nfn. Siswanto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Jejak Daun di Situs Wonoboyo nfn. Siswanto
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3257.767 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.618

Abstract

Pada bulan Desember 1991 Balal Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian pada situs tersebut. Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah temuan lapisan tanah (lapis tuff) mengandung sisa-sisa tumbuhan yaitu jejak daun (leaf impression) pada beberapa kotak uji. Sehingga diharapkan data ini dapat membantu interpretasi status situs Wonoboyo lebih jelas. Penemuan semacam ini jarang ditemukan pada situs-situs arkeologi lain, terutama temuan sisa-sisa tumbuhan.
Pengumpulan Data Biotik Dalam Studi Lingkungan Kuna nfn. Siswanto
Berkala Arkeologi Vol 15 No 2 (1995)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.127 KB) | DOI: 10.30883/jba.v15i2.661

Abstract

The natural history of the environment can be studied through environmental resources (physical and biotic) along with archaeological resources. Thus, the role of archaeological studies as a support in environmental studies is clear so that this can be the other way around, for the sake of archaeological studies it is necessary to support it by carrying out past environmental studies.
Analisis Arkeobotani Dalam Penelitian Arkeologi nfn. Siswanto
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.893 KB) | DOI: 10.30883/jba.v20i1.805

Abstract

Temuan sisa flora dalam bentuk apapun untuk studi arkeologi pada umumnya akan dikaitkan langsung dengan manusia masa lalu, yaitu mengenai sumber pangan, pembudidayaan tanaman atau budaya bercocok tanam, dan teknologi. Selebihnya berkaitan dengan masalah lingkungan dan vegetasi masa lalu (arkeo-ekologi), kepentingan pertanggalan, klimatologi, dan lainnya. Sehingga cara penanganan temuan sisa flora disamping menyesuaikan jenis temuannya juga menyesuaikan kepentingan informasi apa yang diharapkan. Teknik dan metoda penanganan temuan sisa flora telah banyak dikembangkan oleh para ahli, namun di lingkungan Puslit Arkenas belum dimanfaatkan secara maksimal, hal ini disamping keterbatasan sumberdaya manusia juga berkaitan dengan perangkat penunjangnya. Upaya untuk mengatasi kekurangan bisa dilakukan melalui kerjasama dengan pihak luar, sepanjang penanganan temuan (analisis) sisa flora yang tidak atau belum bisa dilakukan sendiri.
Pariwisata Dan Pelestarian Warisan Budaya nfn. Siswanto
Berkala Arkeologi Vol 27 No 1 (2007)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.598 KB) | DOI: 10.30883/jba.v27i1.946

Abstract

The development paradigm in many countries is now more oriented towards the development of the service sector and industry, including the tourism industry. Likewise in Indonesia in the last three decades the tourism sector has been encouraged and responded positively by the government with the hope of replacing the oil and gas sector which has been the prima donna in the country's foreign exchange earnings. The tourism sector is promising enough to help increase foreign exchange reserves and also pragmatically to increase people's income. The national situation is now beginning to show progress towards stability, especially in the political and security fields will provide assurance of confidence for foreign tourists to enter Indonesian territory.