Mahasiswa yang menjalankan peran untuk menempuh pendidikan dan berbakti dengan orangtuanya memiliki berbagai tugas yang harus diselesaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dasar kedekatan yang terbentuk dari hubungan remaja dengan orangtuanya.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method dengan strategi penelitian eksploratoris sekuensial. Kuesioner dengan single-item disebarkan pada 1533 mahasiswa, yang diolah sesuai dengan karakteristik responden sejumlah 1066 mahasiswa (30.7% laki-laki dan 69.3% perempuan), sedangkan pada penelitian tahap II data yang diolah menggunakan tiga subjek penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik non-probabilitas pada penelitian tahap pertama. Pada penelitian tahap kedua, penggalian data dengan menggunakan teknik wawancara. Instrumen pengumpulan data pada tahap I menggunakan Kuesioner Parent-Child Relations yang dirancang Kim (2009). Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis statistik tabulasi silang pada penelitian tahap pertama, dan interpretasi data wawancara dan observasi.Hasil penelitian pada tahap I yaitu: Mahasiswa dekat dengan ibunya; Mahasiswi dekat dengan ayahnya; Kedekatan dengan ibu berada pada level amat sangat dekat; Kedekatan dengan ayah berada pada level sangat dekat; Lebih banyak mahasiswi pada kelompok amat sangat dekat dengan ibunya dibandingkan dengan mahasiswa; Lebih banyak mahasiswa pada kelompok sangat dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan mahasiswi. Kualitas kedekatan remaja-ibu pada level amat sangat dekat dialami oleh mahasiswi (52.1%) sedangkan pada level sangat dekat dialami oleh mahasiswa (53.21%). Kualitas kedekatan remaja-ayah pada level sangat dekat dialami oleh mahasiswa (56%) sedangkan pada level amat sangat dekat dialami oleh mahasiswi (32.9%). Dasar hubungan kedekatan pada remaja-ibu dan remaja-ayah yang dominan adalah tema memahami anak (50.3% pada hubungan dengan ibu dan 30.9% pada ayah). Hasil penelitian tahap kedua menunjukkan bahwa dasar kedekatan mahasiswa dengan orangtuanya dilandasi oleh saling ketergantungan, pengetahuan tentang orangtua, hal-hal yang bersifat fisik, muatan kepentingan, kedekatan fisik, kedekatan emosional, kedekatan kognisi, struktur keluarga, dan peran gender. Tema memahami dan hubungan kasih sayang yang muncul pada penelitian tahap I bersesuaian dengan dasar kedekatan emosional yang muncul pada penelitian tahap II. Hubungan kedekatan dengan orangtua tidak mempengaruhi aspirasi tingkat pendidikan anak.