Penelitian ini didasari oleh adanya kesalahan berbahasa di bidang morfologi. Dalam penggunaan bahasa Indonesia di bidang morfologi terdapat kesalahan-kesalahan berbahasa yaitu kesalahan pada afiksasi, reduplikasi, pemajemukan, diksi, dan pleonasme. Penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan oleh guru ketika mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia belum sesuai, masih terdapat kesalahan berbahasa di bidang morfologi sehingga hal ini berpengaruh pada proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan data tentang tingkat kesalahan penggunaan bahasa Indonesia guru di bidang morfologi bahasa, yaitu dilihat dari segi afiksasi, reduplikasi, kata majemuk, diksi, dan pleonasme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data ialah guru SD Negeri I Peusangan yang berjumlah 1 orang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi/rekaman video. Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di bidang morfologi yang digunakan oleh guru bahasa ketika mengajar masih banyak terdapat kesalahan. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukan kesalahan-kesalahan berbahasa pada afiksasi, seperti penggunaan kata ni, dah, tros, betol, kemaren, liat, abes, cobak, dan lain-lain. Kesalahan pada reduplikasi, seperti pengulangan kata coret moret, tidak pa-pa, cobak-cobak, dan rame-rame. Kesalahan pada diksi, seperti kata dia yang terdapat pada kalimat âdia itu bersajak ab-abâ, dan kesalahan pada pleonasme, seperti kata maju dan kata ke depan yang terdapat pada kalimat âcoba maju ke depanâ.Kata kunci : mata pelajaran Bahasa Indonesia, morfologi.