Bambang Soelistyanto
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH TANTRAYANA DI KAWASAN NUSANTARA Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 6 No 2 (1985)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.801 KB) | DOI: 10.30883/jba.v6i2.443

Abstract

Data-data arkeologis yang sampai di tangan kita cenderung untuk mendukung (suatu) anggapan bahwa agama memainkan peranan penting dalam kebudayaan. Walaupun demikian, peranan agama yang besar pengaruhnya terhadap kebudayaan, tetap belum bisa dirumuskan secara jelas di dalam dunia penelitian, terutama mengenai bentuk ajaran agama yang dimaksud. Untuk dapat mengungkapkan bentuk ajaran serta mengetahui peranan yang digerakkannya, jelas memerlukan suatu penelitian panjang, menyeluruh, dan sukar. Salah satu faktor yang menghambat penelitian agama ialah kelangkaan sumber tertulis.
Proses Perkembangan Kesenian Dalam Perubahan Kebudayaan Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 10 No 2 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3978.446 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i2.542

Abstract

Kalau kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan hasil cipta, rasa dan karsa masyarakat, maka kesenian adalah unsur kebudayaan yang bersumber pada rasa, khususnya rasa keindahan. Rasa estetis inilah yang mendorong budi daya manufiia untuk menciptakan berbagai ragam kesenian guna pennenuhan hidupnya.
Citra Majapahit dalam Perbandingan Babad dan Kakawin Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 14 No 1 (1994)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.337 KB) | DOI: 10.30883/jba.v14i1.625

Abstract

Experts have assumed that among the many ancient kingdoms in Indonesia, Majapahit is the strongest to leave memories in today's society. The last kingdom of this traditional Hindu-Javanese state was recorded as having fully succeeded in establishing political unity in a large area that had never happened before.
Perilaku Masyarakat Terhadap Benda Cagar Budaya Sangiran: Studi Kasus Di Desa Krikilan Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 15 No 1 (1995)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.88 KB) | DOI: 10.30883/jba.v15i1.654

Abstract

Sangiran site in the world of science, especially in the issue of early human evolution is important, there is no doubt. Findings ranging from the right lower jaw (mandible) found by Von Koenigsvald in 1934 to Sugimin's pithecantrophus skull found on October 8, 1993, present evidence that the Sangiran dome is the world's happiest hominid site. Unfortunately, most of the human fossil findings at this site do not come from the results of research by researchers. But the findings of local residents whose activities are far from practical have more opportunities than a formal study.
Transformasi Budaya Ruwatan Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 16 No 1 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2133.319 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i1.742

Abstract

This paper intends to discuss changes in the values of Ruwatan in a dynamic cultural context. The main idea that will be put forward in this text is about the change in the meaning of ruwatan which has shifted along with the development of society in identifying culture. This is based on philological and archaeological data which show that ruwat, which means destroying, destroying, or liberating has existed in the concept of Javanese beliefs since the 9th century AD.
Perubahan Sosial Di Kawasan Benda Cagar Budaya Sangiran: Studi Tentang Perubahan Perilaku Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.568 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.751

Abstract

Tulisan ini akan mencoba membahas adanya perubahan sosial yang terJadi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini terletak di kawasan Benda Cagar Budaya (BCB} Sangiran yang dilindungi oleh undang-undang. Hal tersebut diangkat dalam tulisan ini, disebabkan adanya proses perubahan sosial yang unik dan hanya berlaku di desa ini. Sejak desa IDT ini didatangi oleh para peneliti asing khususnya von Koenigswald pada tahun 1934 dalam rangka eksplorasi Situs Sangiran, disusul dengan berdirinya Museum Sangiran pada tahun 1974, dan kemudian diikuti oleh merebaknya sentra industri batuan (fosil) pada tahun 1980, perubahan sosial sangat banyak ditemukan di dalam kehidupan masyarakat Desa Krikilan.
PERUBAHAN SOSIAL DI KAWASAN BENDA CAGAR BUDAYA SANGIRAN: STUDI TENTANG PERUBAHAN PERILAKU Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol. 16 No. 2 (1996)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v16i2.751

Abstract

This paper will try to discuss the social changes that have occurred in Krikilan Village, Kalijambe District, Sragen Regency, Central Java Province. This village is located in the Sangiran Cultural Heritage Area (BCB) which is protected by law. This is raised in this paper, due to a unique process of social change that only applies in this village. Since this IDT village was visited by foreign researchers especially von Koenigswald in 1934 in the context of exploring the Sangiran Site, followed by the establishment of the Sangiran Museum in 1974, and then followed by the expansion of the rock industry center (fossil) in 1980, social changes are very much found in the life of the people of Krikilan Village.
TRANSFORMASI BUDAYA RUWATAN Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol. 16 No. 1 (1996)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v16i1.742

Abstract

This paper intends to discuss changes in the values of Ruwatan in a dynamic cultural context. The main idea that will be put forward in this text is about the change in the meaning of ruwatan which has shifted along with the development of society in identifying culture. This is based on philological and archaeological data which show that ruwat, which means destroying, destroying, or liberating has existed in the concept of Javanese beliefs since the 9th century AD.
PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP BENDA CAGAR BUDAYA SANGIRAN: STUDI KASUS DI DESA KRIKILAN Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol. 15 No. 1 (1995)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v15i1.654

Abstract

Sangiran site in the world of science, especially in the issue of early human evolution is important, there is no doubt. Findings ranging from the right lower jaw (mandible) found by Von Koenigsvald in 1934 to Sugimin's pithecantrophus skull found on October 8, 1993, present evidence that the Sangiran dome is the world's happiest hominid site. Unfortunately, most of the human fossil findings at this site do not come from the results of research by researchers. But the findings of local residents whose activities are far from practical have more opportunities than a formal study.
CITRA MAJAPAHIT DALAM PERBANDINGAN BABAD DAN KAKAWIN Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol. 14 No. 1 (1994)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v14i1.625

Abstract

Experts have assumed that among the many ancient kingdoms in Indonesia, Majapahit is the strongest to leave memories in today's society. The last kingdom of this traditional Hindu-Javanese state was recorded as having fully succeeded in establishing political unity in a large area that had never happened before.