Bugie M.H. Kusumohartono
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EKSPLORATIF-DESKRIPTIF-EKSPLANATIF DALAM KAJIAN ARKEOLOGI INDONESIA Bugie M.H. Kusumohartono
Berkala Arkeologi Vol. 8 No. 2 (1987)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v8i2.489

Abstract

Tulisan ini lahir karena terdorong oleh karya tulis Drs. Mundardjito dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi (PIA) IV 1986, yang berjudul Metode lnduktif-Deduktif dalam Penelitian Arkeologi di lndonesia. Dalam makalah tersebut disimpulkan bahwa terdapat kecenderungan berpikir induktif dalam penelitian arkeologi Indonesia selama ini dan tercermin pada makalah-makalah PIA (l, II, lll). Sehubungan dengan itu Drs. Mundardjito menyodorkan gagasan-gagasan berupa upaya menerapkan penalaran induktif-deduktif dalam penelitian arkeologi untuk pada akhimya dapat secara efektif dan efisien menghasilkan berbagai teori dalam disiplin arkeologi di Indonesia.
MENUJU PERUMUSAN PERAN SERTA ARKEOLOGI DALAM PELAKSANAAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN Bugie M.H. Kusumohartono
Berkala Arkeologi Vol. 7 No. 2 (1986)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v7i2.461

Abstract

Selama ini dampak negatif terhadap segala bentuk tinggalan arkeologis masih sepenuhnya merupakan biaya (cost) eksternal dari kegiatan pembangunan yang mengakibatkannya, serta menjadi beban sepenuhnya bagi pihak pengelola benda cagar budaya. Artinya, manfaat dan dampak negatif suatu kegiatan pembangunan, masing-masing dirasakan oleh sebagian anggota masyarakat yang berlainan. Dalam skala makro kepentingan nasional, biaya yang diperhitungkan atas resiko tersebut seringkali cukup besar, atau bahkan lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. Hal ini dapat terjadi karena tinggalan arkeologi sebagai benda cagar budaya memiliki nilai yang tinggi dan kerapkali tidak dapat dihitung dengan jumlah nilai tukar tertentu.
STRATEGI ADAPTASI LINGKUNGAN, POLA EKONOMI, DAN PELESTARIAN KEKUASAAN, PAPARAN MENGENAI BEBERAPA DATA JAMAN INDONESIA KUNA Bugie M.H. Kusumohartono
Berkala Arkeologi Vol. 6 No. 2 (1985)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v6i2.442

Abstract

Data arkeologis menunjukkan bahwa kelompok-kelompok masyarakat yang tersebar di kepulauan Nusantara telah berkembang sejak masa yang tua. Perkembangan tersebut tumbuh secara khas pada masing- masing kelompok sesuai dengan situasi lingkungan, karakteristik kelompok, maupun kondisi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sementara itu dimensi ruang dan waktu juga mempengaruhi model-model perubahan kebudayaan serta perkembangan masyarakatnya. Oleh sebab itu tidak mustahil sistem sosial dan budaya masyarakat di Nusantara pada saat yang bersamaan dapat menampilkan wujud yang majemuk.
PENDEKATAN LINGKUNGAN DALAM REKONSTRUKSI PERTUMBUHAN PEMUKIMAN TROWULAN KUNA: SUATU PEMIKIRAN INDUKTIF Bugie M.H. Kusumohartono
Berkala Arkeologi Vol. 6 No. 1 (1985)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v6i1.436

Abstract

Para ilmuwan yang bergerak di bidang arkeologi pada umumnya sependapat bahwa situs Trowulan adalah lokasi pusat pemerintahan kerajaan Majapahit pada kurang lebih abad ke - 14 Masehi. Nagarakrtagama menggambarkan bahwa pertengahan abad ke - 14 merupakan masa kemasan peradaban dan kejayaan kerajaan Majapahit (Pigeaud, 1962, IV). Sedikit atau banyak kondisi yang tercipta tersebut berkaitan dengan situasi pemerintahan yang berpusat di pemukiman kuna Trowulan.