Bugel Village has great potential for rice farming; however, the low level of mechanization in the harvesting process results in reduced efficiency and productivity, as most farmers still harvest rice manually. This program aimed to introduce and train farmers in the use of a paddy mower, which offers advantages in mobility, labor reduction, and time efficiency. This community service activity was carried out in January 2025 in Bugel Village, Tomo District, Sumedang Regency, West Java, where rice cultivation serves as the primary economic activity. The training was conducted through socialization and hands-on practice with 30 farmers as participants, resulting in increased knowledge and skills. Evaluation results showed a significant improvement in understanding and motivation to adopt this technology, with the paddy mower achieving a 12.09% higher work speed compared to manual processes. Overall, the activity received positive responses from farmers, who acknowledged the benefits of mechanization in enhancing work efficiency and the quality of rice harvesting.Desa Bugel memiliki potensi yang besar dalam pertanian padi, namun rendahnya tingkat mekanisasi dalam proses panen menyebabkan efisiensi dan produktivitas rendah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar petani masih memanen padi secara manual. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melatih petani dalam penggunaan mesin pemanen padi paddy mower, yang menawarkan keuntungan dalam mobilitas, pengurangan tenaga kerja, dan efisiensi waktu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang mempunyai mata pencaharian utama menanam padi sebagai aktivitas ekonomi utama. Pelatihan dilakukan dengan sosialisasi dan praktik langsung, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dihadiri oleh 30 petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan motivasi untuk mengadopsi teknologi ini, dimana mesin paddy mower mempunyai kecepatan kerja lebih tinggi 12.09% dibandingkan dengan proses manual. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari petani, setelah terlihat manfaat mekanisasi dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas panen padi.