Penggunaan model Epanet pada jaringan perpipaan air bersih dimaksudkan untuk efisiensi waktu dalam menghitung perilaku hidrolis. Kalibrasi pada jaringan pipa air adalah membandingkan hasil simulasi model terhadap observasi aktual lapangan, untuk melihat model yang telah dibuat benar-benar valid dan dapat diandalkan sebagai alat bantu untuk mengetahui perilaku hidrolis sistem jaringan bila diberikan perubahan input ke dalam sistem (misalnya penambahan jaringan pipa dan jumlah tapping debit pelanggan). Koefisien kekasaran pipa (C) merupakan bilangan yang menunjukkan besarnya kehilangan energi akibat gesekan antara fluida yang mengalir dengan dinding pipa. Bertambahnya usia pipa akan menyebabkan bertambahnya kekasaran dinding pipa dan kehilangan energi akan semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kalibrasi pada model jaringan pipa dengan melakukan penyesuaian nilai C koefisien kekasaran pipa aktual sesuai umur terpasang. Dilakukan model simulasi awal dengan memasukkan nilai C pipa standar pada persamaan kehilangan energi Hazen Williams di properties link/pipa Epanet. Lalu dilakukan simulasi dengan modifikasi nilai C sesuai umur pemakaian pipa. Untuk pipa baja 600 mm dilakukan perubahan nilai C dari 150 ke 87 (usia pipa >30 tahun), pipa HDPE 315 mm perubahan nilai C dari 140 ke 100 (usia pipa >10 tahun) dan pipa PVC 25-50 mm dari 140 ke 100 (usia pipa >10 tahun). Dari hasil simulasi model di Epanet - observasi lapangan, diperoleh nilai rerata tinggi tekan untuk 5 node pengamatan. Lalu dilakukan uji beda rata-rata berpasangan 2 ekor (paired sample test T 2 tailed) terhadap nilai tinggi tekan model-observasi. Sebelum dilakukan modifikasi nilai C, hasil uji beda rata-rata berpasangan menunjukkan adanya beda nyata antara hasil simulasi model terhadap observasi lapangan dengan nilai signifikansi model 0,004, yang artinya < 0,005, ada beda nyata antara simulasi terhadap observasi, model dianggap tidak valid. Namun setelah dilakukan modifikasi nilai C sesuai umur pipa aktual, dilakukan uji beda 2 rata-rata berpasangan (paired sample test T) nilai rerata tinggi tekan model-observasi dengan nilai signifikansi 0,098 >0,005) yang artinya tidak ada beda nyata antara simulasi dan observasi, artinya model yang dibuat sudah cukup valid. Korelasi product momen antara tinggi tekan simulasi model - observasi lapangan, besar nilai R = 0,967, hubungan sangat kuat antara kedua hasil. Kata kunci : model, kalibrasi, kekasaran, pipa, tinggi tekan, valid.