Sukarto Karto Atmodjo
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BENDA PURBAKALA DARI PURA TULUKBIYU DI BALI Sukarto Karto Atmodjo
Berkala Arkeologi Vol. 8 No. 1 (1987)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v8i1.484

Abstract

Di desa Batur (Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali) terdapat sebuah pura (bangunan suci umat Hindu), yang sampai sekarang masih menyimpan beberapa buah benda purbakala yang sangat penting. Pura itu seakan-akan terlepas dari perhatian para sarjana Arkeologi karena bentuknya memang tidak jauh berbeda dengan pura lainnya di pulau Bali.
TOKOH BHIMA DALAM ARKEOLOGI KLASIK Sukarto Karto Atmodjo
Berkala Arkeologi Vol. 7 No. 2 (1986)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v7i2.457

Abstract

Tokoh Bhima memang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Lebih-lebih tanya-jawab antara Bhima dan Dewaruci merupakan sumber kawruh kasampurnan (ilmu kesempurnaan) bagi orang Jawa. Sekarang ini Ibu Sumarti Suprayitno menguraikan tokoh Bhima dalam kaitannya dengan masyarakat sastra dan budaya Jawa. Uraian atau ceramah ini sangat menarik karena tokoh Bhima memang sudah dikenal sejak jaman dahulu, khususnya dalam sastra Jawa Kuno, baik di dalam wiracarita Mahabharata maupun di dalam cerita Nawaruci. Demikian pula lbu Sumarti Suprayitno telah berhasil membanding cerita Bhima-Dewaruci dengan motif yang sama dalam Wanaparwa, saat Markandeya mengunjungi Pandawa di hutan dan memberi berbagai wejangan kepada mereka. Markandeya menceritakan pengalamannya ketika ia masuk ke dalam perut seorang anak kecil yang duduk di atas dahan pohon beringin dan kemudian mengeluarkannya melalui mulutnya dan menyatakan bahwa ia sebenarnya adalah dewa Narayana atau Wisnu. Di dalam perut anak kecil tersebut Markandeya dapat melihat seluruh alam semesta.
MENGUNGKAP MASALAH PEMBACAAN PRASASTI PASRUJAMBE Sukarto Karto Atmodjo
Berkala Arkeologi Vol. 7 No. 1 (1986)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v7i1.450

Abstract

Dalam buku Laporan Tahunan Oinas Purbakala (Departemen PP dan K) tahun 1954 (terbit tahun 1962) mengenai prasasti Pasrujambe tertulis pada halaman 12 sebagai· berikut (ejaan lama): "Di desa Pasrujambe (Senduro, Lumadjang) didapatkan gundukan tanah dengan batu-batu kali besar dan ketjil. Di antara batu-batu tadi ada 16 buah jang bertulisan. Penelitian tehadap tulisan ini tidak memberikan sesuatu hasil, bahkan djenisnjapun dari tulisan itu tidak dapat diketahui (gb. 15)". Selanjutnya keterangan di bawah gambar 15 berbunyi: "Senduro (Lumadjang). Batu bersurat jang tulisannja gandjil. Foto DP 19427".
PRASASTI KEDENGAN Sukarto Karto Atmodjo
Berkala Arkeologi Vol. 6 No. 1 (1985)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v6i1.435

Abstract

Baru-baru ini Bapak Letkol (Purn) Dihar Ronggoprawiro dari Mojoroto (Kediri) memperlihatkan sebuah lempengan tembaga bertulis kepada Universitas Kadiri (P.R. II dr. Hartono Moedjisunu) dan selanjutnya faksimil (turunan tangan) prasasti tersebut dikirim oleh Bapak Koesdisarwojo kepada Lembaga Javanologi (Yayasan Panunggalan) di Yogyakarta untuk diteliti lebih lanjut. Prasasti tembaga itu berukuran panjang 45,5 cm, lebar 12,5 cm dan tebal sekitar 2,5 mm. Menurut berita tembaga bertulis (tamraprasasti) itu semula disimpan oleh seorang penduduk Bojonegoro di dalam sebuah peti bersama-sama sebilah keris dan sehelai kain cinde. Namun-demikian asal atau tempat semula prasasti diketemukan (didapat) tidak diketahui secara jelas.