Tri Sunarsih
Universitas Jendral Achmad Yani, Yogyakarta|Universitas Jendral Achmad Yani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Hamil Dapat Meningkatkan Perilaku Pemeriksaan Antenatal Care Terintegrasi Tri Sunarsih; Indah Permatasari; Mita Meilani
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 2 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.2.127-133

Abstract

Latar belakang :Pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care) penting diketahui oleh ibu hamil karena dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang. Angka Kematian Ibu di Indonesia yaitu 190 per 100.000 kelahiran hidup. Ibu hamil di anjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal sedikitnya sebanyak 4 kali, yaitu satu kali pada trimester 1, satu kali pada trimester II , dan dua kali pada trimester III. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pelayanan antenatal care terintegrasi Di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta.Metode: Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif jenis explanatory study. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil TM II dan TM III yang berjumlah 80 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Kendall's tau.Hasil: Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pelayanan antenatal care terintegrasi Nilai signifikansi sebesar 0.457 > α (0.05) dan nilai korelasi menunjukkan -0, 075. Sebagian besar responden merupakan ibu dengan tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pelayanan Antenatal Care Terintegrasi kategori cukup .Hendaknya ibu hamil lebih rutin memeriksakan kehamilannya sesuai dengan konsep pelayanan antenatal care yang berkualitas sesuai standar 10T serta tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas dalam memberikan pelayanan antenatal care terintegrasi dan lebih memberi motifasi ibu untuk lebih sering membaca buku KIA sehingga ibu dapat memahami informasi yang di dalam buku KIA.Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku, Ibu Hamil, Pelayanan Antenatal Care Terintegrasi ABSTRACTTitle : Knowledge of Pregnant Women Can Improve Behavior Integrated Antenatal Care Examination Background: Pregnancy checks (Antenatal Care) are important for pregnant women to know because they can help reduce maternal and infant mortality. Maternal mortality and illness is still a serious health problem in developing countries. The maternal mortality rate in Indonesia is 190 per 100,000 live births. Pregnant women are advised to carry out antenatal supervision at least 4 times, namely once in the first trimester, once in the second trimester, and twice in the third trimester. The objective of the study was to investigate the correlation between knowledge and behavior of pregnant woman about integrated antenatal care checks in Health Centre Mlati II Sleman Yogyakarta. Mathod: Quantitative research type explanatory study. The study uses a survey method with a cross sectional approach..Sample taking used purposive sampling with 80 pregnant women as the respondents. Kendall’s tau test was used to analyze the data. Result: The result of the study showed that is no significant relationship between knowledge and behavior of pregnant women about integrated antenatal care services. The significance value is 0.457> α (0.05) and the correlation value shows -0, 075. Most of the respondents were pregnant mothers with knowledge about integrated antenatal care services. Enough categories of pregnancy. Pregnant women should check their pregnancies more regularly in accordance with the concept of quality antenatal care services in accordance with the 10T standard and improve quality in providing integrated antenatal care services. motivate mothers to read MCH books more often so that mothers can understand the information in the KIA book.Keywords : Knowledge, Behavior, Pregnant Women, Integrated Antenatal Care 
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Program 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Stimulasi Anak Dalam Kandungan Tri Sunarsih; Diah Amanta Kurnia Dewi; Anjeli Ratih Syamlingga Putri
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 1 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.294 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.19.1.83-89

Abstract

Latar Belakang: Hari pertama kehidupan yaitu masa selama 270 hari dalam kandungan ditambah 730 hari pasca lahir. Periode 1000 hari pertama ini juga disebut periode emas (golden period), pada masa janin sampai anak usia dua tahun terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak terjadi pada kelompok usia lain. Namun sebagian besar ibu hamil belum mengetahui tentang program 1000 HPK. Tujuan penelitian  yaitu untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Program 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Stimulasi Anak Dalam Kandungan.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif jenis explanatory study. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling  menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan uji statistic chi square.Hasil: Hasilnya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang program 1000 HPK dengan stimulasi anak dalam kandungan, dengan nilai korelasi sebesar 0.232 yang termasuk kedalam kategori rendah (0.20-0.399). Simpulan: Hendaknya untuk orangtua dengan semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan anak sewaktu dalam kandungan. Hendaknya petugas KIA memberikan penyuluhan tentang pendidikan anak dalam kandungan. Kata kunci: Pengetahuan, Program 1000 HPK, Stimulasi Anak Dalam Kandungan ABSTRACT Title: Relationship Of The Knowledge Of Pregnant Women About The First 1000 Day Life Program With Children Stimulation In Content Background: The first day of life is 270 days in the womb plus 730 days after birth. The first 1000 days period is also called the golden period, during the fetus until the two-year-old child develops very fast growth and does not occur in other age groups. But most pregnant women do not know about the 1000 HPK program. The aim of the study was to find out the Relationship between Knowledge of Pregnant Women about the First 1000 Days of Life Program with Stimulation of Children in the Contents.Methods: The type of research used is an explanatory study quantitative research. The study uses a survey method with a cross sectional approach. The sampling technique uses purposive sampling.Data analysis used chi square statistical test.Results: There is a significant relationship between the knowledge of pregnant women about the 1000 HPK program and stimulation of the child in the womb, with a correlation value of 0.232 which falls into the low category (0.20-0.399). Conclusion: Should for parents as much as possible to provide education for children while in the womb. KIA officers should provide counseling about the education of children in the womb. Keywords: Knowledge, 1000 HPK Program, Stimulation of Children in Contents