Sambung Widodo
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Berkala Arkeologi

Bahaya Disintegrasi Bangsa Akibat Otonomi Daerah Pada Masa Mataram Islam Sambung Widodo
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.052 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.864

Abstract

Pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, pemerintahan raja sebenarnya merupakan hubungan yang hierarkis antara satuan-satuan kekuasaan yang berdiri sendiri, sangat otonom dan dapat mencukupi kebutuhan sendiri, yang secara vertical dihubungkan oleh ikatan-ikatan perorangan diantara beberapa pemegang kekuasaan (bupati). Selain dari ikatan-ikatan penghubung berupa pengabdian dan kesetiaan kepada satu orang yang sama, yaitu raja, nampaknya tidak ada hubungan administrative secara horizontal yang dapat memastikan atau melindungi kemerdekaan para bupati dari satu sama lainnya. Dalam kenyataannya tindakan sewenang-wenang terhadap sesama pejabat raja mudah terjadi bila daya pengawasan pemerintah pusat menjadi lemah. Keadaan yang demikian menggoda para pejabat raja (para bupati) untuk bertindak sewenang-wenang terhadap sesamanya, sebab otonomi yang diberikan kepada para pejabat (bupati) itu disertai dengan hak untuk memiliki Angkatan bersenjata sendiri.
Prospek Pelestarian Dan Pengembangan Bangunan Pesanggrahan Sambung Widodo
Berkala Arkeologi Vol 23 No 2 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.003 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i2.878

Abstract

Melihat kenyataan bahwa masih cukup banyak bangunan pesanggrahan yang masih berdiri hingga saat ini meskipun dalam kondisi yang tidak terlalu baik diharapkan dapat dilakukan upaya-upaya untuk mencegah semakin turunnya kualitas sumberdaya arkeologi tersebut. Disamping itu perlu adanya langkah-langkah pengamanan antara lain dengan penyuluhan bagi kesadaran baik pada masyarakat luas, maupun pada berbagai instansi-instansi sekiranya diperlukan dan penyediaan dana yang memadai. Untuk mencegah semakin turunnya kualitas sumberdaya arkeologi yang berupa bangunan pesanggrahan dapat dikemukakan hal-hal sebagi berikut: sebagai langkah awal tentunya perlu diupayakan inventarisasi maupun penelitian yang cukup lengkap dan menyeluruh terhadap tinggalan bangunan-bangunan pesanggrahan yang ada. Selanjutnya langkah-langkah ini hendaknya diikuti pula dengan penerbitan SK BCB sebagai pengikat bagi para penguna ataupun pengelola bangunan-bangunan tersebut.
Peran Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Dan Pengembangan Budaya Sambung Widodo
Berkala Arkeologi Vol 24 No 1 (2004)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.856 KB) | DOI: 10.30883/jba.v24i1.895

Abstract

The increasing role and participation of the community needs to be fostered through continuous effort without stopping in the long term. The efforts needed includes several stages, namely (Javanese): tepung (recognizing), dunung (knowing), srawung (understanding). At an early stage, the community needs to recognize (tepung) what is the potential for its natural and cultural resources. The next stage, the community needs to know (dunung) how to develop and utilize its potential. In the end, the community understands (srawung) and appreciates that the potential of natural and cultural resources that can be maintained and developed can provide benefits to their lives, increase material and spiritual well-being.
Pola Adaptasi Manusia Terhadap Lingkungannya Sambung Widodo
Berkala Arkeologi Vol 25 No 1 (2005)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.964 KB) | DOI: 10.30883/jba.v25i1.911

Abstract

Since prehistoric times, human adaptation patterns to their environment have manifested certain patterns that are closely related to human subsistence strategies in adapting to their natural environment. The choice of location for human habitation is strongly influenced by efforts to minimize the use of energy and time in exploiting and distributing sources of subsistence. There is a tolerance between the location of the site and the pattern of human adaptation to its natural environment. Factors related to environmental conditions are very important in choosing a location, in addition to other factors apart from economic and political factors.
Perspektif Ekonomi Politik Pengembangan Pariwisata Candi Prambanan Sambung Widodo
Berkala Arkeologi Vol 26 No 1 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.845 KB) | DOI: 10.30883/jba.v26i1.923

Abstract

It is very interesting to observe the journey of Prambanan Temple as a cultural heritage, which was initially managed as a hobby and a love for monumental works of art, until now as a world cultural heritage that is used as a product / attraction of the tourism industry. It is interesting because the journey illustrates the dynamics that reflect the complexity of tourism problems, both regarding social, cultural, economic and ecological aspects.