Selarti Venetsia Saraswati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Temuan Gerabah di Situs Wonoboyo Selarti Venetsia Saraswati
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.17 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.613

Abstract

Situs Wonoboyo pertama kali menarik perhatian kalangan arkeologis maupun masyarakat karena di situs ini ditemukan sejumlah benda emas dan perak pada tahun 1990. Sejak penemuan emas tersebut, di situs ini telah dilakukan beberapa kali survei maupun ekskavasi, baik dalam kaitannya dengan penyelamatan maupun penelitian. Salah satu aspek yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah hasil dari penggalian penyelamatan maupun penelitian yang berupa temuan gerabah.
TEMUAN GERABAH DI SITUS WONOBOYO Selarti Venetsia Saraswati
Berkala Arkeologi Vol. 13 No. 3 (1993)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v13i3.613

Abstract

Situs Wonoboyo pertama kali menarik perhatian kalangan arkeologis maupun masyarakat karena di situs ini ditemukan sejumlah benda emas dan perak pada tahun 1990. Sejak penemuan emas tersebut, di situs ini telah dilakukan beberapa kali survei maupun ekskavasi, baik dalam kaitannya dengan penyelamatan maupun penelitian. Salah satu aspek yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah hasil dari penggalian penyelamatan maupun penelitian yang berupa temuan gerabah.
ARCA VISNU CIBUAYA II DALAM PERBANDINGAN Selarti Venetsia Saraswati
Berkala Arkeologi Vol. 2 No. 1 (1981)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v2i1.286

Abstract

Untuk mempelajari bentuk-bentuk-arca, dalam hal ini arca-arca dewa, harus diperhatikan apa yang mendasari pembuatan arca tersebut. Perwujudan dewa ke dalam bentuk arca disebabkan oleh adanya dorongan untuk mengkonkritkan bentuk-dewa-dewa tersebut yang semula merupakan suatu gambaran yang abstrak. Dengan tujuan itu kemudian dewa-dewa diwujudkan dalam bentuk yang dapat dilihat dan diraba, yaitu dalam bentuk arca.