Sarayati Sarayati
Program Studi PG-PAUD STKIP Persada Khatulistiwa, Sintang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA ASUH ANAK USIA DINI PADA KELUARGA MUDA ORANG TUA ANAK DI PAUD DAYANG KUMANG DESA NYANGKOM KECAMATAN KAYAN HILIR Sarayati Sarayati; Yuvita Lavinia
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2022): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.187 KB) | DOI: 10.31932/jpaud.v5i1.1707

Abstract

Pola asuh merupakan suatu cara terbaik yang dapat ditempuh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagamana pola asuh anak usia dini dan faktor penghambat pola asuh anak usia dini pada keluarga muda orang tua anak PAUD Dayang Kumang. Tujuan umum yaitu mengetahui pola asuh anak usia dini dan faktor penghambat pola asuh anak usia dini pada keluarga muda orang tua anak PAUD Dayang Kumang Kecamatan Kayan Hilir Tahun 2021/2022. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pola asuh yang dilakukan keluarga muda masih sangat perlu mendapat perhatian dari orang tuanya, yang mana sebagian keluarga muda orang tua anak yang menikah di usia dini sangat perlu mendapatkan bimbingan serta arahan dari orang tua bagaimana menjaga, mengurus, mendidik anak dimana pola asuh lebih condong kepada pola asuh otoriter yang lebih menekankan aturan kepada anak dan hukuman. faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh anak usia dini pada keluarga muda orang tua anak di PAUD Dayang Kumang yakni lantaran latar belakang pendidikan yang masih rendah akibat menikah di usia muda, sehingga kepribadian masih labil, faktor lingkungan yang memengaruhi anak dalam pergaulannya, kemudian ada orang tua yang menitipkan anaknya untuk diasuh oleh orang lain (kakek dan nenek) alasan pendidikan dan pekerjaan, ditemukan juga dari segi faktor ekonomi dimana orang tua lebih mementingkan tingkat ekonominya dan jarang sekali memiliki waktu luang terhadap anaknya. Kata kunci: Pola Asuh, Keluarga Muda Orang Tua Anak Usia Dini.
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK SETIA KASIH TAHUN AJARAN 2020/2021 Fransiska Fransiska; Sarayati Sarayati; Anissa Christin Sepenriana
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2022): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v5i2.2133

Abstract

Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang siswa dalam menempuh pendidikan adalah kemampuan berbicara. Kemampuan berbicara memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, dengan menguasai kemampuan berbicara seorang akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Mengungkapkan sebuah pikiran tentu saja akan lebih menarik jika disampaikan secara lisan maka dari itu anak usia lima sampai enam tahun harus bisa menggucapkan kata-kata dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) perkembangan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia. 2) faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia. 3) upaya guru dalam melatih perkembangan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Narasumber dalam penelitian ini terdiri dari 2 guru dan 5 siswa kelas B. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa: 1) perkembangan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang sudah dikuasai oleh siswa yaitu ketepatan ucapan, penempatan tekanan, nada, sendi dan durasi yang sesuai, pilihan kata, ketepatan sasaran pembicaraan, sikap tubuh, pandangan, bahasa tubuh dan mimik yang tepat. 2) faktor yang mempengaruhi siswa dalam berbicara menggunakan bahasa Indonesia yaitu genetika, keluarga, kesehatan lingkungan, dan status kesehatan anak. 3) upaya guru dalam melatih yaitu berbicara dengan anak setiap waktu, menemukan cara untuk mengajak anak berkomunikasi dengan siswa, berikan variasi dalam berbicara, ciptakan suasana kelas yang santai tanpa tekanan dan berikan dorongan pada siswa untuk menyampaikan pendapat. Kata kunci: Kemampuan Berbicara, Bahasa Indonesia, Anak Usia Dini.