Budi Warsito
Department of Statistics, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LIFE EXPECTANCY MODELING USING MODIFIED SPATIAL AUTOREGRESSIVE MODEL Hasbi Yasin; Budi Warsito; Arief Rachman Hakim; Rahmasari Nur Azizah
MEDIA STATISTIKA Vol 15, No 1 (2022): Media Statistika
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Science and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/medstat.15.1.72-82

Abstract

The presence of outliers will affect the parameter estimation results and model accuracy. It also occurs in the spatial regression model, especially the Spatial Autoregressive (SAR) model. Spatial Autoregressive (SAR) is a regression model where spatial effects are attached to the dependent variable. Removing outliers in the analysis will eliminate the necessary information. Therefore, the solution offered is to modify the SAR model, especially by giving special treatment to observations that have potentially become outliers. This study develops to modeling the life expectancy data in Central Java Province using a modified spatial autoregressive model with the Mean-Shift Outlier Model (MSOM) approach. Outliers are detected using the MSOM method. Then the result is used as the basis for modifying the SAR model. This modification, in principle, will reduce or increase the average of the observed data indicated as outliers. The results show that the modified model can improve the model accuracy compared to the original SAR model. It can be proved by the increased coefficient of determination and decreasing the Akaike Information Criterion (AIC) value of the modified model. In addition, the modified model can improve the skewness and kurtosis values of the residuals getting closer to the Normal distribution.
Tingkat Ketaatan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pada Industri Manufaktur di Kota Salatiga Merry Yohana Panjaitan; Purwanto Purwanto; Budi Warsito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.329-340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketaatan pelaku usaha dalam upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup serta mengetahui pembinaan dan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap pelaku usaha industri manufaktur di Kota Salatiga. Metode yang digunakan adalah analisa deskriptif terhadap data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan dari 5 (lima) industri manufaktur berskala besar di Kota Salatiga. Hasil penelitian tingkat ketaatan pelaku usaha industri manufaktur terhadap pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan dokumen lingkungan masih kurangnya ketaatan dalam kesesuaian substansi laporan pelaksanaan RKL-RPL/UKL-UPL dengan petunjuk teknis, pada aspek pengendalian pencemaran air masih kurangnya ketaatan terhadap baku mutu, serta kurangnya ketaatan pemenuhan standart teknis pemenuhan Baku Mutu Air Limbah dan standart kompetensi SDM, dalam aspek pengendalian pencemaran udara kurangnya ketaatan dalam pemenuhan standart kompetensi SDM, kurangnya ketaatan dalam standart teknis pemenuhan Baku Mutu Emisi, pada aspek pengelolaan limbah B3 masih kurangnya ketaatan dalam pemenuhan standart kompetensi SDM dan ketentuan teknis penyimpanan Limbah B3. Kendala yang dihadapi dalam pengawasan lingkungan hidup adalah kurangnya kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia, kurangnya koordinasi dengan instansi terkait, masih lemahnya penegakan hukum lingkungan dan pemberian sanksi administratif. Oleh karena itu Pemerintah Daerah diharapkan dapat melakukan penyusunan Standart Operating Procedure Pengawasan Lingkungan, meningkatkan kapasitas dan kompetensi personil Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD), penegakan hukum lingkungan dengan pemberian sanksi administratif,  melakukan pemetaan sebaran industri beserta publikasi hasil uji kualitas lingkungannya. Hal ini dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan bagi pengelolaan lingkungan hidup di Kota Salatiga.