Syihabuddin Q
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dirāsa al-Qur’ān bi Ṭarīqa Satīlistīkiyya Syihabuddin Q
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 63 (1999)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2022.3763.167-185

Abstract

Many people admire and interested in the Qur'ān, but they don't know the reason. According to the author, there is an internal factor that make people interested in the Qur'ān not mainly based on the dogmatic reason. The present paper discusses the so called "internal factor" which is stylistic or uṣlūb (Arabic). This approach is quite different from balāghah and literary criticism. Stylistics discusses the characteristics of language without any judgement. In this context, the stylistical approach to the Qur'ān is to analyse the characteristics of language used by the Qur'ān. [Banyak orang kagum dan tertarik dengan al-Qur'an tanpa dapat menerangkan mengapa demikian. Sebenarnya ada faktor internal dalam al-Qur'an itu sendiri yang menyebabkan orang kagum dan tertarik dengan al-Qur'an, bukan hanya karena dogma teologis. 'Tulisan ini menganalisis aspek internal tersebut dengan metode stilistika yang dalam literatur Arab disebut uṣlūb,mencakup pembahasan tentang fonologi, preferensi penggunaan lafal dan kalimat, juga deviasi yakni penyimpangan dari kaidah-kaidah yang konvensional. Berbeda dengan balagah dan kritik sastra, stilistika membahas karakteristik kebahasaan dari suatu karya tanpa ada unsur penilaian atau "penghakiman". Balagah menilai kesesuaian suatu karya dengan kaidah-kaidahnya yang sudah baku, sedangkan kritik sastra "menghakimi" dan mengungkapkan kembali suatu karya. Dengan demikian, menganalisis al-Qur'an dengan metode stilistika adalah menganalisis karakteristik kebahasaannya.