This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Ika Prishandana
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG Ika Prishandana; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2013.5379

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan peningkatan jumlah berbagai jenis sampah. Kehadiran para penyapu jalanan yang kemudian disebut Pesapon sangat dibutuhkan, mereka sebagai salah satu elemen penting dalam usaha menjaga kebersihan dan estetika keindahan sebuah kota atau kabupaten. Walaupun demikian nasib para Pesapon kurang diperhatikan bahkan sering kali dilupakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami subjective well-being pada Pesapon Kota Semarang. Subjective well-being adalah evaluasi kognitif dan perasaan positif serta negatif, terhadap berbagai peristiwa di kehidupan subjek.  Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan sebagai Pesapon dianggap sebagai pekerjaan yang dipandang rendah oleh masyarakat dan merupakan pekerjaan tenaga kerja kasar serta memiliki sistem kerja lepas.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak tiga orang yang berkerja sebagai Pesapon. Metode utama dalam pengumpulan data adalah in-depth interview, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perekaman interview, dan catatan lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan subjective well-being dipengaruhi oleh self esteem, usia dan jenis kelamin, kepribadian, pekerjaan, penghasilan, kepercayaan, keluarga, kontak sosial, peristiwa kehidupan. Keluarga dinilai berperan cukup kuat dalam pembentuk subjective well-being subjek karena di dalam keluarga ada ikatan pernikahan yang berpengaruh untuk memperkuat bentuk subjective well-being. Dukungan sosial dari kelompok, penggunaan emotion focused coping dan problem focused coping turut mengurangi afek negatif yang berpengaruh pada pembentukan subjective well-being.