengembangan tersebut meliputi pengembangan koleksi, pengembangan sarana dan prasarana, serta pengembangan untuk meningkatkan minat baca pemustaka. Salah satu peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca adalah dengan cara menganalisis perilaku pemakai dan mempromosikan produk jasa informasi perpustakaan.
Membangun Kualitas Pelayanan Perpustakaan Untuk Meraih Kepuasan Pemustaka Dalam Perspektif Islam Supribadi, Supribadi; Sungadi, Sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 3 No. 1 2012
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana membangun pelayanan perpustakaan yang baik, sehingga dapat memberikan kepuasan bagi pemustaka. Dari hasil pembahasan dapat diketahui : pertama bahwa Pustakawan sebagai makhluk sosial yang beragama, dalam bertugas harus bersandar kepada Allah dengan senantiasa memohon atas ridha-Nya. Kedua harus mempunyai sifat sabar, suka menolong, bersikap ramah dan sopan, respek terhadap pemustaka, dan dapat menyesuaikan keadaan serta dapat mengikuti adanya perkembangan teknologi informasi, memiliki kompetensi dan skil yang memadai, kredibel, dan responsive, serta memiliki sifat empati terhadap pemustaka. Ketiga tersedianya sarana dan prasaran perpustakaan yang memadai, yang meliputi perencanaan gedung harus matang, peralatan rak yang sesuai dengan kondisi pemustaka, pencahayaan yang cukup, ventilasi yang sesuai, suhu udara dalam ruangan, tata ruang, pembagian ruangan yang proposional, dan warna cat ruangan dan perabot lainnya. Pemilihan warna yang tepat dapat mempengaruhi intensitas terang dan dapat pula memberikan ‘suasana’ ruang pada area perpustakaan. Keempat pustakawan harus dapat mengubah paradigma yang menyatakan bahwa perpustakaan akan didatangi oleh pemustaka, menjadi pemustaka dikelilingi informasi dimana pemustaka sangat dimanjakan oleh informasi. Kelima, perpustakaan perlu melakukan evaluasi dan pengukuran mutu, serta perbaikan secara berkesinambungan.
Model Pengembangan Perpustakaan Digital Perguruan Tinggi Di Indonesia sungadi, sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 4 No. 1 2013
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas model pengembangan perpustakaan digital perguruan tinggi di Indonesia yang masing-masing mewakili institusi yang berbeda. Dengan mengambil lima (5) contoh antara lain : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Islam Indonesia (UII). Dari beberapa perguruan tinggi tersebut dapat diketahui bahwa perguruan tinggi itu telah mengembangkan Perpustakaan Digital dan telah beroperasi secara lokal maupun dengan memanfaatkan internet. Kelima Perguruan Tinggi tersebut mengembangkan koleksi digitalnya dengan memulai digitalisasi koleksi lokal (local content), berupa skripsi, tesis, disertasi, dan hasil penelitian. Kelima Perpustakaan Digital tersebut secara teknis memakai model pengembangan OAIS, dengan ciri-ciri kegiatannya lebih menekankan pada proses kerja yakni bagaimana cara mereka mengelola paket informasi.
Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Kinerja Pegawai Direktorat Perpustakaan UII Pasca Integrasi sungadi, sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 5 No. 1 2014
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pemustaka terhada kinerja pegawai Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pasca integrasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 01 – 20 Oktober 2012 di Direktorat Perpustakaan UII, dengan melibatkan mahasiswa yang aktif berkunjung ke Direktorat Perpuatakaan UII sebagai subjek/ responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan angket kepada responden. Sampel yang digunakan adalah Insidental Sampling yakni teknik penentuan sampel dengan mempertimbangkan responden yang aktif dan yang secara kebetulan mengunjungi perpustakaan pada saat angket diedarkan. Responden/ subyek penelitian sengaja ditujukan kepada mahasiswa yang aktif dan yang kebetulan berkunjung ke Direktorat Perpustakaan UII dengan pertimbangan bahwa mereka akan memberikan jawaban secara obyektif. Angket yang disebarkan sebanyak 170 paket, dikembalikan dengan jawaban lengkap 111 paket (65,29%), dikembalikan dengan jawaban tidak lengkap 12 paket (7,058%), dan tidak dikembalikan 47 paket (27,65%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pemustaka terhadap kinerja pegawai Direktorat Perpustakaan UII Pasca Integrasi adalah sebagai berikut: Lantai 1 (72.97%), Lantai UG (72.016%), Lantai E-Library (73.70%), Lantai LG Utara (Koleksi Perpustakaan Islam) sebesar 73.13%, Layanan Presensi Pengujung dan Pemeriksaan Tas (75.45%), Layanan SATPAM (74.66%), Layanan Parkir Kendaraan (72.89%), dan Direktorat Perpustakaan UII secara keseluruhan (73.55%). Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar ada pembinaan pada bagian Layanan SATPAM dan Presensi Pengunjung-Pemeriksaan Tas dalam bersikap ramah dan murah senyum terhadap pemustaka. Sementara itu untuk pegawai Layanan Parkir Kendaraan, perlu adanya peningkatan kinerja utamanya dalam memberikan bantuan (sikap empati) kepada pemustaka. Lebih lanjut untuk titik Layanan Lantai 1, UG, dan LG Utara (Koleksi Perpustakaan Islam) perlu meningkatkan kinerja pada bidang penataan buku pada rak (shelving).
Tingkat Standarisasi Tenaga Perpustakaan : Studi Kasus Pada Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sungadi, sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 6 No. 1 2015
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk membandingkan jumlah tenaga perpustakaan (pustakawan, tenaga teknis, dan tenaga administrasi) pada Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) dengan standar dan peraturan yang berlaku saat ini. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen dengan cara mencermati UU Nomor 43 tahun 2007, SNI 7330: 2009, dan draft SNP 010: 2011 bidang Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan kondisi nyata di Perpustakaan UII. Perpustakaan UII saat ini dikelola oleh 1 orang pustakawan madya, 2 orang pustakawan muda, dan 3 orang pustakawan pertama. Pustakawan penyelia 10 orang, pustakawan pelaksana lanjutan 10 orang, dan pustakawan pelaksana sebanyak 6 orang. Perpustakaan UII saat ini dikelola oleh 32 orang. Selain tenaga fungsional, perpustakaan UII juga didukung oleh tenaga administrasi sebanyak 1 orang kepala perpustakaan dan 11 orang staf administrasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pustakawan murni: 6 orang (13.95%), Tenaga Teknis Perpustakaan merangkap Pustakawan: 25 orang (58.16%), Tenaga Administrasi Perpustakaan : 12 orang (27.91%). Perbandingan pustakawan dengan tenaga teknis perpustakaan dan tenaga administrasi menunjukkan 1:4:2 (6:25:12). Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa tenaga perpustakaan UII masih didominasi tenaga teknis dan tenaga administrasi. Perpustakaan UII dengan jumlah pemustaka sebesar 17.000, idealnya mempunyai pustakawan murni sebanyak 13 orang dan kesesuaian baru mencapai 50%. Rasio jumlah Pustakawan UII dengan jumlah Pemustaka di Perpustakaan UII menunjukkan 1:2.833, standar yang berlaku 1:1.250. Hal ini baru mencapai 44%. Kepala Perpustakaan UII saat ini belum memenuhi standar yang diperlukan.
Pengaruh Religiusitas terhadap Kematangan Karier Pustakawan Kajian Empiris pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta Sungadi, Sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 11 No. 1 2020
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol11.iss1.art3

Abstract

Adanya kemampuan pemahaman agama (religiusitas) yang memadai, pustakawan dimungkinkan memiliki peran penting terhadap pegembangan dan pembinaan karier pustakawan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh religiusitas terhadap kematangan karier pustakawan.Manfaat penelitian adalah untuk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai Islam dalam menjalani profesi pustakawan agar memiliki sifat amanah, jujur, rasa optimis dan bertanggung jawab sehingga kematangan karier akan dapat tercapai. Riset dilakukan pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mengambil seluruh populasi (82 orang) pustakawan sebagai responden penelitian, namun dari hasil pengumpulan data hanya 78 angket yang kembali secara lengkap dan 4 angket kembali tidak lengkap, sehingga jumlah responden penelitian menjadi 78. Metode penelitian bersifat kuantitatif, pengumpulan data primer dan skunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden dan data skunder diperoleh dari dokumen yang ada di PTKI DIY. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regeresi sederhana. Hasil riset menunjukkan bahwa persepsi Pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di DIY terhadap variabel penelitian dalam kategori baik sampai dengan kategori sangat baik. Persepsi pada variabel religiusitas pada posisi sangat tinggi/sangat baik dan variabel kematangan karier dalam kondisi tinggi/baik. Dari analisis regresi sederhana dapat dinyatakan bahwa persepsi Pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di DIY terhadap Religiusitas (X) berpengaruh positif terhadap kematangan karier (Y) terdapat nilai pengaruh sebesar 0,292 dengan signifikansi 0,009 < 0,05, artinya menerima hipotesis. Secara umum, dalam penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa secara teoritik religiusitas berpengaruh terhadap kematangan karier Pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di DIY..
Pengaruh Religiusitas Dan Kompetensi Terhadap Kematangan Karier Pustakawan Sungadi, Sungadi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 12 No. 1 2021
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol12.iss1.art3

Abstract

Adanya pemahaman keagamaan (religiusitas) yang cukup dan kompetensi memadai bagi pustakawan dimungkinkan memiliki peran penting terhadap pegembangan dan pembinaan karier pustakawan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh kepemimpinan profetik dan kompetensi terhadap kematangan karier pustakawan. Riset dilakukan pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Daerah Istimewa Yogyajarta (DIY) dengan mengambil seluruh populasi (78 orang) pustakawan sebagai responden penelitian. Metode penelitian bersifat kuantitatif, pengumpulan data primer dan skunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden dan data skunder diperoleh dari dokumen yang ada di PTKI DIY. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regeresi berganda. Hasil riset menunjukkan bahwa persepsi Pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di DIY terhadap variabel religiusitas (X1) pada posisi sangat tinggi/sangat baik, variabel kompetensi (X2) pada kondisi sangat tinggi/sangat baik dan kematangan karier (Y) oleh responden dipersepsikan dalam kategori tinggi/baik. Dari hasil analisis data regresi berganda membuktikan bahwa persepsi pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di DIY memberikan persepsi, secara parsial religiusitas (X1) berpengaruh positif terhadap kematangan karier (Y) terdapat nilai pengaruh sebesar 0,292 dengan signifikansi 0,009 < 0,05, artinya menerima hipotesis, kompetensi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kematangan karier (Y) terdapat nilai pengaruh sebesar 0,745 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, artinya hipotesis diterima. Pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di DIY memberikan persepsi, bahwa Religiusitas (X1) dan Kompetensi (X2) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kematangan Karier (Y), didapat angka F statistika senilai 46,765 dengan tingkat substansial 0.000 < 0,05. Artinya menerima hipotesis. Secara umum, dalam penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa secara teoritik religiusitas dan kompetensi secara individu maupun bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kematangan karier Pustakawan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Sementara secara aplikatif faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan karier Pustakawan PTKI di DIY terdiri dari faktor: memiliki aqidah yang kuat, memiliki skill dan interest yang tinggi, dan akses karier berkelanjutan.