This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Hilda Maulika Ayudya
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LURUHNYA SILA KEDUA PANCASILA Hilda Maulika Ayudya
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.95 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7579

Abstract

Tawuran pelajar yang melibatkan tindakan kekerasan sudah menjadi sorotan publik yang tidak bisa dianggap sebagai hal ringan. Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila. Banyaknya tawuran hingga menelan korban merefleksikan sudah mulai luruhnya nilai-nilai luhur Pancasila. Tawuran merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan khususnya pada Pancasila, yaitu sila kedua. Remaja mengalami ketegangan emosi yang tinggi sebagai wujud transisi dari jiwa anak-anak menuju dewasa. Salah satu unsur kepribadian yang penting dalam menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan adalah kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosi pada pelajar pelaku tawuran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dipilih menggunakan teknik snowball dengan jumlah subjek semakin lama semakin besar. Hasil penelitian ditemukan bahwa gambaran kecerdasan emosi pelaku tawuran menunjukkan ketiga subjek menunjukkan sikap mudah terpengaruh dan memiliki dorongan belajar yang kurang karena sering membolos. Ketiga subjek memiliki solidaritas yang tinggi terhadap teman kelompoknya apabila menjadi korban tawuran. Subjek 1 dan 2 menunjukkan sikap pemalu, subjek 3 menunjukkan sikap kurang percaya diri. Subjek 1 dan 3 tertutup apabila memiliki masalah, subjek 2 terbuka dengan orang lain apabila ada masalah. Subjek 1 melampiaskan emosinya dengan bermain, subjek 2 dengan tidur, dan subjek 3 dengan minum minuman keras. Faktor pembentuk kecerdasan emosi pada ketiga subjek yang paling berpengaruh adalah lingkungan. Faktor lain yang mempengaruhi antara lain pola asuh, pengalaman, kepribadian, peraturan sekolah, dan usia.